Cita Rasa dan Proses Pembuatan Dangke
Dangke memiliki tekstur kenyal dengan rasa gurih yang khas, menjadikannya berbeda dari keju pada umumnya.
Keju ini dibuat dari susu kerbau atau sapi yang dipanaskan lalu digumpalkan menggunakan getah pepaya hingga membentuk dadih.
Dadih tersebut dicetak menggunakan tempurung kelapa atau cetakan tradisional lain dan dibungkus daun pisang agar tetap segar.
Dangke memiliki rasa sedikit asin dan sangat nikmat disantap bersama pulu mandoti, nasi ketan khas Enrekang, atau sambal terasi.
Nilai Budaya dan Daya Tarik Wisata Kuliner
Selain menjadi makanan, dangke juga memiliki nilai sosial dan budaya karena kerap disajikan dalam berbagai acara adat dan perayaan penting masyarakat Enrekang.
Kehadiran dangke dalam festival kuliner dan promosi wisata menunjukkan pentingnya pelestarian keju tradisional ini sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda dan wisatawan.

