Korea Selatan Gratiskan AI Premium untuk Seluruh Warga Mulai September 2026

SulawesiPos.com – Pemerintah Korea Selatan akan memberikan akses gratis tanpa batas penggunaan kepada seluruh warga negaranya atas layanan kecerdasan buatan generatif berbasis model domestik melalui program “AI for All”.

Penggunaan AI ini dimulai tahap uji coba pada September 2026 dan peluncuran lebih luas sebelum akhir tahun, dengan menanggung sebagian biaya, menyediakan infrastruktur komputasi, serta menggandeng tiga konsorsium teknologi nasional untuk mengurangi ketergantungan digital pada Amerika Serikat dan China.

Kebijakan tersebut dilaporkan The Wall Street Journal pada Jumat (28/8/2026), serta diperkuat oleh keterangan resmi Kementerian Sains dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Korea Selatan, Selasa (1/9/2026).

Program tersebut dipandang sebagai langkah besar menuju kedaulatan AI, yakni kemampuan sebuah negara mengembangkan dan mengendalikan model, data, infrastruktur komputasi, serta layanan kecerdasan buatannya sendiri tanpa sepenuhnya bergantung pada perusahaan asing.

Pemerintah Korea Selatan menyatakan layanan itu akan berbentuk chatbot serbaguna seperti ChatGPT yang ditenagai model AI nasional, dapat digunakan secara gratis tanpa batas pemakaian, serta dikembangkan menjadi agen AI pribadi mulai 2027.

BACA JUGA:  Ilmuwan Menciptakan Cermin Pembohong yang Tidak Menunjukkan Kebenaran kepada Anda

Berbeda dari layanan gratis komersial yang biasanya membatasi jumlah permintaan atau fitur premium, program tersebut dirancang memungkinkan warga menggunakan layanan AI nasional secara intensif tanpa harus membeli langganan bulanan.

Pejabat Korea Selatan memperkirakan lebih dari 20 juta penduduk negara itu telah memakai versi gratis AI generatif, tetapi sebagian besar penggunaan masih terkonsentrasi pada platform asing yang dikembangkan di Amerika Serikat.

Tiga Raksasa Teknologi Menjadi Mesin AI Nasional

Korea Selatan telah memilih tiga konsorsium yang masing-masing dipimpin SK Telecom, KT Corporation, dan Kakao untuk mengembangkan sekaligus mengoperasikan layanan AI tersebut.

Ketiga kelompok itu akan menghadirkan aplikasi baru dan mengintegrasikan teknologi AI ke dalam layanan yang telah digunakan masyarakat, termasuk jaringan telekomunikasi, aplikasi pesan, panggilan suara, dan platform digital.

Konsorsium Kakao berencana menjadikan aplikasi pesan yang dipakai luas oleh masyarakat Korea sebagai gerbang menuju chatbot umum dan agen AI untuk layanan kesehatan, keuangan, perawatan warga lanjut usia, perpajakan, serta pencarian informasi publik.

BACA JUGA:  Polda Sulsel Siapkan 125 Trainer AI, Target Edukasi Ribuan Pelajar hingga Tingkat Polsek

Layanan yang dirancang SK Telecom antara lain akan membantu masyarakat memahami catatan kesehatan, mengurus berbagai dokumen pemerintah, memperoleh panduan perpajakan, dan mencari program bantuan yang sesuai dengan kondisi pengguna.

Pemerintah juga akan menyediakan total hingga 512 unit prosesor grafis Nvidia B200 kepada tiga konsorsium tersebut pada 2026 guna menopang tahap pengembangan dan pengoperasian awal, bukan 512 perangkat komputer biasa sebagaimana berpotensi disalahpahami dari istilah “cip”.

Teknologi B200 menggunakan arsitektur Blackwell dan dirancang untuk menangani komputasi AI berskala besar, termasuk pelatihan model bahasa, pengoperasian chatbot, sistem rekomendasi, dan pemrosesan data yang sangat kompleks.

