SulawesiPos.com — Musyawarah Daerah (Musda) Realestat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan ke-XV resmi digelar di Hotel Claro, Makassar, Rabu (7/10/2026).
Hajatan legislatif organisasi pengusaha properti terbesar di Sulsel ini dihadiri jajaran tokoh penting REI, pejabat daerah, hingga akademisi.
Tampak hadir di antaranya para senior dan tokoh REI seperti Aksa Mahmud, Yusran Paris, Arif Mone, Idris Manggabarani, Raymond Arfandi, Ketua DPD REI Sulsel Sudarman Supardi, Calon Ketua REI Badris Salam, hingga Wakil Rektor II UMI Prof Zakir Sabhara.
Acara ini juga dihadiri langsung oleh Ketua DPP REI Joko Suranto dan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.
Dalam bursa pemilihan kepemimpinan, Musda ke-XV ini berpotensi berlangsung secara aklamasi. Panitia Musda mencatat hanya menerima satu pendaftar calon Ketua DPD REI Sulsel, yakni Badris Salam. Sebelumnya, tim dari Rezza Pratama Said sempat mengambil formulir pendaftaran, namun hingga batas waktu yang ditentukan panitia, formulir tersebut tidak dikembalikan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam sambutannya mengapresiasi kontribusi signifikan para pengusaha properti terhadap indikator makroekonomi daerah. Pada triwulan terakhir, pertumbuhan ekonomi Makassar melesat ke angka 7,04% dari sebelumnya 6,61%.
“Ini merupakan hasil kerja kita semua, termasuk para pengusaha yang bergerak di dunia real estate atau perumahan. Banyak yang bilang REI penting karena kita terima BPHTB dan PBB, tapi menurut saya bukan cuma itu. Semua potensi pajak bisa datang dari anggota REI dan seluruh turunannya,” ujar Munafri.
Munafri merinci kontribusi REI mencakup Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) seperti pajak restoran dan penerangan jalan dari ragam kegiatan operasional, hingga Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Melalui kolaborasi ini, Pemkot Makassar mendorong sinergi perencanaan kawasan perumahan agar selaras dengan fasilitas publik.
“Di setiap rasio pembangunan rumah harus ikut rasio pembangunan sekolah. Contohnya di kawasan Barombong, pembangunan pemukiman sangat pesat namun sekolahnya masih terbatas, sehingga warga harus bergeser ke pusat kota. Kami berharap REI duduk bersama pemerintah merencanakan rasio ini agar kawasan hunian langsung dilengkapi sekolah negeri dan fasilitas kesehatan,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua DPD REI Sulsel, Sudarman Supardi, menegaskan bahwa kepengurusannya telah berupaya maksimal menjalankan amanah organisasi selama kurun waktu tiga tahun terakhir.
“Mari kita jadikan Musda ini momentum untuk lebih meningkatkan kualitas organisasi dalam melayani anggota, serta memberikan kontribusi bagi industri properti dan pertumbuhan ekonomi. Saya mengajak pengurus masa bakti berikutnya untuk mengawal program 3 juta rumah. Tentu ini butuh dukungan penuh dari pemerintah dan perbankan,” ungkap Sudarman seraya menyampaikan permohonan maaf dan apresiasi kepada seluruh panitia serta peserta.
Menanggapi dinamika industri properti, Ketua DPP REI, Joko Suranto, menekankan pentingnya adaptasi organisasi dalam menghadapi perubahan zaman demi menjaga keberlanjutan bisnis.
“Kita harus selalu update terhadap permasalahan dan kapasitas organisasi agar pertumbuhan kita makin baik. Hanya dengan cara itu kita menjaga sustainability bisnis dan hubungan antar-stakeholder. Pengurus baru nantinya bukan sekadar super team, melainkan harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan,” tutur Joko.


