Pawa Khas Sulawesi Selatan Hadir dengan Sentuhan Baru, Isian Berwarna Jadi Daya Tarik

SulawesiPos.com – Di tengah berkembangnya tren kuliner modern, jajanan tradisional tetap mampu bertahan dengan berbagai penyesuaian.

Salah satunya adalah pawa, kue khas Bugis-Makassar yang kini tampil dengan variasi baru, termasuk isian berwarna yang membuat tampilannya lebih menarik.

Sejak dulu, pawa dikenal sebagai kue kukus berbentuk bulat yang sekilas menyerupai bakpao.

Perbedaannya, pawa tidak dipanggang, melainkan dikukus sehingga menghasilkan tekstur yang lembut dan empuk.

Di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Bugis-Makassar, kue ini mudah dijumpai, terutama di pagi hari di berbagai penjaja makanan tradisional.

Secara tradisional, pawa diisi dengan campuran kacang tanah dan gula, atau kelapa parut yang dipadukan dengan gula merah.

Rasa manisnya sederhana, namun tetap menjadi favorit sebagai teman minum teh atau kopi.

Variasi Isian Pawa

Kini, variasinya semakin berkembang. Beberapa penjual mulai menghadirkan pawa dengan isian berwarna yang terinspirasi dari rasa seperti es doger atau srikaya.

Tampilan yang lebih cerah ini memberi kesan berbeda, sekaligus menarik perhatian, terutama bagi generasi muda.

BACA JUGA: 
Rahasia Membuat Tumbuk, Makanan Tradisional Bugis-Makassar

Meski mengalami variasi pada isian, pawa tetap mempertahankan ciri khas utamanya. Adonan berbahan dasar tepung terigu yang dikukus menghasilkan tekstur yang lembut, berpadu dengan isian yang halus dan manis di bagian dalam.

Perpaduan tersebut membuat pawa tetap terasa familiar, meski hadir dengan tampilan yang lebih modern.

Pawa masih menjadi salah satu jajanan yang mudah ditemukan di berbagai sudut Sulawesi Selatan.

Harganya pun relatif terjangkau, mulai dari kisaran Rp1.000,00 per buah, sehingga tetap menjadi camilan yang merakyat.

Resep Pawa Isian Bewarna

Selain mudah ditemukan, pawa juga dapat dibuat sendiri karena bahan dan prosesnya cukup sederhana. (Dilansir dari Facebook @musfinaayub)

Bahan adonan:

250 gram tepung terigu

3 sdm gula pasir

1 sdm mentega

1 sdm minyak

½ sdt SP

1 sdm ragi

150 ml santan

Bahan isian (variasi berwarna)

Tepung terigu

Gula pasir

Santan

Pasta rasa (misalnya es doger atau srikaya)

Cara membuat adonan

  1. Larutkan ragi dengan air, lalu campurkan dengan semua bahan.
  2. Uleni hingga adonan kalis, kemudian diamkan sekitar satu jam hingga mengembang.
  3. Bentuk adonan, lalu diamkan kembali sekitar 15 menit.
  4. Kukus selama 3–4 menit hingga matang.
BACA JUGA: 
Rahasia Kriuk Jalangkote Makassar, Lengkap dengan Resep yang Bisa Kamu Coba di Rumah

Cara membuat isian

Campurkan semua bahan, lalu masak hingga mengental. Setelah itu, belah pawa dan isi sesuai selera.

 

Perkembangan pawa dengan berbagai variasi isian menunjukkan bahwa kuliner tradisional dapat terus beradaptasi tanpa kehilangan identitasnya.

Inovasi pada tampilan dan rasa menjadi cara untuk menjaga keberadaannya tetap relevan di tengah perubahan selera.

Meski hadir dengan sentuhan baru, pawa tetap mempertahankan kesederhanaannya sebagai kue tradisional yang lekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Sulawesi Selatan.

SulawesiPos.com – Di tengah berkembangnya tren kuliner modern, jajanan tradisional tetap mampu bertahan dengan berbagai penyesuaian.

Salah satunya adalah pawa, kue khas Bugis-Makassar yang kini tampil dengan variasi baru, termasuk isian berwarna yang membuat tampilannya lebih menarik.

Sejak dulu, pawa dikenal sebagai kue kukus berbentuk bulat yang sekilas menyerupai bakpao.

Perbedaannya, pawa tidak dipanggang, melainkan dikukus sehingga menghasilkan tekstur yang lembut dan empuk.

Di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Bugis-Makassar, kue ini mudah dijumpai, terutama di pagi hari di berbagai penjaja makanan tradisional.

Secara tradisional, pawa diisi dengan campuran kacang tanah dan gula, atau kelapa parut yang dipadukan dengan gula merah.

Rasa manisnya sederhana, namun tetap menjadi favorit sebagai teman minum teh atau kopi.

Variasi Isian Pawa

Kini, variasinya semakin berkembang. Beberapa penjual mulai menghadirkan pawa dengan isian berwarna yang terinspirasi dari rasa seperti es doger atau srikaya.

Tampilan yang lebih cerah ini memberi kesan berbeda, sekaligus menarik perhatian, terutama bagi generasi muda.

BACA JUGA: 
Rahasia Membuat Tumbuk, Makanan Tradisional Bugis-Makassar

Meski mengalami variasi pada isian, pawa tetap mempertahankan ciri khas utamanya. Adonan berbahan dasar tepung terigu yang dikukus menghasilkan tekstur yang lembut, berpadu dengan isian yang halus dan manis di bagian dalam.

Perpaduan tersebut membuat pawa tetap terasa familiar, meski hadir dengan tampilan yang lebih modern.

Pawa masih menjadi salah satu jajanan yang mudah ditemukan di berbagai sudut Sulawesi Selatan.

Harganya pun relatif terjangkau, mulai dari kisaran Rp1.000,00 per buah, sehingga tetap menjadi camilan yang merakyat.

Resep Pawa Isian Bewarna

Selain mudah ditemukan, pawa juga dapat dibuat sendiri karena bahan dan prosesnya cukup sederhana. (Dilansir dari Facebook @musfinaayub)

Bahan adonan:

250 gram tepung terigu

3 sdm gula pasir

1 sdm mentega

1 sdm minyak

½ sdt SP

1 sdm ragi

150 ml santan

Bahan isian (variasi berwarna)

Tepung terigu

Gula pasir

Santan

Pasta rasa (misalnya es doger atau srikaya)

Cara membuat adonan

  1. Larutkan ragi dengan air, lalu campurkan dengan semua bahan.
  2. Uleni hingga adonan kalis, kemudian diamkan sekitar satu jam hingga mengembang.
  3. Bentuk adonan, lalu diamkan kembali sekitar 15 menit.
  4. Kukus selama 3–4 menit hingga matang.
BACA JUGA: 
Buroncong, Kue Tradisional Bugis-Makassar dengan Cita Rasa Gurih Berpadu Manis

Cara membuat isian

Campurkan semua bahan, lalu masak hingga mengental. Setelah itu, belah pawa dan isi sesuai selera.

 

Perkembangan pawa dengan berbagai variasi isian menunjukkan bahwa kuliner tradisional dapat terus beradaptasi tanpa kehilangan identitasnya.

Inovasi pada tampilan dan rasa menjadi cara untuk menjaga keberadaannya tetap relevan di tengah perubahan selera.

Meski hadir dengan sentuhan baru, pawa tetap mempertahankan kesederhanaannya sebagai kue tradisional yang lekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Sulawesi Selatan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru