SulawesiPos.com – Umat Muslim kerap mengisi momentum hari-hari besar Islam, termasuk bulan Ramadan, dengan berziarah ke makam para ulama sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa dan nazar.
Di Sulawesi Selatan, salah satu tujuan ziarah religi yang paling ramai dikunjungi adalah Makam Syekh Yusuf.
Makam Syekh Yusuf berada di Jalan Syekh Yusuf, Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Lokasi ini dikenal sebagai salah satu pusat wisata religi yang setiap hari didatangi peziarah, mulai dari masyarakat umum hingga tokoh nasional.
Para pengunjung datang dengan berbagai niat, mulai dari mendoakan, mengenang perjuangan dakwah, hingga menunaikan nazar.
Pada momen Ramadan dan hari raya Islam, jumlah peziarah biasanya meningkat signifikan.
Daya Tarik Makam Syekh Yusuf
Kawasan makam Syekh Yusuf memiliki bangunan kubah besar berukuran sekitar 11 x 11 meter persegi dengan dua lapis pintu yang dijaga petugas. Di dalam kubah terdapat total 11 makam.
Peziarah umumnya menaburi bunga dan pandan iris yang disediakan pengelola ke makam Syekh Yusuf dan istrinya, I Sitti Daeng Nisanga.
Sembilan makam lainnya merupakan makam guru serta pengikut Syekh Yusuf.
Di dinding bagian dalam kubah terdapat kaligrafi Arab serta sejumlah foto, termasuk dokumentasi makam Syekh Yusuf di Afrika Selatan, yang menegaskan jejak perjuangannya lintas benua.
Tiket Masuk dan Akses Lokasi
Pengunjung dikenakan biaya ziarah sebesar Rp25.000 per orang.
Jarak tempuh dari Kota Makassar menuju lokasi makam di Gowa sekitar 50,5 kilometer dengan waktu perjalanan kurang lebih dua jam.
Akses menuju makam dapat ditempuh melalui Jalan Malino dengan kondisi jalan yang relatif baik dan mudah dilalui kendaraan pribadi maupun rombongan peziarah.
Siapa Sosok Syekh Yusuf?
Syekh Yusuf yang memiliki nama lengkap Syekh Yusuf al-Makassari Tajul Khalwatiy merupakan ulama besar asal Gowa yang lahir pada 3 Juli 1626.
Ia dikenal sebagai tokoh dakwah sekaligus pejuang yang menentang penjajahan Belanda.
Syekh Yusuf menyebarkan ajaran Islam hingga ke luar Nusantara dan menjalani masa pengasingan di Afrika Selatan.
Di sana, pengaruh dakwahnya menjadi fondasi awal berkembangnya komunitas Muslim di wilayah tersebut.
Atas jasa dan perjuangannya, Syekh Yusuf dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada 7 Agustus 1995.

