Mentan Amran Ajak Mahasiswa UNDIP Jadi Pencipta Lapangan Kerja

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak mahasiswa baru Universitas Diponegoro atau UNDIP untuk tidak sekadar bercita-cita menjadi pencari kerja, tetapi tumbuh menjadi generasi yang berani membangun usaha dan membuka lapangan kerja saat dialog PMB Tahun Akademik 2026/2027 di Semarang, Kamis, 6 Agustus 2026.

Pesan itu menjadi salah satu sorotan utama dalam sesi dialog Amran bersama ribuan mahasiswa baru UNDIP.

Di hadapan peserta, ia menekankan bahwa masa kuliah harus dipakai untuk membangun karakter, kepemimpinan, sekaligus keberanian mengambil risiko.

Menurut Amran, Indonesia membutuhkan lebih banyak anak muda yang mampu membaca peluang di tengah perubahan zaman, bukan hanya menunggu lowongan pekerjaan setelah lulus.

Saat menjawab pertanyaan mahasiswa mengenai jenis usaha yang akan dipilih bila kembali menjadi mahasiswa, Amran mengaku akan masuk ke sektor berbasis teknologi dengan prospek jangka panjang.

“Kalau saya kembali menjadi mahasiswa hari ini, saya akan memilih usaha yang berbasis teknologi digital. Ke depan, industri kendaraan listrik, motor listrik, dan berbagai teknologi turunannya akan menguasai dunia. Indonesia memiliki sumber daya yang besar untuk menjadi pemain utama di sektor tersebut,” kata Andi Amran Sulaiman.

BACA JUGA:  Hadapi Kemarau, Kementan Pacu Tanam Serentak di 38 Daerah se-Jawa Timur

Ia menilai generasi muda saat ini memiliki peluang jauh lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya karena dukungan teknologi sudah semakin terbuka.

Karena itu, mahasiswa diminta mulai menyiapkan diri sejak dini agar mampu menjadi pelaku usaha, bukan sekadar pencari kerja.

Integritas Disebut Jadi Dasar Kepemimpinan

Selain berbicara soal wirausaha dan keberanian bermimpi besar, Amran juga mengingatkan pentingnya integritas dalam membangun masa depan.

Menurutnya, kecerdasan tanpa kejujuran justru bisa melahirkan penyalahgunaan kewenangan yang merugikan masyarakat.

“Kalianlah yang akan melanjutkan perjuangan bangsa ini. Karena itu jangan pernah bermain-main dengan amanah. Integritas adalah dasar seorang pemimpin,” tegasnya.

Dalam forum yang sama, Amran mengatakan pemerintah terus mendorong pembenahan sektor pertanian melalui modernisasi, penyederhanaan regulasi, peningkatan produktivitas, dan keberpihakan terhadap petani agar bidang ini makin menarik bagi generasi muda.

Ia juga menyinggung berbagai langkah pembenahan yang disebut sudah dilakukan, mulai dari penyederhanaan distribusi pupuk, penurunan harga pupuk sekitar 20 persen, hingga penindakan terhadap mafia pupuk dan mafia pangan.

BACA JUGA:  Tanggapi Film Pesta Babi, Mentan Amran Tegaskan Pengembangan Pangan Papua untuk Kepentingan Rakyat

Aspirasi Mahasiswa Langsung Ditindaklanjuti

Dialog tersebut turut diwarnai berbagai aspirasi mahasiswa yang berkaitan dengan kebutuhan petani.

Menurut Amran, setiap masukan yang relevan langsung direspons dengan instruksi kepada jajaran Kementerian Pertanian untuk melakukan tindak lanjut di lapangan.

Respons itu, kata dia, dapat berupa bantuan alat dan mesin pertanian, dukungan sarana produksi, hingga pengecekan langsung terhadap persoalan yang dihadapi petani di daerah.

Di akhir pemaparannya, Amran kembali mengingatkan mahasiswa UNDIP agar tidak takut gagal dan berani membangun kapasitas diri sejak masa kuliah.

