Dasco Temui Mahasiswa dari Atas Mobil Komando di DPR, Janji Teruskan Tuntutan ke Pemerintah

Sulawesipos.com – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa menemui massa mahasiswa di depan Gedung DPR, Jakarta, Jumat (19/6/2026), setelah menerima audiensi lebih dari 50 perwakilan demonstran di kompleks parlemen.

Dasco dan Saan naik ke atas mobil komando mahasiswa untuk menyampaikan hasil audiensi yang sebelumnya digelar bersama perwakilan mahasiswa dari sejumlah kampus dan organisasi.

Dilansir dari Antara, para perwakilan mahasiswa itu diterima di Ruangan Abdul Muis, Gedung Nusantara atau gedung kura-kura, kompleks parlemen, sekitar pukul 17.45 WIB.

Perwakilan mahasiswa yang hadir berasal dari Universitas Trisakti, Universitas Esa Unggul, Universitas Mercu Buana, hingga Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI.

“Barusan kami sudah melakukan audiensi menerima aspirasi dari teman-teman yang merupakan perwakilan kawan-kawan sekalian,” kata Dasco dari atas mobil komando, dikutip dari unggahan Tirto.

Dasco mengatakan sejumlah aspirasi mahasiswa telah langsung disampaikan kepada pihak eksekutif melalui sambungan telepon saat audiensi berlangsung.

BACA JUGA:  Meski Proyeksikan Ekonomi RI Melambat 4,7% pada 2026, Bank Dunia Nilai Fiskal Masih Kuat Jaga Subsidi BBM

“Beberapa aspirasi telah kami langsung sampaikan pertelepon kepada pihak eksekutif, baik menteri ESDM maupun kepala BGN dan didengarkan langsung aspirasi tersebut,” ujar Dasco.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, mulai dari pemulihan kondisi ekonomi-politik, penurunan harga bahan pokok dan BBM, hingga penghentian pemborosan APBN.

Antara melaporkan, mahasiswa Universitas Trisakti membawa tiga tuntutan yang disebut Tritura Trisakti, yakni pulihkan ekonomi dan politik, berantas inkompetensi pejabat, serta kembalikan supremasi sipil.

Tuntutan lain mencakup evaluasi program bermasalah, perbaikan komunikasi publik pemerintah, penolakan terhadap UU Polri, penghentian represivitas aparat, dan penolakan PSN yang dinilai merampas hak rakyat.

Dalam laporan Antara lainnya, Saan Mustopa mengatakan mahasiswa dapat langsung mendengar respons Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang.

“Semua berkomitmen untuk tetap menjaga stabilitas ekonomi dan politik secara nasional,” kata Saan dalam konferensi pers usai audiensi, dikutip dari Antara.

Terkait program Makan Bergizi Gratis atau MBG, Antara melaporkan pemerintah menjelaskan adanya efisiensi anggaran sekitar Rp70 triliun dari hasil penyisiran berbagai pos belanja yang kurang efektif.

BACA JUGA:  DPR dan Mahasiswa Kawal Efisiensi MBG, Penghematan Diproyeksi Capai Rp70 Triliun

Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti Dhenni Ribowo berharap DPR benar-benar menjalankan fungsi sebagai penyambung aspirasi masyarakat kepada pemerintah.

“Isu perut itu jangan dicoba-coba kepada masyarakat. Karena kalau masyarakat nanti sudah lapar, emosi, pasti pemerintah yang kena,” kata Dhenni.

DPR menyatakan aspirasi mahasiswa akan ditindaklanjuti melalui komunikasi dengan pemerintah dan kementerian terkait, sementara mahasiswa menunggu bukti konkret atas janji tersebut.

Sulawesipos.com – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa menemui massa mahasiswa di depan Gedung DPR, Jakarta, Jumat (19/6/2026), setelah menerima audiensi lebih dari 50 perwakilan demonstran di kompleks parlemen.

Dasco dan Saan naik ke atas mobil komando mahasiswa untuk menyampaikan hasil audiensi yang sebelumnya digelar bersama perwakilan mahasiswa dari sejumlah kampus dan organisasi.

Dilansir dari Antara, para perwakilan mahasiswa itu diterima di Ruangan Abdul Muis, Gedung Nusantara atau gedung kura-kura, kompleks parlemen, sekitar pukul 17.45 WIB.

Perwakilan mahasiswa yang hadir berasal dari Universitas Trisakti, Universitas Esa Unggul, Universitas Mercu Buana, hingga Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI.

“Barusan kami sudah melakukan audiensi menerima aspirasi dari teman-teman yang merupakan perwakilan kawan-kawan sekalian,” kata Dasco dari atas mobil komando, dikutip dari unggahan Tirto.

Dasco mengatakan sejumlah aspirasi mahasiswa telah langsung disampaikan kepada pihak eksekutif melalui sambungan telepon saat audiensi berlangsung.

BACA JUGA:  Prabowo Panggil Chatib Basri dan Luhut ke Istana, Bukan untuk Gantikan Purbaya

“Beberapa aspirasi telah kami langsung sampaikan pertelepon kepada pihak eksekutif, baik menteri ESDM maupun kepala BGN dan didengarkan langsung aspirasi tersebut,” ujar Dasco.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, mulai dari pemulihan kondisi ekonomi-politik, penurunan harga bahan pokok dan BBM, hingga penghentian pemborosan APBN.

Antara melaporkan, mahasiswa Universitas Trisakti membawa tiga tuntutan yang disebut Tritura Trisakti, yakni pulihkan ekonomi dan politik, berantas inkompetensi pejabat, serta kembalikan supremasi sipil.

Tuntutan lain mencakup evaluasi program bermasalah, perbaikan komunikasi publik pemerintah, penolakan terhadap UU Polri, penghentian represivitas aparat, dan penolakan PSN yang dinilai merampas hak rakyat.

Dalam laporan Antara lainnya, Saan Mustopa mengatakan mahasiswa dapat langsung mendengar respons Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang.

“Semua berkomitmen untuk tetap menjaga stabilitas ekonomi dan politik secara nasional,” kata Saan dalam konferensi pers usai audiensi, dikutip dari Antara.

Terkait program Makan Bergizi Gratis atau MBG, Antara melaporkan pemerintah menjelaskan adanya efisiensi anggaran sekitar Rp70 triliun dari hasil penyisiran berbagai pos belanja yang kurang efektif.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Pertimbangkan WFH untuk Hemat BBM di Tengah Ancaman Konflik Timur Tengah

Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti Dhenni Ribowo berharap DPR benar-benar menjalankan fungsi sebagai penyambung aspirasi masyarakat kepada pemerintah.

“Isu perut itu jangan dicoba-coba kepada masyarakat. Karena kalau masyarakat nanti sudah lapar, emosi, pasti pemerintah yang kena,” kata Dhenni.

DPR menyatakan aspirasi mahasiswa akan ditindaklanjuti melalui komunikasi dengan pemerintah dan kementerian terkait, sementara mahasiswa menunggu bukti konkret atas janji tersebut.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru