27 C
Makassar
18 January 2026, 18:57 PM WITA

Cuaca Ekstrem Masih Berlangsung, Dampak Banjir di Makassar Justru Makin Mengecil

SulawesiPos.com – Di tengah cuaca ekstrem yang masih melanda Kota Makassar, dampak banjir tahunan di sejumlah wilayah justru menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pemerintah Kota Makassar mencatat, dari tiga kecamatan yang selama ini menjadi langganan banjir, pada periode cuaca ekstrem kali ini hanya satu wilayah yang sempat melakukan pengungsian, itu pun dalam durasi singkat.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyebut kondisi tersebut mencerminkan perbaikan dalam penanganan banjir, meski tekanan cuaca ekstrem masih berlangsung.

“Dari lima posko pengungsian yang sempat dibuka, saat ini tersisa dua posko dengan sekitar 50 kepala keluarga. Ini menandakan situasi sudah jauh lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Munafri dalam keterangan resmi laman Pemkot Makassar, Rabu (14/1/2026).

Meski dampak banjir mengecil, Munafri menegaskan Makassar belum sepenuhnya terbebas dari ancaman cuaca ekstrem.

Berdasarkan informasi BMKG, hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Februari.

Menurutnya, banjir di Makassar tidak bisa dilepaskan dari faktor geografis kota yang memiliki banyak wilayah cekungan serta kawasan bantaran sungai, sehingga mudah menahan air saat curah hujan meningkat.

Baca Juga: 
Air Surut, Puluhan Keluarga di Makassar Belum Sepenuhnya Bisa Kembali ke Rumah

Namun, Munafri mengungkapkan bahwa penyebab utama warga mengungsi bukan semata karena ketinggian genangan air, melainkan terganggunya sistem sanitasi rumah tangga.

“Banyak warga mengungsi karena fasilitas sanitasi seperti toilet dan saluran limbah terendam, sehingga tidak bisa digunakan meskipun ketinggian air tidak terlalu tinggi,” jelasnya.

Untuk mengurangi risiko banjir berulang, Pemkot Makassar saat ini tengah melakukan kajian teknis bersama sejumlah perguruan tinggi serta berkoordinasi dengan balai yang menangani sungai di wilayah Makassar.

SulawesiPos.com – Di tengah cuaca ekstrem yang masih melanda Kota Makassar, dampak banjir tahunan di sejumlah wilayah justru menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pemerintah Kota Makassar mencatat, dari tiga kecamatan yang selama ini menjadi langganan banjir, pada periode cuaca ekstrem kali ini hanya satu wilayah yang sempat melakukan pengungsian, itu pun dalam durasi singkat.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyebut kondisi tersebut mencerminkan perbaikan dalam penanganan banjir, meski tekanan cuaca ekstrem masih berlangsung.

“Dari lima posko pengungsian yang sempat dibuka, saat ini tersisa dua posko dengan sekitar 50 kepala keluarga. Ini menandakan situasi sudah jauh lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Munafri dalam keterangan resmi laman Pemkot Makassar, Rabu (14/1/2026).

Meski dampak banjir mengecil, Munafri menegaskan Makassar belum sepenuhnya terbebas dari ancaman cuaca ekstrem.

Berdasarkan informasi BMKG, hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Februari.

Menurutnya, banjir di Makassar tidak bisa dilepaskan dari faktor geografis kota yang memiliki banyak wilayah cekungan serta kawasan bantaran sungai, sehingga mudah menahan air saat curah hujan meningkat.

Baca Juga: 
Air Surut, Puluhan Keluarga di Makassar Belum Sepenuhnya Bisa Kembali ke Rumah

Namun, Munafri mengungkapkan bahwa penyebab utama warga mengungsi bukan semata karena ketinggian genangan air, melainkan terganggunya sistem sanitasi rumah tangga.

“Banyak warga mengungsi karena fasilitas sanitasi seperti toilet dan saluran limbah terendam, sehingga tidak bisa digunakan meskipun ketinggian air tidak terlalu tinggi,” jelasnya.

Untuk mengurangi risiko banjir berulang, Pemkot Makassar saat ini tengah melakukan kajian teknis bersama sejumlah perguruan tinggi serta berkoordinasi dengan balai yang menangani sungai di wilayah Makassar.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/