Perintah Presiden: Tingkatkan Produksi Gula Melalui Penguatan BUMN dengan Replanting Plasma, Pengolahan Raw Sugar, dan Rafinasi

SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan peningkatan produksi gula melalui penguatan BUMN dengan replanting plasma, pengolahan raw sugar, dan rafinasi. Peningkatan produksi dilakukan untuk mencapai tagret swasembada dalam dua tahun.entan

Kementerian Pertanian pun bergerak cepat untuk mencapai target swasembada gula dalam dua tahun tersebut.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan langkah strategis dengan melakukan program peremajaan tebu yakni replanting plasma seluas 100 ribu hektare per tahun.

Salah satu langkah penting yang dilakukan Kementerian Pertanian untuk replanting plasma adalah bongkar ratoon.

Bongkar ratoon merupakan proses peremajaan tanaman tebu lama yang sudah dipanen 3 kali atau lebih.

Proses bongkar ratoon mencakup pembongkaran tunggul akar, pengolahan tanah, dan penanaman bibit baru yang lebih unggul untuk mendongkrak produktivitas dan rendemen gula.

Tanaman tebu yang sudah dipangkas (kepras) tiga kali atau lebih menghasilkan batang yang makin kecil dan sedikit.

Akar dan tunas lama sudah lelah dan tidak kuat menyerap makanan dengan baik dari tanah.

BACA JUGA:  Eksportir: Proses Sertifikat Ekspor Kementan Hanya Satu Hari

Karena itu, lahan perlu ditanami bibit baru yang lebih unggul agar hasil gula makin banyak.

Pengolahan Raw Sugar dan Rafinasi

Selain replanting plasma, Kementerian Pertanian juga menggalakkan proses pemurnian gula sehingga menghasilkan gula putih melalui pengolahan raw sugar dan proses rafinasi yang baik.

Gula yang dihasilkan melalui proses rafinasi adalah jenis gula murni yang telah melewati proses pemurnian dan pemutihan yang sangat panjang di pabrik.

SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan peningkatan produksi gula melalui penguatan BUMN dengan replanting plasma, pengolahan raw sugar, dan rafinasi. Peningkatan produksi dilakukan untuk mencapai tagret swasembada dalam dua tahun.entan

Kementerian Pertanian pun bergerak cepat untuk mencapai target swasembada gula dalam dua tahun tersebut.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan langkah strategis dengan melakukan program peremajaan tebu yakni replanting plasma seluas 100 ribu hektare per tahun.

Salah satu langkah penting yang dilakukan Kementerian Pertanian untuk replanting plasma adalah bongkar ratoon.

Bongkar ratoon merupakan proses peremajaan tanaman tebu lama yang sudah dipanen 3 kali atau lebih.

Proses bongkar ratoon mencakup pembongkaran tunggul akar, pengolahan tanah, dan penanaman bibit baru yang lebih unggul untuk mendongkrak produktivitas dan rendemen gula.

Tanaman tebu yang sudah dipangkas (kepras) tiga kali atau lebih menghasilkan batang yang makin kecil dan sedikit.

Akar dan tunas lama sudah lelah dan tidak kuat menyerap makanan dengan baik dari tanah.

BACA JUGA:  PM-AAS Tingkatkan Produksi Padi hingga 12,4 Ton per Hektare, Mentan Amran Optimistis

Karena itu, lahan perlu ditanami bibit baru yang lebih unggul agar hasil gula makin banyak.

Pengolahan Raw Sugar dan Rafinasi

Selain replanting plasma, Kementerian Pertanian juga menggalakkan proses pemurnian gula sehingga menghasilkan gula putih melalui pengolahan raw sugar dan proses rafinasi yang baik.

Gula yang dihasilkan melalui proses rafinasi adalah jenis gula murni yang telah melewati proses pemurnian dan pemutihan yang sangat panjang di pabrik.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru