SulawesiPos.com – Upaya pencarian Taufik Hidayat, terduga pelaku kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat terhadap Yuvita Tri Rejeki, mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Pada Selasa, 23 Juni 2026, Dedi mengumumkan sayembara berhadiah Rp250 juta bagi masyarakat yang berhasil memberikan informasi akurat mengenai keberadaan buronan tersebut.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk dukungan terhadap upaya aparat kepolisian yang hingga kini masih memburu terduga pelaku. Kasus ini telah menyita perhatian publik nasional setelah korban ditemukan dalam kondisi luka berat dan mengalami trauma fisik maupun psikologis akibat dugaan kekerasan yang berlangsung dalam waktu lama.
Dalam keterangannya yang disampaikan pada Selasa (23/6/2026), Dedi mengecam keras tindakan yang diduga dialami korban.
“Ada peristiwa biadab terjadi di Jawa Barat. Seorang perempuan yang dicari, disekap, dianiaya, dicacatkan dua matanya hingga tidak melihat lagi, dan bibirnya mungkin digunting, seluruh tubuhnya melepuh dan rusak,” kata Dedi.
Ia mengaku sangat geram terhadap tindakan pelaku dan optimistis aparat kepolisian mampu segera menangkap yang bersangkutan.
“Saya sangat marah terhadap pelaku laki-laki seperti ini. Saya meyakini bahwa tim Polda Jabar akan mampu dengan cepat menangkapnya,” ujarnya.
Buron Kasus Penganiayaan dan Penyekapan
Taufik Hidayat (30) diduga terlibat dalam kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita Tri Rejeki (29), warga Rancaekek, Kabupaten Bandung. Korban ditemukan dalam kondisi kritis dan kemudian menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Berdasarkan keterangan keluarga dan pihak pendamping, korban mengalami luka serius pada sejumlah bagian tubuh, termasuk kerusakan berat pada mata yang menyebabkan kebutaan permanen, luka pada wajah dan mulut, serta kehilangan beberapa gigi.
Kasus tersebut kini ditangani oleh Polda Jawa Barat yang masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. Sejumlah informasi mengenai keberadaan yang bersangkutan terus didalami untuk mempercepat proses penangkapan.
Hadiah untuk Informasi yang Valid
Dedi Mulyadi menegaskan hadiah Rp250 juta akan diberikan kepada masyarakat yang dapat membantu aparat menemukan keberadaan Taufik Hidayat, baik melalui informasi yang akurat maupun petunjuk yang dapat ditindaklanjuti oleh kepolisian.
“Tapi saya juga memberikan ruang bagi warga di manapun berada untuk berpartisipasi mencarinya dan siapa yang bisa menemukan Taufik Hidayat, menyerahkannya ke aparat atau menginformasikan keberadaannya, saya memberikan hadiah Rp250 juta sebagai bentuk partisipasi saya agar Taufik Hidayat segera ditemukan dan segera ditangkap,” tegas Dedi.

Pengumuman tersebut langsung mendapat respons luas dari masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak pihak berharap langkah itu dapat mempersempit ruang gerak pelaku sekaligus mempercepat proses penegakan hukum.
Polisi Terus Lakukan Pengejaran
Sejumlah laporan menyebutkan terduga pelaku beberapa kali berpindah lokasi untuk menghindari kejaran petugas. Aparat kepolisian masih mendalami berbagai informasi yang masuk dari masyarakat terkait kemungkinan lokasi persembunyiannya.
Publik berharap pelaku segera ditangkap agar proses hukum dapat berjalan dan korban memperoleh keadilan. Kasus Yuvita Tri Rejeki sendiri telah memicu gelombang simpati nasional serta mendapat perhatian dari berbagai lembaga perlindungan korban, pemerintah daerah, hingga tim hukum yang turut mendampingi keluarga korban.
Dengan semakin besarnya dukungan publik dan banyaknya pihak yang terlibat dalam pencarian, diharapkan proses penangkapan pelaku dapat segera dilakukan sehingga seluruh rangkaian kasus ini dapat diungkap secara tuntas.


