Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak hanya dikenal dengan coto dan pallubasa, tetapi juga memiliki keju tradisional khas yang unik bernama dangke.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Sulsel atau penikmat kuliner Nusantara, mencicipi dangke bisa menjadi pengalaman berbeda karena rasanya yang autentik dan sarat nilai budaya.
Keju tradisional ini kerap dijadikan oleh-oleh atau sajian khas yang mewakili kekayaan kuliner daerah pegunungan Sulawesi Selatan.
Asal-usul Keju Dangke
Dangke merupakan kuliner tradisional khas Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Nama “dangke” diyakini berasal dari ungkapan bahasa Belanda dank je wel yang berarti “terima kasih”, sebagai bentuk apresiasi orang Belanda yang pertama kali mencicipi keju ini.
Ungkapan tersebut kemudian diadaptasi oleh masyarakat lokal hingga dikenal luas sebagai sebutan dangke.