AI Mengurus Dokter, Pajak, Pendidikan, dan Bantuan Sosial

SulawesiPos.com – Pemerintah Korea Selatan akan memberikan akses gratis tanpa batas penggunaan kepada seluruh warga negaranya atas layanan kecerdasan buatan generatif berbasis model domestik melalui program “AI for All”.

Penggunaan AI ini dimulai tahap uji coba pada September 2026 dan peluncuran lebih luas sebelum akhir tahun, dengan menanggung sebagian biaya, menyediakan infrastruktur komputasi, serta menggandeng tiga konsorsium teknologi nasional untuk mengurangi ketergantungan digital pada Amerika Serikat dan China.

Kebijakan tersebut dilaporkan The Wall Street Journal pada Jumat (28/8/2026), serta diperkuat oleh keterangan resmi Kementerian Sains dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Korea Selatan, Selasa (1/9/2026).

Program tersebut dipandang sebagai langkah besar menuju kedaulatan AI, yakni kemampuan sebuah negara mengembangkan dan mengendalikan model, data, infrastruktur komputasi, serta layanan kecerdasan buatannya sendiri tanpa sepenuhnya bergantung pada perusahaan asing.

Pemerintah Korea Selatan menyatakan layanan itu akan berbentuk chatbot serbaguna seperti ChatGPT yang ditenagai model AI nasional, dapat digunakan secara gratis tanpa batas pemakaian, serta dikembangkan menjadi agen AI pribadi mulai 2027.

BACA JUGA:  Diduga Sengaja Disebar Pelaku, Polisi Pastikan Foto Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus Buatan AI

Berbeda dari layanan gratis komersial yang biasanya membatasi jumlah permintaan atau fitur premium, program tersebut dirancang memungkinkan warga menggunakan layanan AI nasional secara intensif tanpa harus membeli langganan bulanan.

Pejabat Korea Selatan memperkirakan lebih dari 20 juta penduduk negara itu telah memakai versi gratis AI generatif, tetapi sebagian besar penggunaan masih terkonsentrasi pada platform asing yang dikembangkan di Amerika Serikat.

Tiga Raksasa Teknologi Menjadi Mesin AI Nasional

Korea Selatan telah memilih tiga konsorsium yang masing-masing dipimpin SK Telecom, KT Corporation, dan Kakao untuk mengembangkan sekaligus mengoperasikan layanan AI tersebut.

Ketiga kelompok itu akan menghadirkan aplikasi baru dan mengintegrasikan teknologi AI ke dalam layanan yang telah digunakan masyarakat, termasuk jaringan telekomunikasi, aplikasi pesan, panggilan suara, dan platform digital.

Konsorsium Kakao berencana menjadikan aplikasi pesan yang dipakai luas oleh masyarakat Korea sebagai gerbang menuju chatbot umum dan agen AI untuk layanan kesehatan, keuangan, perawatan warga lanjut usia, perpajakan, serta pencarian informasi publik.

BACA JUGA:  STY Yakin Korsel Masih Bisa Lolos Usai Kalah dari Meksiko

Layanan yang dirancang SK Telecom antara lain akan membantu masyarakat memahami catatan kesehatan, mengurus berbagai dokumen pemerintah, memperoleh panduan perpajakan, dan mencari program bantuan yang sesuai dengan kondisi pengguna.

Pemerintah juga akan menyediakan total hingga 512 unit prosesor grafis Nvidia B200 kepada tiga konsorsium tersebut pada 2026 guna menopang tahap pengembangan dan pengoperasian awal, bukan 512 perangkat komputer biasa sebagaimana berpotensi disalahpahami dari istilah “cip”.

Teknologi B200 menggunakan arsitektur Blackwell dan dirancang untuk menangani komputasi AI berskala besar, termasuk pelatihan model bahasa, pengoperasian chatbot, sistem rekomendasi, dan pemrosesan data yang sangat kompleks.

AI Mengurus Dokter, Pajak, Pendidikan, dan Bantuan Sosial

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru