(SulawesiPos.com – Klinik Kesehatan Lacasino di Jl Adhyaksa Baru, Kota Makassar, kini menjadi sorotan. Terjadi kisruh di antara dua bersaudara terkait kepemilikan Lacasino, antara kakak sulung Langgo dengan adik bungsu Nona.
Informasi yang diperoleh SulawesiPos.com, Langgo yang nama lengkapnya Fahriansjah Farid melaporkan Nona atau Faradillah Farid ke Polda Sulsel dengan sangkaan dugaan tindak pidana menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta autentik.
Laporan itu dimasukkan sejak 8 April 2025. Dan, pada 15 April 2026, penyidik Polda Sulsel menetapkan Nona sebagai tersangka.
Direktur Reskrimum Polda Sulsel, Kombes Setiadi Sulaksono, yang dikonfirmasi mengenai status tersangka untuk Nona, tidak memberikan banyak keterangan.
“Sudah naik sidik, Mas,” ujar Kombes Setiadi melalui pesan WhatsApp.
Lacasino, klinik kesehatan yang sehari-hari selalu ramai dan melayani pasien BPJS itu, sejatinya singkatan nama panggilan empat bersaudara putra dan putri dari tokoh Sulsel Dokter Farid Husain.
Farid Husain adalah mantan Dirjen Bina Pelayanan Medik Kemenkes RI, yang juga merupakan tokoh pendamping Jusuf Kalla dalam perjanjian damai RI dan GAM di Helsinki tahun 2005 silam.
Lacasino merupakan singkatan dari nama Langgo, Cappo, Silong, dan Nona. Keempatnya nama panggilan dari Fahriansjah Farid, Fahrulsjah Farid, Fadlyansyah Farid, dan Faradillah Farid.
Nama Langgo Hilang dalam Akta
Dari beberapa pihak yang dikonfirmasi, diketahui bahwa laporan Langgo terhadap Nona didasari oleh dugaan menghilangkan nama Fahriansjah Farid (Langgo) dalam akta perubahan klinik CV Lacasino.
Dalam akta perubahan klinik Lacasino tahun 2012, yang dibuat di hadapan Notaris Tati Selastiwati, sebelumnya disebutkan terdapat tiga nama sebagai pemilik klinik, yaitu dr Fahriansjah Farid, dr Faradillah Farid, dan Rissa Anastasia.
Kuasa hukum Fahriansjah, Erzad Kasshiraghi, saat dikonfirmasi mengatakan, diduga Nona telah membuat akta perubahan dari dua akta sebelumnya, yaitu akta pendirian tahun 2009 dan akta perubahan di tahun 2012, diduga menghapus nama Fahriansjah dalam akta perubahan yang terakhir dibuat tahun 2020 lalu.
“Kami laporkan kasus ini sejak setahun lalu, 8 April 2025 di Polda Sulsel, dan telah dilakukan sejumlah pemeriksaan sekitar 8 orang saksi, termasuk klien kami sebagai saksi pelapor,” ungkap Erzad.
Menurut Erzad, informasi penetapan tersangka pada Nona Farid dilakukan Polda Sulsel, persis setahun setelah pelaporan, yakni pada 8 April lalu. Pihaknya mendapat penyampaian penetapan tersangka dari Direktorat Kriminal Umum Polda Sulsel atas laporan kliennya.
“Pasal yang dikenakan, Pasal 394 UU No 1 Tahun 2023, tentang KUHP baru, yang mengatur tindak pidana memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik, diancam pidana penjara maksimal 7 tahun,” tambah Erzad.
Sementara itu, terkait informasi penetapan tersangka, pihak Nona belum mau memberikan komentar. Hal ini disampaikan suami Faradillah, Asfar Mutaaly, saat berusaha dikonfirmasi SulawesiPos.com.
Banyak pihak yang berharap agar masalah ini bisa diselesaikan melalui proses mediasi ataupun restorative justice sehingga tak perlu berlanjut ke pengadilan.
Visi Besar di Balik Klinik Lacasino
Sebelumnya diberitakan, banyak yang menganggap nama Lacasino unik, karena bisa diasosiasikan sebagai kasino. Padahal, Lacasino sebenarnya adalah klinik kesehatan.
Anak ketiga, dr Silong —sapaan akrab Fadlyansyah Farid— menceritakan visi besar di balik berdirinya klinik ini pada tahun 2007 silam. Menurutnya, sang ayah mendirikan tempat ini dengan niat tulus untuk masyarakat.
“Di masa itu masih sedikit klinik di Kota Makassar. Keinginan beliau adalah membantu kesejahteraan warga Makassar agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, layak, dan profesional,” ujar Silong saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (17/4).
Meskipun sang pendiri telah berpulang lima tahun lalu pada 23 Maret 2021, semangat pengabdiannya tetap hidup di tangan anak-anaknya.
Saat ini, Klinik Lacasino dikelola langsung oleh dr Nona, yang juga memegang gelar Magister Administrasi Rumah Sakit lulusan FKM Unhas.
Dua kakaknya, Langgo dan Cappo, fokus berkarir di rumah sakit, dan Silong saat ini sedang menempuh pendidikan S3 Kedokteran di Hiroshima, Jepang.
Lacasino Pusat Kesehatan Komprehensif
Klinik Lacasino telah berkembang menjadi pusat layanan kesehatan yang komprehensif. Tidak hanya melayani pasien umum, klinik ini juga menjadi mitra BPJS Kesehatan dengan dukungan tenaga medis dokter umum hingga dokter gigi.
Fasilitasnya pun terbilang lengkap, mulai dari layanan vaksinasi meningitis, influenza, dan polio, hingga layanan khitan dan laboratorium kesehatan.
Untuk menjamin ketersediaan obat bagi pasien, klinik ini juga telah menjalin kemitraan strategis dengan jaringan apotek nasional, Kimia Farma.
Tak berhenti di Makassar, layanan kesehatan ini mulai melakukan ekspansi bisnis ke daerah penyangga. Kini, jejaring kliniknya telah hadir di Sungguminasa, Kabupaten Gowa, dengan nama Klinik Biodika Lacasino.(mna)

