Warkop Daeng Anas bukan lagi sekadar tempat "ngopi", melainkan sekolah kehidupan tentang bagaimana sebuah kesabaran mampu mengubah warung kaki lima menjadi istana bagi para penikmat kopi.
"Kita bisa dapat banyak ilmu di sini, kita dapat 'living law' atau hukum yang hidup. Banyak isu-isu dalam republik ini yang dibahas bersama kopi dan kue-kue tradisional, oleh para legenda dari berbagai bidang," ungkap Prof Aidir.
Keunikan Warkop Daeng Anas terletak pada kesetiaannya menjaga teknik tradisional. Kopi di sini tetap diolah menggunakan teknik kopi tiam dengan ceret kuningan yang khas, memberikan aroma dan cita rasa yang konsisten dari waktu ke waktu.