SulawesiPos.com — Kericuhan suporter yang terjadi usai laga PSM Makassar kontra Persib Bandung pada Minggu, 17 Mei 2026 di Stadion Gelora BJ Habibie (GBH), Parepare, menyisakan sejumlah kerusakan fasilitas stadion.
Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) langsung melakukan inventarisasi terhadap berbagai titik yang mengalami kerusakan setelah pertandingan berlangsung.
Hasil pendataan sementara menunjukkan beberapa fasilitas stadion mengalami dampak cukup serius, mulai dari area lapangan, akses pintu keluar, meja fasilitas penonton, hingga toilet umum di sekitar stadion.
Pemkot Parepare pun meminta manajemen PSM Makassar segera bertanggung jawab atas kerusakan tersebut agar stadion kembali layak digunakan untuk pertandingan berikutnya.
Kepala Disporapar Parepare, Iskandar Nusu, mengungkapkan pihaknya turun langsung melakukan pemeriksaan sehari setelah pertandingan berakhir.
“Jadi, setelah pertandingan terakhir melawan Persib Bandung, terjadi kericuhan dari suporter. Setelah itu, besoknya kami turun inventarisasi bersama seluruh staf di Stadion GBH,” ujar Iskandar Nusu pada Jumat (22/05/2026).
Menurutnya, proses pendataan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh fasilitas yang rusak dapat segera diperbaiki.
Ia menegaskan ada beberapa titik yang menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan keamanan stadion.
“Dari hasil peninjauan itu, kami menemukan sejumlah kerusakan yang tersebar di area stadion.
Kerusakan tersebut meliputi komponen utama lapangan pertandingan, akses pintu keluar, meja di area depan, hingga toilet umum penonton,” jelasnya.
Iskandar menambahkan, kerusakan pada area gawang serta pintu darurat menjadi prioritas utama karena berpotensi mengganggu pelaksanaan pertandingan berikutnya dan sistem evakuasi penonton jika tidak segera diperbaiki.
“Kerusakan pada gawang dan akses pintu darurat menjadi perhatian utama. Sebab, hal itu bisa mengganggu jalannya pertandingan selanjutnya serta sistem keamanan evakuasi penonton,” tegasnya.
Situasi tersebut kini menjadi perhatian serius Pemkot Parepare mengingat Stadion Gelora BJ Habibie merupakan salah satu venue penting dalam kompetisi sepak bola nasional.
Pemerintah daerah berharap proses perbaikan dapat dilakukan secepat mungkin demi menjaga kualitas fasilitas stadion dan kenyamanan penonton.
Di sisi lain, insiden kericuhan suporter juga kembali memunculkan sorotan terkait pentingnya pengamanan dan pengelolaan massa dalam pertandingan sepak bola Indonesia.
Banyak pihak berharap kejadian serupa tidak kembali terulang pada musim mendatang.

