Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Umumkan Temuan Potensi Sumber Daya Gas Raksasa di Kaltim

SulawesiPos.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengumumkan penemuan sumber daya gas raksasa di Kalimantan Timur.

Temuan tersebut berada di wilayah kerja Ganal yang dioperasikan oleh ENI dengan kepemilikan 82 persen, sementara 18 persen dimiliki Sinopec.

Potensi sumber daya yang ditemukan mencapai 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas serta sekitar 300 juta barel kondensat.

“Eni baru mendapatkan satu wilayah kerja baru gas jumbo dari Blok Geliga yang menghasilkan 5 Tcf untuk gas dan kita mendapat kondensat sekitar 300 juta barel minyak equivalent,” ujar Bahlil.

Bahlil menyebut produksi gas dari temuan ini ditargetkan mencapai 2.000 million standard cubic feet per day (MMSCFD) pada 2028.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan produksi saat ini yang berada di kisaran 600–700 MMSCFD.

Bahkan, pemerintah menargetkan produksi dapat meningkat hingga 3.000 MMSCFD pada 2030.

Selain gas, produksi kondensat diperkirakan mencapai sekitar 90 ribu barel per hari pada 2028 dan meningkat menjadi 150 ribu barel pada periode 2029–2030.

BACA JUGA: 
Indonesia Gandeng Rusia untuk Pasokan Minyak dan Infrastruktur Energi, Pemerintah Jamin Stok Aman hingga Akhir 2026

Hasil Eksplorasi Sumur Geliga dan Gula

Penemuan ini berasal dari pengeboran Sumur Geliga dengan kedalaman sekitar 5.100 meter di laut dalam sekitar 2.000 meter.

Temuan tersebut melanjutkan keberhasilan eksplorasi ENI di Cekungan Kutai, setelah sebelumnya menemukan cadangan besar di Geng North (2023) dan sumur Konta-1 (2025).

Selain itu, Sumur Gula juga mencatat potensi tambahan sekitar 2 TCF gas dan 75 juta barel kondensat.

Secara gabungan, kedua sumur tersebut diperkirakan mampu menghasilkan tambahan produksi hingga 1.000 MMSCFD gas dan 90.000 barel kondensat per hari.

Dalam pengembangannya, proyek North Hub akan menggunakan fasilitas terapung atau Floating Production Storage and Offloading (FPSO) dengan kapasitas hingga 1 miliar kaki kubik gas per hari.

Selain itu, proyek ini juga akan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, termasuk Kilang LNG Bontang.

Keputusan investasi akhir (FID) untuk proyek-proyek gas seperti Gendalo, Gandang, Geng North, dan Gehem turut mendukung percepatan pengembangan lapangan ini.

BACA JUGA: 
SDP HIPMI 2026 di Makassar, Bahlil Soroti Ekonomi Nasional-Goda Appi soal Golkar Sulsel

Perkuat Ketahanan Energi di Tengah Masalah Geopolitik

Bahlil menilai temuan ini sangat strategis bagi Indonesia, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Ia menyinggung konflik di Timur Tengah, termasuk ketegangan di Selat Hormuz, yang berdampak pada distribusi energi global.

“Kita tahu bahwa dalam kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu, ketegangan di Timur Tengah, Selat Hormuz ditutup, berdampak pada sebuah dinamika perekonomian yang mengarah kepada ketahanan energi di masing-masing negara,” ujarnya.

Temuan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga pasokan energi nasional di tengah persaingan global.

SulawesiPos.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengumumkan penemuan sumber daya gas raksasa di Kalimantan Timur.

Temuan tersebut berada di wilayah kerja Ganal yang dioperasikan oleh ENI dengan kepemilikan 82 persen, sementara 18 persen dimiliki Sinopec.

Potensi sumber daya yang ditemukan mencapai 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas serta sekitar 300 juta barel kondensat.

“Eni baru mendapatkan satu wilayah kerja baru gas jumbo dari Blok Geliga yang menghasilkan 5 Tcf untuk gas dan kita mendapat kondensat sekitar 300 juta barel minyak equivalent,” ujar Bahlil.

Bahlil menyebut produksi gas dari temuan ini ditargetkan mencapai 2.000 million standard cubic feet per day (MMSCFD) pada 2028.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan produksi saat ini yang berada di kisaran 600–700 MMSCFD.

Bahkan, pemerintah menargetkan produksi dapat meningkat hingga 3.000 MMSCFD pada 2030.

Selain gas, produksi kondensat diperkirakan mencapai sekitar 90 ribu barel per hari pada 2028 dan meningkat menjadi 150 ribu barel pada periode 2029–2030.

BACA JUGA: 
BBM Non-Subsidi Naik Tajam, Bahlil Sebut Pertamax Turbo untuk Orang Kaya

Hasil Eksplorasi Sumur Geliga dan Gula

Penemuan ini berasal dari pengeboran Sumur Geliga dengan kedalaman sekitar 5.100 meter di laut dalam sekitar 2.000 meter.

Temuan tersebut melanjutkan keberhasilan eksplorasi ENI di Cekungan Kutai, setelah sebelumnya menemukan cadangan besar di Geng North (2023) dan sumur Konta-1 (2025).

Selain itu, Sumur Gula juga mencatat potensi tambahan sekitar 2 TCF gas dan 75 juta barel kondensat.

Secara gabungan, kedua sumur tersebut diperkirakan mampu menghasilkan tambahan produksi hingga 1.000 MMSCFD gas dan 90.000 barel kondensat per hari.

Dalam pengembangannya, proyek North Hub akan menggunakan fasilitas terapung atau Floating Production Storage and Offloading (FPSO) dengan kapasitas hingga 1 miliar kaki kubik gas per hari.

Selain itu, proyek ini juga akan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, termasuk Kilang LNG Bontang.

Keputusan investasi akhir (FID) untuk proyek-proyek gas seperti Gendalo, Gandang, Geng North, dan Gehem turut mendukung percepatan pengembangan lapangan ini.

BACA JUGA: 
Indonesia Gandeng Rusia untuk Pasokan Minyak dan Infrastruktur Energi, Pemerintah Jamin Stok Aman hingga Akhir 2026

Perkuat Ketahanan Energi di Tengah Masalah Geopolitik

Bahlil menilai temuan ini sangat strategis bagi Indonesia, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Ia menyinggung konflik di Timur Tengah, termasuk ketegangan di Selat Hormuz, yang berdampak pada distribusi energi global.

“Kita tahu bahwa dalam kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu, ketegangan di Timur Tengah, Selat Hormuz ditutup, berdampak pada sebuah dinamika perekonomian yang mengarah kepada ketahanan energi di masing-masing negara,” ujarnya.

Temuan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga pasokan energi nasional di tengah persaingan global.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru