Overview:
- DPD Partai Golkar Sulsel menggelar kegiatan Log In Partai Golkar dan diskusi politik bertema masa depan Sulawesi Selatan.
- Forum ini menekankan peran strategis DPR, penguatan kader, dan regenerasi kepemimpinan muda.
- Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel Muhidin M Said menegaskan Golkar sebagai partai terbuka tanpa “pemilik”.
SulawesiPos.com – DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Log In Partai Golkar dan diskusi politik bertajuk “Golkar dan Masa Depan Sulsel” di Kantor DPD Partai Golkar Sulsel, Jalan Botolempangan, Makassar, Minggu (1/2/2026) malam.
Kegiatan ini menjadi forum dialog politik sekaligus penguatan kapasitas kader, khususnya generasi muda.
Diskusi tersebut diselenggarakan DPD Partai Golkar Sulsel bekerja sama dengan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPI) Sulsel.
Sejumlah narasumber dihadirkan, di antaranya Akademisi Universitas Hasanuddin, Adi Suryadi Culla, Guru Besar UIN Alauddin Mustari Mustafa, Wakil Ketua Umum DPP AMPI sekaligus Sekretaris Akademi Partai Golkar Arief Rosyid Hasan, serta perwakilan Redaksi Tribun Makassar.
Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Muhidin M Said, dalam sambutannya menekankan bahwa jabatan anggota DPR merupakan amanah terhormat sebagai wakil rakyat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Ya, memang anggota DPR itu namanya wakil rakyat. Sebenarnya sebuah jabatan yang sangat terhormat. Tetapi kita juga harus berhati-hati, karena jangan hanya kita menikmati jabatan itu. Itu yang diamanatkan oleh rakyat, bagaimana caranya kita memperjuangkan kepentingan mereka,” ujar Muhidin.
Ia menjelaskan bahwa tidak semua anggota DPR memiliki kewenangan yang sama dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, karena setiap anggota ditempatkan di komisi sesuai bidangnya masing-masing.
“Di DPR itu ada 13 komisi dengan bidang yang berbeda-beda. Ada yang membidangi pertahanan, pemerintahan, hukum, infrastruktur, perekonomian, kesehatan, keuangan, energi, hingga pendidikan. Jadi tidak semua hal bisa ditangani oleh satu orang anggota DPR,” jelasnya.
Muhidin menilai masih banyak masyarakat yang keliru memahami peran anggota DPR, sehingga edukasi politik perlu terus dilakukan agar ekspektasi publik lebih realistis dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa Partai Golkar merupakan partai yang terbuka dan memberi ruang yang sama bagi seluruh kader untuk berkembang.
“Di Partai Golkar ini tidak ada owner, tidak ada pemilik. Pemiliknya adalah seluruh kader. Siapapun yang berprestasi, siapapun yang mampu, itu diberi peluang untuk tampil,” tegasnya.

