SulawesiPos.com – Di perempatan Jalan RS Islam Faisal 12, terdapat sebuah warung kopi tradisional khas Makassar, tempat kumpulnya para legenda.
Dari legenda sepakbola, seperti mantan pelatih Timnas PSSI dan PSM Makassar Syamsuddin Umar, hingga legenda hukum Indonesia seperti mantan Menteri Hukum HAM Prof Hamid Awaludin dan mantan Irjen Kemenkuham Prof Aidir Amin Daud.
Selain itu, beberapa taipan Makassar juga kerap nongkrong di warkop besutan Nasrullah Nawir (51) yang akrab disapa Daeng Anas ini, seperti pengusaha Taupan Ansar, Idris Manggabarani, dan Amirullah Nur.
Ustaz kondang asal Makassar, Das’ad Latif, kerap mampir bersama rekannya, yang tergabung dalam Komunitas Meja Pojok Dg Anas. Beberapa tokoh yang tergabung di komunitas ini, seperti mantan Ketua DPRD Makassar Farouk M Betta, Wakil Ketua Kadin Satriya Majid, pengusaha rumput laut Arman Arfah, legenda PSM Najib Latandang, dan dr Onasis Ande.
Warkop ini mulai ramai sebelum pukul 06.00 Wita, saat komunitas jamaah subuh melanjutkan acara kumpul-kumpulnya dari masjid ke warkop.
Prof Aidir sering mampir di Warkop Dg Anas, baik sebelum berangkat ke kampus Unhas Tamalanrea, tempatnya mengabdi sebagai guru besar di Fakultas Hukum, ataupun saat janjian dengan sahabat-sahabatnya.

“Kita bisa dapat banyak ilmu di sini, kita dapat ‘living law’ atau hukum yang hidup. Banyak isu-isu dalam republik ini yang dibahas bersama kopi dan kue-kue tradisional, oleh para legenda dari berbagai bidang,” ungkap Prof Aidir.
Demikian pula dr Onasis, putra tokoh Sulsel pendiri travel umroh Tiga Utama, Ande Latif. Ia sering nongkrong sebelum atau setelah berangkat ke rumah sakit atau mengajar di Fakultas Kedokteran.
Onasis mengaku juga mendapat informasi tentang banyak hal dari teman nongkrongnya yang juga berlatar belakang ragam profesi, dari kalangan pengusaha hingga pengacara.
Sejak awal 2000-an, Warkop Dg Anas yang sebelumnya bernama Warkop Sumber Daya ini, saat masih di tempat alakadarnya, di Jalan AP Pettarani, kerap juga dijadikan homebase oleh kalangan wartawan dari berbagai media.
Saat Warkop Dg Anas pindah ke Jalan Pelita, para pewarta menjadikan warkop tersebut menjadi sekretariat tidak resmi bagai organisasi media, seperti AJI Makassar, PFI, dan IJTI Sulsel.
Dg Anas juga kerap memfasilitasi para jurnalis untuk mengundang narasumbernya menggelar keterangan pers, seperti Syahrul Yasin Limpo kala menjadi Gubernur Sulsel, atau Ilham Arief Sirajuddin saat menjabat dua periode Wali Kota Makassar.(mn abdurrahman)

