Dalam aksi unjuk rasa tersebut, para petani melakukan orasi dan juga membawa sejumlah spanduk, di antaranya berbunyi: "Pak Polisi, Segera Tangkap Feri Amsari. Kami Petani Kecewa". Spanduk lain bertuliskan: "Feri Amsari Pemecah-belah Bangsa. Tangkap
Pernyataan Feri Amsari yang menyebut swasembada pangan sebagai “kebohongan” Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar keliru, melainkan tudingan yang menyakiti 115 juta petani Indonesia. Selengkapnya baca beritanya.
Bidang Potren MUI Muhammad Farid Muttaqin Iskandar menilai pernyataan Feri Amsari soal swasembada pangan keliru. Ia menegaskan swasembada harus dilihat dari peningkatan produksi melalui irigasi, mekanisasi, benih unggul, dan dukungan pupuk.
Laskar Merah Putih Sulsel mengecam pernyataan Feri Amsari yang menyebut swasembada pangan palsu. Kahar Gani menilai pernyataan itu berpotensi meresahkan petani dan menyesatkan publik.
Ketua Umum IKAMI Sulsel, Andi In Amul Hasan, menegaskan bahwa pernyataan Feri Amsari terkait tudingan pemerintah tidak jujur dalam swasembada pangan merupakan narasi yang tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan publik.
GP Ansor menanggapi pernyataan Feri Amsari terkait swasembada pangan. Mereka menilai narasi tersebut menyesatkan dan tidak berbasis data, serta menegaskan capaian pemerintah.
KAMMI menanggapi pernyataan Feri Amsari terkait swasembada pangan. Organisasi ini menilai kritik tersebut tak mencerminkan kondisi lapangan dan menegaskan dukungan pada kebijakan Prabowo Subianto.
Pengamat pertanian Prof Hasil Sembiring mengkritik keras pernyataan Feri Amsari soal swasembada pangan. Data BPS 2025 menunjukkan Indonesia surplus beras dan cadangan tertinggi sepanjang sejarah.