SulawesiPos.com – Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono menegaskan bahwa sikap Indonesia dalam menghadapi konflik internasional harus berpijak pada nilai-nilai yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
Ia menyoroti prinsip bahwa kemerdekaan merupakan hak setiap bangsa dan penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi.
“Kalimat tersebut bukan hanya deklarasi historis, tetapi juga menjadi fondasi moral sekaligus arah politik luar negeri Indonesia. Segala bentuk agresi, dominasi militer, dan pelanggaran kedaulatan pada dasarnya bertentangan dengan semangat konstitusi kita,” kata Mardiono saat Safari Ramadan di Pondok Pesantren Al-Ibrohimy Galis, Bangkalan, Madura, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, penyelesaian konflik melalui kekuatan senjata tidak sejalan dengan cita-cita perdamaian abadi dan keadilan sosial yang menjadi dasar negara.
Mardiono menegaskan bahwa dalam dinamika geopolitik global, Indonesia tidak terikat pada kepentingan blok kekuatan mana pun.
Ia menyebut Indonesia secara konsisten berpihak pada perdamaian, keadilan, serta penghormatan terhadap hukum internasional.
“Dalam situasi konflik internasional, Indonesia tidak berpihak pada kepentingan geopolitik tertentu. Indonesia berpihak pada perdamaian, keadilan, serta penghormatan terhadap hukum internasional,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mardiono juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan.
Ia menilai Indonesia memiliki kekuatan spiritual yang besar karena mayoritas penduduknya beragama Islam dan menjadi negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.
“Mari kita bergandeng tangan dan bersatu. Termasuk para ulama bersama para umara serta seluruh elemen bangsa, mari kita panjatkan doa agar tercipta perdamaian dunia,” ujarnya.
Selain membahas isu geopolitik global, Mardiono juga mengajak masyarakat dan para ulama mendukung program strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Program tersebut mencakup sejumlah prioritas nasional seperti pemberantasan korupsi, penguatan ketahanan pangan, ketahanan energi, serta berbagai agenda pembangunan lainnya.
“Safari Ramadan ini saya lakukan sebagai utusan khusus presiden untuk menyampaikan pesan-pesan kenegaraan, baik terkait dinamika politik dunia maupun persoalan yang ada di dalam negeri,” tegasnya.
Pesantren apresiasi kunjungan pemerintah
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ibrohimy Galis, KH Ibrohim Muchlis menyampaikan apresiasi atas kunjungan Mardiono beserta rombongan.
Ia berharap doa bersama yang dipanjatkan dapat membawa ketenangan bagi Indonesia di tengah situasi global yang tidak menentu.
“Alhamdulillah, kedatangan beliau menjadi penjelasan bagi kami. Mudah-mudahan dengan doa-doa kita, insyaallah Indonesia tetap aman dan tenteram, meskipun kondisi dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja,” pungkasnya.

