Sherly Tjoanda: Papa Saya Lahir dan Besar di Makassar, Suka Makan Nyuknyang

SulawesiPos.com – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda kembali menegaskan bahwa dirinya punya ikatan emosional yang kuat dengan Makassar. Bagaimana tidak, ayahnya lahir, besar, dan sekolah di Makassar.

Sherly Tjoanda mengungkapkan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam kegiatan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Hotel Claro Makassar, Kamis (26/3/2026).

Di hadapan Menteri Pertanian Andi Aman Sulaiman dan sekitar 3.000 pengusaha Bugis Makassar yang menghadiri kegiatan tersebut, Sherly Tjoanda menuturkan kembali cerita ayahnya yang suka makan nyuknyang atau bakso.

“Dulu beliau cerita, kalau mau makan nyukyang, belinya cuma satu mangkuk. Isinya hanya tiga butir nyuknyang. Kuahnya yang banyak, nasinya dua piring. Karena katanya duitnya nggak ada,” ujarnya.

Jadi, setiap kali ke Makassar, ayah Sherly makan nyuknyang banyak sekali. Katanya balas dendam, karena dulu tidak bisa makan banyak nyuknyang,” tambahnya.

Dari Bengkel, Kapal, hingga Cold Storage

Ayah Sherly belajar teknik dari sekolah milik Astra dan bisa punya bengkel. Lalu, belajar bikin kapal, dari punya kapal satu hingga punya puluhan kapal.

BACA JUGA: 
Sambut Ramadan, Mentan Amran Salurkan Bantuan bagi Masyarakat yang Membutuhkan

Tak sampai di situ, ayah Sherly belajar bikin cold storage untuk hasil perikanan. Dari situ, ia kemudian punya banyak cold storage dan bisa ekspor ke banyak negara.

Sherly dengan jujur mengakui lahir saat situasi ekonomi orangtuanya sudah nyaman. Ia bisa langsung menikmatinya tanpa perlu berusaha dari nol.

“Tapi, saya melihat dan belajar dari papa saya, yang memberikan pesan bahwa untuk hidup sukses itu kita harus bermanfaat bagi orang lain,” ujar Sherly.

Gubernur yang kekayaannya hampir Rp 1 triliun ini lalu menirukan pesan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahwa ketika sukses itu kita harus berbagi.

Sherly juga mengingatkan, menjadi pengusaha itu harus tangguh. Tangguh bukan berarti tidak pernah jatuh. Tapi, kalau jatuh, harus bisa bangkit lagi.

“Kita harus adaptif, kita harus lincah seperti Pak Mentan. Dan, Pak Mentan adalah contoh dari zero menjadi hero,” ujar Sherly.

SulawesiPos.com – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda kembali menegaskan bahwa dirinya punya ikatan emosional yang kuat dengan Makassar. Bagaimana tidak, ayahnya lahir, besar, dan sekolah di Makassar.

Sherly Tjoanda mengungkapkan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam kegiatan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Hotel Claro Makassar, Kamis (26/3/2026).

Di hadapan Menteri Pertanian Andi Aman Sulaiman dan sekitar 3.000 pengusaha Bugis Makassar yang menghadiri kegiatan tersebut, Sherly Tjoanda menuturkan kembali cerita ayahnya yang suka makan nyuknyang atau bakso.

“Dulu beliau cerita, kalau mau makan nyukyang, belinya cuma satu mangkuk. Isinya hanya tiga butir nyuknyang. Kuahnya yang banyak, nasinya dua piring. Karena katanya duitnya nggak ada,” ujarnya.

Jadi, setiap kali ke Makassar, ayah Sherly makan nyuknyang banyak sekali. Katanya balas dendam, karena dulu tidak bisa makan banyak nyuknyang,” tambahnya.

Dari Bengkel, Kapal, hingga Cold Storage

Ayah Sherly belajar teknik dari sekolah milik Astra dan bisa punya bengkel. Lalu, belajar bikin kapal, dari punya kapal satu hingga punya puluhan kapal.

BACA JUGA: 
Peserta PSBM XXVI Mulai Registrasi di Hotel Claro Makassar, Saudagar Nusantara Siap Perkuat Jejaring Bisnis

Tak sampai di situ, ayah Sherly belajar bikin cold storage untuk hasil perikanan. Dari situ, ia kemudian punya banyak cold storage dan bisa ekspor ke banyak negara.

Sherly dengan jujur mengakui lahir saat situasi ekonomi orangtuanya sudah nyaman. Ia bisa langsung menikmatinya tanpa perlu berusaha dari nol.

“Tapi, saya melihat dan belajar dari papa saya, yang memberikan pesan bahwa untuk hidup sukses itu kita harus bermanfaat bagi orang lain,” ujar Sherly.

Gubernur yang kekayaannya hampir Rp 1 triliun ini lalu menirukan pesan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahwa ketika sukses itu kita harus berbagi.

Sherly juga mengingatkan, menjadi pengusaha itu harus tangguh. Tangguh bukan berarti tidak pernah jatuh. Tapi, kalau jatuh, harus bisa bangkit lagi.

“Kita harus adaptif, kita harus lincah seperti Pak Mentan. Dan, Pak Mentan adalah contoh dari zero menjadi hero,” ujar Sherly.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru