SulawesiPos.com – Dua ikon terbesar sepak bola dunia, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, kembali menjadi sorotan menjelang Piala Dunia FIFA 2026.
Kedua legenda yang telah mendominasi sepak bola selama hampir dua dekade itu berpeluang mencatatkan rekor bersejarah dengan tampil dalam enam edisi Piala Dunia secara berturut-turut.
Jika keduanya benar-benar turun ke lapangan pada turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, maka Messi dan Ronaldo akan menjadi pemain pertama yang mencapai pencapaian luar biasa tersebut dalam sejarah kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia.
Pencapaian ini semakin menegaskan status mereka sebagai dua pesepak bola paling berpengaruh sepanjang era modern.
Baik Messi maupun Ronaldo memulai perjalanan mereka di Piala Dunia FIFA 2006 yang berlangsung di Jerman.
Saat itu, keduanya masih berstatus bintang muda yang tengah menapaki puncak karier.
Sejak saat itu, mereka terus menjadi andalan tim nasional masing-masing dalam setiap edisi Piala Dunia:
Cristiano Ronaldo
- Jerman 2006
- Afrika Selatan 2010
- Brasil 2014
- Rusia 2018
- Qatar 2022
- Amerika Utara 2026 (berpeluang tampil)
Lionel Messi
- Jerman 2006
- Afrika Selatan 2010
- Brasil 2014
- Rusia 2018
- Qatar 2022
- Amerika Utara 2026 (berpeluang tampil)
Konsistensi mereka mempertahankan performa di level tertinggi selama hampir 20 tahun menjadi pencapaian yang sangat langka dalam dunia olahraga profesional.
Messi dan Ronaldo tidak hanya dikenal karena jumlah trofi atau penghargaan individu yang mereka raih.
Keduanya juga berhasil menjaga kebugaran dan kualitas permainan meski usia terus bertambah.
Cristiano Ronaldo yang kini memasuki usia 41 tahun masih menjadi salah satu figur penting di Timnas Portugal.
Sementara Lionel Messi tetap menjadi pemimpin sekaligus inspirasi utama bagi Timnas Argentina setelah membawa negaranya meraih gelar juara dunia pada edisi 2022 di Qatar.
Keberadaan mereka di Piala Dunia 2026 akan menjadi simbol keberlanjutan era yang telah membentuk wajah sepak bola global selama dua dekade terakhir.
Tampil dalam satu atau dua edisi Piala Dunia merupakan impian banyak pemain.
Namun mampu mempertahankan tempat di level internasional hingga enam edisi berturut-turut adalah pencapaian yang sangat sulit ditandingi.
Turnamen Piala Dunia digelar setiap empat tahun sekali. Artinya, seorang pemain harus mampu menjaga performa, kebugaran, dan konsistensi selama setidaknya 20 tahun untuk mencapai rekor serupa.
Faktor usia, cedera, persaingan generasi baru, hingga perubahan strategi tim nasional menjadi tantangan besar yang membuat rekor ini sangat istimewa.
Bagi banyak penggemar sepak bola, Piala Dunia 2026 kemungkinan menjadi panggung terakhir bagi Messi dan Ronaldo di kompetisi internasional terbesar.
Ungkapan “One Last Dance” yang ramai digunakan di media sosial menggambarkan harapan pecinta sepak bola untuk menyaksikan satu kali lagi aksi dua legenda tersebut di panggung dunia.
Meski belum ada kepastian apakah keduanya akan memainkan seluruh pertandingan, peluang tampil di turnamen tersebut sudah cukup untuk menciptakan antusiasme luar biasa dari penggemar di berbagai negara.
Terlepas dari siapa yang dianggap lebih hebat dalam perdebatan panjang antara Messi dan Ronaldo, keduanya telah meninggalkan warisan yang sulit disamai.
Messi dikenal melalui kreativitas, visi bermain, dan kemampuan teknis luar biasa yang membawanya meraih berbagai gelar bersama klub maupun tim nasional.
Di sisi lain, Ronaldo menjadi simbol kerja keras, profesionalisme, dan ketajaman mencetak gol di berbagai kompetisi elite dunia.
Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi bab terakhir dari rivalitas terbesar dalam sejarah sepak bola modern.
Jika keduanya tampil, dunia akan menyaksikan momen bersejarah ketika dua legenda yang mendefinisikan satu generasi sepak bola mencatatkan rekor enam edisi Piala Dunia secara beruntun.
Sebuah pencapaian yang mungkin akan bertahan sangat lama dalam buku sejarah FIFA.

