SulawesiPos.com – Program pilah sampah yang dicanangkan Pemerintah Kota Makassar justru memunculkan sorotan baru setelah sebuah video viral di media sosial memperlihatkan Kanal Sasaran dipenuhi tumpukan sampah plastik, sisa makanan, dan sampah rumah tangga lain hanya beberapa hari setelah kebijakan itu resmi diterapkan pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Dalam narasi unggahan tersebut dituliskan, “Diduga efek program pilah sampah, warga malah buang sampah ke kanal”.
Video itu memperlihatkan persoalan yang muncul di lapangan bukan hanya soal pemisahan sampah organik dan anorganik, tetapi juga soal bagaimana warga memahami jalur pembuangan yang benar setelah aturan baru dijalankan.
Sorotan terhadap program ini menguat karena sebelumnya Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin juga mengakui sosialisasi program pilah sampah masih perlu diperkuat hingga tingkat RT dan RW.
“Makanya RT RW itu harus aktif, untuk memastikan. Banyak yang melapor ke saya bahwa sampai sekarang RT RW belum pernah datang. Nah ini, makanya sosialisasinya kan terus, terus, terus,” kata Munafri kepada wartawan (03/08).
Ia juga mengakui masih ada pengurus lingkungan yang belum memahami sepenuhnya konsep pemilahan sampah.
“Bahkan ada juga RT RW yang belum mengerti tentang ini. Ada juga yang salah pengertian. Contohnya, dia menganggap bahwa komposter itu ada cacing kita di rumah lagi untuk memancing. Kan berbeda-beda ini,” ujarnya.
Menurut Munafri, pemerintah akan terus memperkuat edukasi agar masyarakat memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan program tersebut.
“Nah inilah yang terus kami lakukan supaya bisa mendapatkan satu kesepahaman yang sama, untuk memastikan kita bisa mereduce sampah, kita bisa memilah sampah, kita bisa mengurangi timbulan sampah,” katanya.
Bahkan, sebelumnya juga sempat viral video seorang warga yang membawa nasi basi ke rumah RT karena bingung harus membuang sampah rumah tangga ke mana.
Kekhawatiran Dampak Baru di Lapangan
Praktisi lingkungan menilai program yang pada dasarnya baik bisa memunculkan masalah baru bila sosialisasi tidak dilakukan secara masif hingga ke tingkat paling bawah.

