Jelang Lebaran, Pemkot Makassar Gelar Pasar Murah di 9 Titik hingga H-1 Idul Fitri

SulawesiPos.com – Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) di sembilan titik lokasi hingga sehari menjelang Lebaran Idul Fitri 2026.

Program ini ditujukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus meringankan beban masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari raya.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin turun langsung meninjau pelaksanaan pasar murah di kawasan Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (13/3/2026).

Ia tiba sekitar pukul 10.15 Wita dan menyempatkan diri berdialog dengan warga yang antre membeli kebutuhan pokok, sembari memantau stok serta harga pangan yang dijual.

“Total ada sembilan titik yang dibuka hari ini. Ini sengaja kita lakukan untuk memberikan intervensi terhadap kebutuhan pangan masyarakat menjelang hari raya,” ujar Munafri.

Intervensi Harga untuk Tekan Beban Warga

Munafri menegaskan, pasar murah menjadi langkah nyata pemerintah daerah untuk menekan gejolak harga yang kerap terjadi menjelang Lebaran.

Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

Baca Juga: 
Asisten I Pemkot Makassar Andi Muhammad Yasir Wafat di Bulan Ramadhan, Dimakamkan di Panaikang

“Kita ingin memastikan masyarakat mendapatkan harga eceran yang sesuai dengan aturan pemerintah. Ini juga untuk menghindari selisih harga yang dimainkan oleh tengkulak,” jelasnya.

Ia memastikan kegiatan pasar murah tidak hanya berlangsung satu hari. GPM akan terus digelar hingga H-1 Lebaran di berbagai lokasi berbeda yang menyasar seluruh kecamatan di Makassar.

“Ini berjalan sampai H-1 Lebaran. Setiap hari kita buka di sembilan titik dan diupayakan menjangkau hampir seluruh kecamatan, minimal satu kelurahan setiap kecamatan,” katanya.

Munafri juga mengamati tingginya antusiasme warga yang memadati lokasi pasar murah sejak pagi hari, meski cuaca cukup terik. Demi pemerataan, pembelian bahan pokok dibatasi agar manfaat program bisa dirasakan lebih banyak warga.

“Alhamdulillah animo warga sangat bagus. Karena itu pembeliannya juga kita batasi supaya semua masyarakat punya kesempatan yang sama mendapatkan bahan pokok dengan harga yang sudah ditetapkan,” pungkasnya.

Usai meninjau titik pertama di area Monumen Mandala, Munafri melanjutkan kunjungan ke lokasi GPM lainnya di Jalan Kakatua, Kelurahan Parang, Kecamatan Mamajang.

Baca Juga: 
Sidang Isbat Idulfitri 2026 Digelar 19 Maret, Kemenag Libatkan BMKG hingga Ormas Islam

Dalam program pasar murah tersebut, masyarakat dapat membeli lima komoditas utama dengan harga subsidi, yakni beras 5 kilogram seharga Rp57.000, telur ayam satu rak Rp56.000, gula pasir Rp17.500 per kilogram, minyak goreng Rp15.000 per liter, serta tepung terigu Rp10.000 per kilogram.

SulawesiPos.com – Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) di sembilan titik lokasi hingga sehari menjelang Lebaran Idul Fitri 2026.

Program ini ditujukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus meringankan beban masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari raya.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin turun langsung meninjau pelaksanaan pasar murah di kawasan Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (13/3/2026).

Ia tiba sekitar pukul 10.15 Wita dan menyempatkan diri berdialog dengan warga yang antre membeli kebutuhan pokok, sembari memantau stok serta harga pangan yang dijual.

“Total ada sembilan titik yang dibuka hari ini. Ini sengaja kita lakukan untuk memberikan intervensi terhadap kebutuhan pangan masyarakat menjelang hari raya,” ujar Munafri.

Intervensi Harga untuk Tekan Beban Warga

Munafri menegaskan, pasar murah menjadi langkah nyata pemerintah daerah untuk menekan gejolak harga yang kerap terjadi menjelang Lebaran.

Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

Baca Juga: 
Jelang Mudik Lebaran 2026, Jalan Rusak di Sulsel Ditangani Tim Khusus dengan Aspal Dingin

“Kita ingin memastikan masyarakat mendapatkan harga eceran yang sesuai dengan aturan pemerintah. Ini juga untuk menghindari selisih harga yang dimainkan oleh tengkulak,” jelasnya.

Ia memastikan kegiatan pasar murah tidak hanya berlangsung satu hari. GPM akan terus digelar hingga H-1 Lebaran di berbagai lokasi berbeda yang menyasar seluruh kecamatan di Makassar.

“Ini berjalan sampai H-1 Lebaran. Setiap hari kita buka di sembilan titik dan diupayakan menjangkau hampir seluruh kecamatan, minimal satu kelurahan setiap kecamatan,” katanya.

Munafri juga mengamati tingginya antusiasme warga yang memadati lokasi pasar murah sejak pagi hari, meski cuaca cukup terik. Demi pemerataan, pembelian bahan pokok dibatasi agar manfaat program bisa dirasakan lebih banyak warga.

“Alhamdulillah animo warga sangat bagus. Karena itu pembeliannya juga kita batasi supaya semua masyarakat punya kesempatan yang sama mendapatkan bahan pokok dengan harga yang sudah ditetapkan,” pungkasnya.

Usai meninjau titik pertama di area Monumen Mandala, Munafri melanjutkan kunjungan ke lokasi GPM lainnya di Jalan Kakatua, Kelurahan Parang, Kecamatan Mamajang.

Baca Juga: 
Siap Berbagi THR Saat Lebaran? Berikut Cara Penukaran Uang Baru untuk THR Lebaran 2026  

Dalam program pasar murah tersebut, masyarakat dapat membeli lima komoditas utama dengan harga subsidi, yakni beras 5 kilogram seharga Rp57.000, telur ayam satu rak Rp56.000, gula pasir Rp17.500 per kilogram, minyak goreng Rp15.000 per liter, serta tepung terigu Rp10.000 per kilogram.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru