Kehadiran para pejabat tinggi negara hingga kepala daerah dari berbagai wilayah ini semakin menegaskan bahwa PSBM bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan forum strategis dalam mendorong kolaborasi ekonomi nasional.
PSBM XXVI di Makassar dinilai lebih strategis dan berbasis aksi nyata. Prof Zainal Abidin Sahabuddin menegaskan pentingnya sinergi saudagar, pemerintah, dan tindak lanjut konkret untuk mendorong ekonomi.
Sherly juga mengingatkan, menjadi pengusaha itu harus tangguh. Tangguh bukan berarti tidak pernah jatuh. Tapi, kalau jatuh, harus bisa bangkit lagi. "Kita harus adaptif seperti Pak Mentan. Dan, Pak Mentan adalah contoh dari zero menjadi hero."
PSBM 2026 di Makassar menjadi ajang strategis pengusaha dan pemerintah daerah. Ketua BPP KKS, Andi Amran Sulaiman dorong kolaborasi dan peluang investasi di Indonesia Timur.
Wamen PPPA Veronica Tan dorong peran perempuan desa melalui kebun pangan lokal untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga. Program ini dipaparkan dalam PSBM XXVI Makassar dan didukung kolaborasi KemenPPPA–Kementan.
Sejarah Bugis-Makassar tidak dibangun oleh mereka yang hanya berkumpul. Ia dibangun oleh mereka yang berlayar yang meninggalkan daratan, menghadapi badai, dan pulang dengan hasil.
Dasad Latif kemudian melanjutkan, "Sebenarnya saya duduk dekat Supriansyah (anggota DPR RI), tapi saya bilang, tidak aman Ibu Sherly kalau tidak di dekat ulama." Hadirin langsung menjadi riuh mendengar klarifikasi Dasad Latif.
Jusuf Kalla menelepon Andi Amran Sulaiman untuk meminta maaf kepada warga KKSS karena tidak hadir di PSBM XXVI 2026 Makassar akibat agenda kemanusiaan di Thailand.
Sherly Tjoanda mengenakan busana khas Bugis Makassar, yakni Baju Bodo, dalam balutan warna merah. Terlihat cantik dan anggun. Sherly Tjoanda duduk di meja terdepan yang juga diduduki oleh Ketua Umum BPP KKSS Andi Amran Sulaiman.