SulawesiPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah.
Dalam operasi terbaru di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, lembaga antirasuah tersebut mengamankan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.
Kabar penangkapan itu dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto.
“Benar, Cilacap,” kata Fitroh saat dikonfirmasi pada Jumat (13/3/2026).
Juru bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, tim penindakan mengamankan total 27 orang dalam operasi tersebut.
Salah satu di antaranya adalah Syamsul Auliya Rachman.
“Di mana hari ini tim mengamankan sejumlah 27 orang, salah satunya adalah Bupati Cilacap,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Saat ini, seluruh pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK.
Pemeriksaan dilakukan untuk menentukan status hukum mereka.
KPK memiliki waktu maksimal 1×24 jam sejak penangkapan untuk menetapkan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.
Profil Bupati Cilacap
Syamsul Auliya Rachman lahir di Cilacap pada 30 November 1985.
Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di daerah kelahirannya sebelum melanjutkan studi pemerintahan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Setelah lulus dari IPDN, Syamsul memulai karier sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.
Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjabat sebagai ajudan Bupati Cilacap saat itu, Tatto Suwarto Pamuji.
Posisi tersebut menjadi salah satu pengalaman penting yang memperluas pemahamannya mengenai tata kelola pemerintahan daerah.
Karier politiknya semakin menonjol ketika terpilih sebagai Wakil Bupati Cilacap pada periode 2017–2022.
Pengalaman tersebut memperkuat posisinya dalam pemerintahan daerah sekaligus memperluas jaringan politiknya.
Pada Pemilihan Kepala Daerah 2024, Syamsul maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Ammy Amalia Fatma Surya sebagai calon wakil bupati.
Pasangan tersebut memenangkan Pilkada dan membuat Syamsul resmi menjabat sebagai Bupati Cilacap untuk periode 2025–2030.
Di luar pemerintahan, Syamsul juga aktif di dunia politik melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang PKB Kabupaten Cilacap.
Harta Kekayaan Syamsul Auliya Rachman Rp12 Miliar
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan Syamsul Auliya Rachman tercatat sebesar Rp12.039.790.782 atau sekitar Rp12 miliar.
Sebagian besar kekayaannya berasal dari aset tanah dan bangunan yang berlokasi di Kabupaten Cilacap.
Tercatat terdapat dua bidang tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp8.150.000.000.
Selain itu, Syamsul juga memiliki sejumlah kendaraan, antara lain mobil Toyota minibus tahun 2021 dan Toyota SUV tahun 2024 dengan total nilai sekitar Rp1,4 miliar.
Ia juga melaporkan kepemilikan harta bergerak lainnya senilai Rp360 juta, kas dan setara kas sebesar Rp1.295.400.782, serta harta lainnya senilai Rp1.050.000.000.
Namun, dalam laporan tersebut juga tercatat utang sebesar Rp215.610.000. Setelah dikurangi utang, total kekayaan bersih Syamsul mencapai sekitar Rp12 miliar.

