SulawesiPos.com – Bagi warga Makassar, nama Jalan Abu Bakar Lambogo mungkin lebih akrab terdengar sebagai Jalan Ablam, tetapi di balik penyebutan singkat itu tersimpan kisah perjuangan Kapten Andi Abubakar Lambogo, tokoh asal Enrekang yang namanya diabadikan untuk menghormati perlawanannya mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari pasukan Belanda.
Abu Bakar Lambogo lahir di Enrekang pada 1913 dari keluarga bangsawan Massenrempulu.
Ayahnya, Haji Lambogo Peta Bali, dikenal sebagai pimpinan adat atau pembicara di Enrekang, sementara Abu Bakar Lambogo di tengah masyarakat juga dikenal dengan sapaan Puang Bakarang.
Setelah menamatkan sekolah rakyat, ia sempat bekerja sebagai guru sebelum pada masa pendudukan Jepang sekitar 1944 diangkat menjadi Kei Satsu atau mantri polisi di Distrik Ranga, Enrekang.
Pengalaman itu kemudian menjadi bekal ketika ia terjun ke dalam perjuangan setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.
Pada Oktober 1945, Abu Bakar Lambogo tercatat sebagai wakil ketua cabang PNI Enrekang, lalu membentuk dan memimpin Badan Perjuangan Rakyat Indonesia di Bamba Puang Angraja.
Perlawanan Gerilya hingga Gugur pada 1947
Bersama pasukannya, Abu Bakar Lambogo menghadapi upaya kembalinya tentara KNIL Belanda ke wilayah Enrekang.
Strategi gerilya menjadi salah satu cara yang digunakan untuk menghadapi kekuatan lawan, bahkan markas pertahanan dipindahkan ke kawasan hutan dan pegunungan di Garege untuk menghindari penangkapan.
Semangat perjuangannya juga tercatat dalam buku Sejarah Enrekang yang bersumber dari catatan sejarah dan kesaksian pelaku maupun saksi sejarah.
Dalam salah satu catatan yang bersumber dari kesaksian Hamid Aly pada 1986, Abu Bakar Lambogo disebut menyampaikan pesan melalui Babasa dan Pajala, yaitu, “Ucapan terima kasih dan selamat berjuang dan semoga senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.”
Catatan itu penting karena menggambarkan semangat perjuangannya, meski kutipan tersebut disebut berasal dari kesaksian sejarah, bukan dari surat atau tulisan tangan Abu Bakar Lambogo yang ditemukan langsung.