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak mahasiswa baru Universitas Diponegoro atau UNDIP untuk tidak sekadar bercita-cita menjadi pencari kerja, tetapi tumbuh menjadi generasi yang berani membangun usaha dan membuka lapangan kerja saat dialog PMB Tahun Akademik 2026/2027 di Semarang, Kamis, 6 Agustus 2026.

Pesan itu menjadi salah satu sorotan utama dalam sesi dialog Amran bersama ribuan mahasiswa baru UNDIP.

Di hadapan peserta, ia menekankan bahwa masa kuliah harus dipakai untuk membangun karakter, kepemimpinan, sekaligus keberanian mengambil risiko.

Menurut Amran, Indonesia membutuhkan lebih banyak anak muda yang mampu membaca peluang di tengah perubahan zaman, bukan hanya menunggu lowongan pekerjaan setelah lulus.

Saat menjawab pertanyaan mahasiswa mengenai jenis usaha yang akan dipilih bila kembali menjadi mahasiswa, Amran mengaku akan masuk ke sektor berbasis teknologi dengan prospek jangka panjang.

“Kalau saya kembali menjadi mahasiswa hari ini, saya akan memilih usaha yang berbasis teknologi digital. Ke depan, industri kendaraan listrik, motor listrik, dan berbagai teknologi turunannya akan menguasai dunia. Indonesia memiliki sumber daya yang besar untuk menjadi pemain utama di sektor tersebut,” kata Andi Amran Sulaiman.

BACA JUGA:  Mentan Andi Amran Tinjau Lokasi Peternakan Ayam Terintegrasi di Ponre, Bone Siap Jadi Pusat Pembibitan

Ia menilai generasi muda saat ini memiliki peluang jauh lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya karena dukungan teknologi sudah semakin terbuka.

Karena itu, mahasiswa diminta mulai menyiapkan diri sejak dini agar mampu menjadi pelaku usaha, bukan sekadar pencari kerja.

Integritas Disebut Jadi Dasar Kepemimpinan

Selain berbicara soal wirausaha dan keberanian bermimpi besar, Amran juga mengingatkan pentingnya integritas dalam membangun masa depan.

Menurutnya, kecerdasan tanpa kejujuran justru bisa melahirkan penyalahgunaan kewenangan yang merugikan masyarakat.

“Kalianlah yang akan melanjutkan perjuangan bangsa ini. Karena itu jangan pernah bermain-main dengan amanah. Integritas adalah dasar seorang pemimpin,” tegasnya.

Dalam forum yang sama, Amran mengatakan pemerintah terus mendorong pembenahan sektor pertanian melalui modernisasi, penyederhanaan regulasi, peningkatan produktivitas, dan keberpihakan terhadap petani agar bidang ini makin menarik bagi generasi muda.

Ia juga menyinggung berbagai langkah pembenahan yang disebut sudah dilakukan, mulai dari penyederhanaan distribusi pupuk, penurunan harga pupuk sekitar 20 persen, hingga penindakan terhadap mafia pupuk dan mafia pangan.

BACA JUGA:  Kepala Bapanas dan Dirut BULOG Turun Langsung ke Alor Serahkan Bantuan Pangan Perdana

Aspirasi Mahasiswa Langsung Ditindaklanjuti

Dialog tersebut turut diwarnai berbagai aspirasi mahasiswa yang berkaitan dengan kebutuhan petani.

Menurut Amran, setiap masukan yang relevan langsung direspons dengan instruksi kepada jajaran Kementerian Pertanian untuk melakukan tindak lanjut di lapangan.

Respons itu, kata dia, dapat berupa bantuan alat dan mesin pertanian, dukungan sarana produksi, hingga pengecekan langsung terhadap persoalan yang dihadapi petani di daerah.

Di akhir pemaparannya, Amran kembali mengingatkan mahasiswa UNDIP agar tidak takut gagal dan berani membangun kapasitas diri sejak masa kuliah.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru