Visum Ungkap Pilot AS Tewas Cepat akibat Luka Tembak, Polisi Tegaskan PT AMA Jalankan Misi Kemanusiaan di Papua

SulawesiPos.com – Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 memastikan pilot PT Associated Mission Aviation (AMA), Captain Nicholas F. Goselin, warga negara Amerika Serikat, meninggal dunia akibat luka tembak dalam insiden penembakan dan pembakaran pesawat Pilatus PK-RCY di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Kepastian itu disampaikan setelah visum terhadap jenazah korban selesai dilakukan di RS Bhayangkara Polda Papua, Jayapura.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan visum dilakukan untuk memperjelas penyebab kematian secara ilmiah sebagai bagian dari proses penegakan hukum. Menurut dia, autopsi tidak dilakukan karena penyebab kematian sudah dapat diketahui melalui pemeriksaan luar yang didukung pemeriksaan radiologi.

“Perlu kami sampaikan bahwa tadi pagi jenazah korban telah berhasil dievakuasi oleh jajaran TNI. Selanjutnya, pada malam hari ini kami melaksanakan salah satu rangkaian proses penegakan hukum, yaitu pemeriksaan visum terhadap jenazah,” kata Yusuf Sutejo.

Karumkit RS Bhayangkara Polda Papua Kombes Pol dr. Rommy Sebastian menjelaskan tim forensik menemukan sejumlah luka terbuka pada kepala, dahi, pipi kiri, dan area sekitar telinga kanan, disertai luka lecet pada sisi kanan kepala. Selain itu, korban mengalami patah tulang rahang atas kiri dan kanan, serta patah tulang rahang bawah sisi kanan akibat kekerasan benda tumpul.

BACA JUGA:  Delapan Pendulang Emas di Yahukimo Diduga Dibunuh OPM, TNI Siapkan Operasi Pengejaran

Temuan paling penting, kata Rommy, adalah luka terbuka pada pipi kiri yang sesuai dengan karakteristik luka tembak masuk tempel atau contact gunshot wound. Lintasan peluru disebut masuk melalui pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan, menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak.

“Dari hasil tersebut diketahui bahwa lintasan peluru masuk dan keluar serta menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak. Cedera inilah yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan sangat cepat atau sudden death,” ujar Rommy.

Di sisi lain, Satgas Operasi Damai Cartenz juga membantah narasi di media sosial yang menuding PT AMA terlibat dalam aktivitas di luar misi kemanusiaan. Polisi menegaskan perusahaan penerbangan itu selama puluhan tahun melayani gereja-gereja dan masyarakat pedalaman Papua.

“Berdasarkan keterangan yang kami peroleh, PT AMA telah melayani penerbangan misi kemanusiaan dan pelayanan keagamaan di Papua selama 67 tahun. Baru kali ini mereka mengalami peristiwa yang sangat tragis seperti ini,” kata Yusuf.

BACA JUGA:  Menko Polkam Kutuk Keras Pembakaran Pesawat AMA dan Penembakan Pilot di Yahukimo

Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz Kombes Pol I. G. G. Era Adinata menambahkan penyelidikan sementara mengarah pada Kelompok Kriminal Bersenjata Bakusip yang disebut sebagai grup baru dan dipimpin M. Mbalingga. Aparat masih mendalami hubungan kelompok itu dengan jaringan Elkius Kobak di wilayah Yahukimo, termasuk motif pasti penyerangan terhadap pesawat tersebut.

SulawesiPos.com – Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 memastikan pilot PT Associated Mission Aviation (AMA), Captain Nicholas F. Goselin, warga negara Amerika Serikat, meninggal dunia akibat luka tembak dalam insiden penembakan dan pembakaran pesawat Pilatus PK-RCY di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Kepastian itu disampaikan setelah visum terhadap jenazah korban selesai dilakukan di RS Bhayangkara Polda Papua, Jayapura.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan visum dilakukan untuk memperjelas penyebab kematian secara ilmiah sebagai bagian dari proses penegakan hukum. Menurut dia, autopsi tidak dilakukan karena penyebab kematian sudah dapat diketahui melalui pemeriksaan luar yang didukung pemeriksaan radiologi.

“Perlu kami sampaikan bahwa tadi pagi jenazah korban telah berhasil dievakuasi oleh jajaran TNI. Selanjutnya, pada malam hari ini kami melaksanakan salah satu rangkaian proses penegakan hukum, yaitu pemeriksaan visum terhadap jenazah,” kata Yusuf Sutejo.

Karumkit RS Bhayangkara Polda Papua Kombes Pol dr. Rommy Sebastian menjelaskan tim forensik menemukan sejumlah luka terbuka pada kepala, dahi, pipi kiri, dan area sekitar telinga kanan, disertai luka lecet pada sisi kanan kepala. Selain itu, korban mengalami patah tulang rahang atas kiri dan kanan, serta patah tulang rahang bawah sisi kanan akibat kekerasan benda tumpul.

BACA JUGA:  Menko Polkam Kutuk Keras Pembakaran Pesawat AMA dan Penembakan Pilot di Yahukimo

Temuan paling penting, kata Rommy, adalah luka terbuka pada pipi kiri yang sesuai dengan karakteristik luka tembak masuk tempel atau contact gunshot wound. Lintasan peluru disebut masuk melalui pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan, menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak.

“Dari hasil tersebut diketahui bahwa lintasan peluru masuk dan keluar serta menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak. Cedera inilah yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan sangat cepat atau sudden death,” ujar Rommy.

Di sisi lain, Satgas Operasi Damai Cartenz juga membantah narasi di media sosial yang menuding PT AMA terlibat dalam aktivitas di luar misi kemanusiaan. Polisi menegaskan perusahaan penerbangan itu selama puluhan tahun melayani gereja-gereja dan masyarakat pedalaman Papua.

“Berdasarkan keterangan yang kami peroleh, PT AMA telah melayani penerbangan misi kemanusiaan dan pelayanan keagamaan di Papua selama 67 tahun. Baru kali ini mereka mengalami peristiwa yang sangat tragis seperti ini,” kata Yusuf.

BACA JUGA:  TNI Serahkan Jenazah Pilot AMA Air Warga AS kepada Keluarga usai Dievakuasi dari Yahukimo

Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz Kombes Pol I. G. G. Era Adinata menambahkan penyelidikan sementara mengarah pada Kelompok Kriminal Bersenjata Bakusip yang disebut sebagai grup baru dan dipimpin M. Mbalingga. Aparat masih mendalami hubungan kelompok itu dengan jaringan Elkius Kobak di wilayah Yahukimo, termasuk motif pasti penyerangan terhadap pesawat tersebut.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru