sulawesiPos.com – Karier Ansu Fati akhirnya memasuki babak baru.
Penyerang muda asal Spanyol tersebut dilaporkan segera resmi menjadi pemain permanen AS Monaco setelah klub Ligue 1 itu memutuskan mengaktifkan opsi pembelian dari Barcelona senilai €11 juta atau sekitar Rp194 miliar pada Senin, 1 Juni 2026.
Kesepakatan antara kedua klub dikabarkan telah memasuki tahap akhir.
Sejumlah laporan media Eropa menyebut seluruh dokumen utama telah disiapkan dan hanya tinggal menunggu pengumuman resmi dari pihak terkait.
Transfer ini sekaligus mengakhiri perjalanan panjang Fati bersama Barcelona, klub yang membesarkan namanya sejak akademi La Masia dan sempat digadang-gadang sebagai penerus generasi emas Camp Nou.
Meski melepas pemain berusia 23 tahun tersebut secara permanen, Barcelona tetap mengamankan kepentingan jangka panjang dengan menyisipkan klausul persentase penjualan kembali (sell-on clause).
Artinya, Blaugrana masih berpeluang memperoleh keuntungan apabila Monaco menjual Fati di masa mendatang.
Keputusan Barcelona melepas Fati tidak lepas dari perubahan proyek tim yang sedang dibangun pelatih Hansi Flick.
Sang pelatih disebut tidak memasukkan nama Fati ke dalam rencana utama musim depan karena persaingan ketat di sektor penyerangan.
Situasi semakin sulit setelah Barcelona mendatangkan pemain sayap baru yang membuat peluang bermain Fati semakin terbatas.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama dirinya memilih melanjutkan karier di Prancis.
Namun, keputusan meninggalkan Camp Nou justru menjadi titik balik kebangkitan kariernya.
Bersama Monaco, Fati berhasil menemukan kembali performa terbaik yang sempat hilang akibat rentetan cedera dalam beberapa musim terakhir.
Ia tampil lebih konsisten sepanjang kompetisi Ligue 1 dan mampu menjaga kondisi fisik dengan baik.
Penyerang yang pernah mengenakan nomor punggung 10 Barcelona tersebut sukses mencetak 11 gol sepanjang musim dan menjadi salah satu pemain penting dalam perjalanan Monaco mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan.
Performa impresif itu membuat manajemen Monaco tidak ragu untuk mengubah statusnya menjadi pemain permanen.
Meski demikian, kebangkitan Fati di level klub belum cukup untuk membawanya kembali ke Timnas Spanyol.
Pelatih La Roja, Luis de la Fuente, secara mengejutkan tidak memasukkan nama Ansu Fati ke dalam daftar akhir 26 pemain yang dibawa ke Piala Dunia 2026.
Keputusan tersebut menjadi salah satu topik yang banyak diperbincangkan publik sepak bola Spanyol.
Keluarga sang pemain dilaporkan merasa kecewa karena menilai performa Fati sepanjang musim layak mendapatkan kesempatan kembali membela tim nasional.
Absennya Fati dari skuad Piala Dunia menjadi pukulan tersendiri setelah ia bekerja keras untuk bangkit dari berbagai cedera yang sempat menghambat perkembangan kariernya.
Meski gagal tampil di panggung terbesar sepak bola dunia tahun ini, masa depan Ansu Fati masih terbuka lebar.
Usianya yang masih relatif muda membuat peluang untuk kembali memperkuat Timnas Spanyol di turnamen besar berikutnya tetap terbuka.
Kini fokus utama Fati adalah melanjutkan tren positif bersama AS Monaco.
Dengan status pemain permanen dan kepercayaan penuh dari klub, mantan wonderkid Barcelona tersebut memiliki kesempatan besar untuk mengembalikan reputasinya sebagai salah satu talenta terbaik yang pernah dimiliki sepak bola Spanyol.
Transfer permanen ke Monaco bisa menjadi awal dari kebangkitan besar Ansu Fati setelah beberapa tahun terakhir harus berjuang melawan cedera, tekanan, dan ekspektasi tinggi yang mengiringi kariernya sejak usia muda.

