Refleksi Arsitek Peraih Nobel tentang Masa Depan ASEAN

“Material ini bisa didaur ulang, fleksibel untuk berbagai desain, dan tangguh menghadapi kondisi iklim ekstrem. Kualitas tersebut sangat dibutuhkan ASEAN saat ini,” ujarnya.

Kemampuan baja untuk didaur ulang hingga 100% tanpa kehilangan kualitas menjadikannya pilihan masuk akal dalam konteks ekonomi sirkular yang kini digalakkan ASEAN.

Fleksibilitasnya juga memungkinkan desain yang lebih responsif terhadap kondisi lokal, mulai dari ventilasi alami untuk iklim tropis hingga struktur yang tahan gempa. (ayi)

BACA JUGA:  Hadiri KTT ASEAN ke-48, Presiden Prabowo Bertolak ke Filipina Untuk Bahas Isu Strategis

“Material ini bisa didaur ulang, fleksibel untuk berbagai desain, dan tangguh menghadapi kondisi iklim ekstrem. Kualitas tersebut sangat dibutuhkan ASEAN saat ini,” ujarnya.

Kemampuan baja untuk didaur ulang hingga 100% tanpa kehilangan kualitas menjadikannya pilihan masuk akal dalam konteks ekonomi sirkular yang kini digalakkan ASEAN.

Fleksibilitasnya juga memungkinkan desain yang lebih responsif terhadap kondisi lokal, mulai dari ventilasi alami untuk iklim tropis hingga struktur yang tahan gempa. (ayi)

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Soroti Krisis Energi Global, Dorong ASEAN Percepat Transisi Energi Bersih dan Perkuat Ketahanan Pangan

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru