SulawesiPos.com – Hingga Jumat (20/2/2026), sebanyak 15 ton beras telah disalurkan kepada masyarakat kurang mampu di Makassar dalam program bantuan 100 ton beras yang digagas Menteri Pertanian sekaligus Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Amran Sulaiman.
Penyaluran ini merupakan bagian dari rangkaian bakti sosial menyambut Ramadan 1447 Hijriah.
Ketua Panitia Pembagian Beras, Andi Irwan Patawari, mengatakan distribusi masih terus berlangsung dan ditargetkan rampung dalam waktu dua pekan.
“Sampai dua hari ini, kurang lebih 15 ton yang sudah dibagikan,” ujarnya.
Dua Tahap Penyaluran
Program bantuan ini dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama difokuskan pada tetangga alumni IKA Unhas yang tergolong kurang mampu serta kaum duafa, agar manfaat program bisa langsung dirasakan di lingkungan terdekat alumni.
“Pertama untuk tetangga-tetangga IKA Unhas yang kurang mampu, kaum duafa, supaya keberadaan IKA Unhas di masyarakat itu bisa bermanfaat,” jelasnya.
Tahap kedua akan dilaksanakan pada pekan berikutnya, dengan fokus penyisiran kelompok miskin ekstrem, khususnya mereka yang bekerja harian untuk memenuhi kebutuhan makan pada hari yang sama.
“Yang kedua, tim akan melakukan penyisiran kepada kaum miskin ekstrem, yang bekerja untuk mendapat makan untuk hari itu,” tambahnya.
Adapun titik distribusi difokuskan di Kota Makassar, terutama di wilayah tempat para alumni IKA Unhas bermukim.
Panitia berharap bantuan 100 ton beras benar-benar tepat sasaran dan mampu meringankan beban masyarakat selama Ramadan sejak hari pertama.
“Kita berharap masyarakat selalu mendoakan Pak Amran sehat, diberikan rezeki agar selalu memberikan manfaat kepada masyarakat,” pungkas Andi Irwan Patawari.
Diluncurkan Sejak 17 Februari
Program 100 ton beras ini sebelumnya diluncurkan dalam kegiatan Kick Off Bakti Sosial IKA Unhas yang digelar di AAS Building lantai 1 pada Selasa (17/2/2026).
Dalam kesempatan itu, Andi Amran Sulaiman mengajak seluruh alumni untuk aktif mendata keluarga maupun tetangga yang membutuhkan bantuan pangan.
“Silakan para alumni bagikan ke tetangga atau keluarga yang tidak mampu,” kata Amran.
Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada masyarakat yang mengalami kesulitan pangan, terlebih di bulan suci Ramadan.
“Tidak boleh ada kelaparan anak bangsa sekarang,” tegas Andi Amran.

