SulawesiPos.com – Rekomendasi saham hari ini, Selasa (11/8/2026), menempatkan DSSA, ESSA, HRTA, dan WIFI dalam radar setelah IHSG ditutup melemah 44,28 poin atau 0,69 persen ke level 6.365,37 pada perdagangan Senin (10/8/2026), di tengah aksi profit taking usai reli sepekan, meski rupiah menguat dan pasar masih menunggu katalis baru dari data domestik serta arah kebijakan moneter.
Tekanan di pasar terlihat dari nilai transaksi yang mencapai sekitar Rp18,20 triliun hingga Rp18,21 triliun, dengan volume 46,98 miliar saham dan frekuensi sekitar 2,63 juta kali transaksi. Breadth pasar juga cenderung negatif karena 329 saham melemah, 287 saham menguat, dan 180 saham stagnan.
Mayoritas sektor bergerak di zona merah pada awal pekan. Barang konsumen primer turun paling dalam 1,37 persen, disusul infrastruktur 1,25 persen dan industri 0,74 persen, sementara transportasi dan logistik justru menjadi satu-satunya sektor yang menguat 6,21 persen.
Dari sentimen domestik, pasar merespons positif penunjukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia, yang ikut mendorong penguatan rupiah ke kisaran Rp17.755 per dolar AS.
Namun penguatan mata uang itu belum cukup menahan aksi ambil untung setelah IHSG sempat menyentuh area 6.462 sebelum berbalik melemah di penutupan.
Dua skenario teknikal kini patut dicermati. BNI Sekuritas melihat IHSG berpotensi mengalami koreksi terbatas dengan support 6.300-6.320 dan resistance 6.400-6.440.
Sebaliknya, MNC Sekuritas masih membuka peluang penguatan lanjutan ke area 6.440-6.544, meski tetap mengingatkan risiko koreksi jangka pendek ke kisaran 6.308-6.360.
BRI Danareksa Sekuritas juga menilai indeks cenderung bergerak sideways, dengan support terdekat 6.300-6.320 dan resistance penting 6.400-6.450.
Saat berita ini disusun, data BRIGHTS BRI Danareksa Sekuritas pada Selasa (11/8/2026) pukul 10.45 Wita menunjukkan IHSG berada di level 6.338,50 atau turun 0,42 persen, menandakan pasar masih bergerak hati-hati sambil mencerna tekanan awal sesi.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Selain empat saham utama dari MNC Sekuritas, investor juga bisa memantau PSAB, ESSA, dan BWPT dari BRI Danareksa Sekuritas. Dari BNI Sekuritas, saham yang masuk radar perdagangan hari ini adalah BBCA, AADI, ADRO, MEDC, RAJA, dan ELSA.
DSSA
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk menguat 1,03 persen ke level 985 pada perdagangan sebelumnya, dengan volume pembelian yang masih dominan meski mulai mengecil.
Secara teknikal, DSSA diperkirakan berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C, sehingga peluang kenaikan lanjutan masih terbuka selama mampu bertahan di area akumulasi. Area buy on weakness berada di 940-970, target harga 1.100 dan 1.195, dengan stop loss di bawah 905.
ESSA
PT Essa Industries Indonesia Tbk melonjak 7,87 persen ke level 685 dan disertai peningkatan volume pembelian, walau penguatannya masih tertahan oleh MA200.
Secara teknikal, ESSA dinilai sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [b]. Area buy on weakness berada di 650-680, target harga 700 dan 730, serta stop loss di bawah 640.
HRTA
PT Hartadinata Abadi Tbk naik 2,33 persen ke level 2.200 dan masih didukung dominasi volume pembelian pada akhir perdagangan sebelumnya.
Pergerakan ini membuat HRTA dinilai berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c], sehingga masih layak masuk kategori trading buy. Area masuk berada di 2.150-2.200, dengan target harga 2.290 dan 2.380, serta stop loss di bawah 2.080.
WIFI
PT Solusi Sinergi Digital Tbk terkoreksi 2,23 persen ke level 1.975, tetapi pelemahannya masih mampu tertahan di area MA20.
Secara teknikal, WIFI diperkirakan berada pada bagian dari wave [v] dari wave C. Area buy on weakness berada di 1.945-1.965, target harga 2.130 dan 2.220, dengan stop loss di bawah 1.885.
Dengan IHSG yang masih bergerak di fase konsolidasi setelah reli pekan lalu, daftar ini lebih tepat diperlakukan sebagai panduan pantauan aktif ketimbang sinyal masuk tanpa seleksi. Risiko profit taking jangka pendek masih perlu diwaspadai, terutama jika indeks gagal kembali menembus area resistance terdekat.
Disclaimer: Rekomendasi ini bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi tetap berada di tangan investor dan perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing.

