SulawesiPos.com – Di tengah guncangan politik pasca tewasnya Ali Khamenei, kabar mengenai keselamatan putranya, Mojtaba Khamenei, menjadi sorotan utama di Iran.
Terdapat sumber yang menyebut Mojtaba tidak berada di Teheran saat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel menghantam kantor pemimpin tertinggi.
Informasi ini meredam spekulasi yang sempat berkembang luas di media sosial mengenai nasib putra pemimpin tertinggi itu.
Sebelumnya, serangan AS dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) yang menewaskan Ali Khamenei di kantornya Teheran, Mojtaba diyakini turut masuk 40 ajudan utama Khemeni yang tewas.
Serangan tersebut terjadi dalam konteks eskalasi konflik kawasan yang telah memanas sejak pertengahan 2025, ketika sejumlah ilmuwan nuklir dan komandan senior Iran tewas dalam operasi militer.
Situasi ini mempertegas bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei diduga menjadi target.
Mojtaba sendiri dikenal sebagai ulama tingkat menengah dengan pengaruh kuat di lingkaran konservatif.
Meski ia  tidak memiliki peran resmi saat rezim sang ayah, tetapi ia diketahui memiliki kedekatan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang selama ini menjadi pilar utama pertahanan dan stabilitas rezim.
Meski jarang tampil di ruang publik, perannya di balik layar disebut cukup signifikan dalam sejumlah keputusan strategis.
Kini, setelah wafatnya sang ayah, keberadaan Mojtaba yang dipastikan selamat menempatkannya dalam posisi penting di tengah fase transisi Iran.

