PBB Kecam Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

SulawesiPos.com – Serangan air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, memicu perhatian luas dari komunitas internasional.

United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Komisaris Tinggi HAM, Volker Türk, menyampaikan kecaman keras terhadap aksi kekerasan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan melalui akun media sosial X milik UN Human Rights Office. Dalam unggahannya, Volker Türk menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden yang dialami Andrie Yunus.

“Sangat prihatin atas serangan air keras yang mengerikan terhadap Andrie Yunus,” tulis Volker Türk.

Kekerasan terhadap Aktivis Dinilai Ancaman Demokrasi

Menurut Volker Türk, tindakan kekerasan terhadap pembela hak asasi manusia merupakan ancaman serius bagi kebebasan sipil dan demokrasi.

Ia menegaskan bahwa pelaku serangan harus segera diusut dan dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

“Mereka yang bertanggung jawab atas tindakan kekerasan pengecut ini harus dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.

PBB juga menekankan pentingnya perlindungan bagi para aktivis HAM yang menjalankan tugas memperjuangkan keadilan dan menyuarakan kepentingan publik.

Baca Juga: 
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Polisi Didesak Usut Pelaku

“Para pembela HAM harus dilindungi dalam menjalankan pekerjaan penting mereka dan dapat menyuarakan isu-isu kepentingan publik tanpa rasa takut,” ujar Volker Türk.

Kronologi serangan terhadap Andrie Yunus

Serangan tersebut terjadi pada Kamis malam (12/3/2026) setelah Andrie Yunus menghadiri diskusi bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Insiden penyiraman air keras terjadi di kawasan Jalan Salemba, Jakarta.

Akibat serangan itu, Andrie Yunus mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen tubuhnya.

Saat ini ia masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

SulawesiPos.com – Serangan air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, memicu perhatian luas dari komunitas internasional.

United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Komisaris Tinggi HAM, Volker Türk, menyampaikan kecaman keras terhadap aksi kekerasan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan melalui akun media sosial X milik UN Human Rights Office. Dalam unggahannya, Volker Türk menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden yang dialami Andrie Yunus.

“Sangat prihatin atas serangan air keras yang mengerikan terhadap Andrie Yunus,” tulis Volker Türk.

Kekerasan terhadap Aktivis Dinilai Ancaman Demokrasi

Menurut Volker Türk, tindakan kekerasan terhadap pembela hak asasi manusia merupakan ancaman serius bagi kebebasan sipil dan demokrasi.

Ia menegaskan bahwa pelaku serangan harus segera diusut dan dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

“Mereka yang bertanggung jawab atas tindakan kekerasan pengecut ini harus dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.

PBB juga menekankan pentingnya perlindungan bagi para aktivis HAM yang menjalankan tugas memperjuangkan keadilan dan menyuarakan kepentingan publik.

Baca Juga: 
Sahroni Desak Polisi Usut Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Sebut berpotensi Adu Domba Pemerintah dan Rakyat

“Para pembela HAM harus dilindungi dalam menjalankan pekerjaan penting mereka dan dapat menyuarakan isu-isu kepentingan publik tanpa rasa takut,” ujar Volker Türk.

Kronologi serangan terhadap Andrie Yunus

Serangan tersebut terjadi pada Kamis malam (12/3/2026) setelah Andrie Yunus menghadiri diskusi bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Insiden penyiraman air keras terjadi di kawasan Jalan Salemba, Jakarta.

Akibat serangan itu, Andrie Yunus mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen tubuhnya.

Saat ini ia masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru