SulawesiPos.com – Tiga peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil). Merespons insiden tersebut, Komisi I DPR RI menyampaikan belasungkawa sekaligus mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program.
Ketiga korban adalah Novia Rahmadhani, Anisa Muyassaroh, dan Yonanda Muhammad Taufiq. Mereka merupakan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang tengah menjalani Latsarmil di tiga lokasi berbeda, yakni Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan, Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, dan Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyampaikan duka cita mendalam dari Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (25/6). Ia menyatakan bahwa secara prosedur, proses seleksi termasuk pemeriksaan kesehatan sebenarnya telah dilalui oleh seluruh peserta.
“Sepengetahuan saya, proses rekrutmen kesehatan segala macam itu sudah dilalui. Namun, bila mana harus ada yang diperbaiki, ada yang diubah, ya itu adalah masukan yang harus diterima untuk menyempurnakan program tersebut,” ujar Dave.
Dave menambahkan, meskipun Latsarmil yang diberikan bersifat sangat dasar, program ini tetap mensyaratkan kondisi fisik tertentu dari para pesertanya. Ia meminta pelaksanaan pelatihan ini terus dievaluasi agar tujuan program dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pembangunan nasional dapat tercapai dengan aman.
Senada dengan Dave, Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi momentum perbaikan bagi penyelenggara.
“Peristiwa ini tentu menjadi perhatian serius dan diharapkan dapat dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan, keselamatan, prosedur pelaksanaan, serta pendampingan peserta agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” tegas Hasanuddin.


