Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Polisi Klaim Tindakan Sesuai Prosedur

SulawesiPos.com –  Remaja di Makassar bernama Betrand Eka Prasetyo (18) tewas usai tertembak oleh salah satu anggota Polsek Panakkukang, Inspektur Satu N yang hendak membubarkan aksi tawuran.

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Makassar Komisaris Besar Arya Perdana mengatakan apa yang dilakukan Iptu N hanya merespons keresahan warga dan tindakannya sudah sesuai prosedur.

Arya mengungkapkan, penembakan terjadi ketika polisi hendak membubarkan kasi tawuran menggunakan tembak-tembakan jenis ‘omega’ oleh sejumlah remaja di tengah Jalan Toddopuli Raya, Panakkukang, Makassar.

“Ada anak-anak muda sedang bermain senapan omega,” ujar Arya pada Selasa, (3/3/2026).

Aksi perang ini sudah beberapa hari terakhir meresahkan warga karena pelurunya dinilai cukup membahayakan.

“Ketika ditembakkan dari radius lima meter, efeknya cukup sakit,” kata Arya.

Oleh karenanya, banyak warga yang merasa resah, kemudian direspons pihak kepolisian dengan membubarkan aksi tawuran.

Iptu N yang bertugas pun mengambil tindakan berupa tembakan peringatan untuk bisa membubarkan massa, namun bahas senjata tiba-tiba meletus dan mengenai remaja bernama Betrand.

BACA JUGA: 
Kebiasaannya di Makassar Terbawa ke Ibu Kota, Nina Zatulini Cerita Minder Pakai Mukenah saat War Takjil di Benhil

“Kami punya diskresi untuk melakukan tembakan peringatan, namun ketika senjata tiba-tiba meletus, itu istilahnya kelalaian,” ujar Arya.

Polrestabes Makassar menjamin fakta-fakta dalam kasus ini tidak akan ditutup-tutupi sehingga publik bis percaya sepenuhnya kepada aparat sambil mengawal seluruh proses hukum yang terus berlangsung.

SulawesiPos.com –  Remaja di Makassar bernama Betrand Eka Prasetyo (18) tewas usai tertembak oleh salah satu anggota Polsek Panakkukang, Inspektur Satu N yang hendak membubarkan aksi tawuran.

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Makassar Komisaris Besar Arya Perdana mengatakan apa yang dilakukan Iptu N hanya merespons keresahan warga dan tindakannya sudah sesuai prosedur.

Arya mengungkapkan, penembakan terjadi ketika polisi hendak membubarkan kasi tawuran menggunakan tembak-tembakan jenis ‘omega’ oleh sejumlah remaja di tengah Jalan Toddopuli Raya, Panakkukang, Makassar.

“Ada anak-anak muda sedang bermain senapan omega,” ujar Arya pada Selasa, (3/3/2026).

Aksi perang ini sudah beberapa hari terakhir meresahkan warga karena pelurunya dinilai cukup membahayakan.

“Ketika ditembakkan dari radius lima meter, efeknya cukup sakit,” kata Arya.

Oleh karenanya, banyak warga yang merasa resah, kemudian direspons pihak kepolisian dengan membubarkan aksi tawuran.

Iptu N yang bertugas pun mengambil tindakan berupa tembakan peringatan untuk bisa membubarkan massa, namun bahas senjata tiba-tiba meletus dan mengenai remaja bernama Betrand.

BACA JUGA: 
Remaja Spesialis Curi Knalpot di Makassar Dibekuk, Dua Rekannya Masih Buron

“Kami punya diskresi untuk melakukan tembakan peringatan, namun ketika senjata tiba-tiba meletus, itu istilahnya kelalaian,” ujar Arya.

Polrestabes Makassar menjamin fakta-fakta dalam kasus ini tidak akan ditutup-tutupi sehingga publik bis percaya sepenuhnya kepada aparat sambil mengawal seluruh proses hukum yang terus berlangsung.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru