SulawesiPos.com – Polresta Gowa mengerahkan para perwira untuk menjadi inspektur upacara di sejumlah sekolah tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Gowa, Senin (12/10/2026).
Langkah ini dilakukan untuk mencegah kenakalan remaja, termasuk tawuran, perundungan, penyalahgunaan narkoba, dan balap liar.
Pembinaan tersebut menjadi perhatian di tengah sejumlah kasus kekerasan yang melibatkan kelompok remaja di Sulawesi Selatan.
Di Makassar, seorang pengendara motor bernama Fadil terluka akibat terkena busur panah saat melintas di tengah tawuran antarkelompok di Jalan Kakatua 2, Selasa (6/10/2026).
Fadil disebut bukan bagian dari kelompok yang bertikai. Tawuran tersebut diduga melibatkan warga dari Kecamatan Mamajang dan Tamalate.
Kasus lain terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.
Sebanyak 18 remaja asal Kabupaten Maros diamankan polisi setelah diduga terlibat dalam tawuran yang menewaskan mahasiswa berinisial MAM (24).
Para remaja itu ditangkap di wilayah Maros setelah polisi melakukan pengejaran terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam peristiwa pada Minggu (4/10/2026) dini hari.
Kapolresta Gowa Ingatkan Pelajar Jauhi Tawuran
Dalam kegiatan di sekolah-sekolah, para perwira Polresta Gowa menyampaikan amanat Kapolresta Gowa Kombes Pol. Dr. H. Muh. Yusuf Usman, S.H., S.I.K., M.T., CIPA.
Ia menekankan pentingnya pembinaan karakter untuk menjaga keamanan dan ketertiban, termasuk di lingkungan pendidikan.
Yusuf mengajak pelajar agar fokus belajar, menghormati guru dan orang tua, menjaga persaudaraan, serta menjauhi perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Anak-anak kita adalah generasi penerus bangsa yang harus dijaga dan dibimbing bersama,” tegas Yusuf.
Ia juga mengingatkan siswa agar bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi informasi bohong atau hoaks yang dapat memicu bentrokan antarpelajar.
Menurutnya, masa depan ditentukan oleh kedisiplinan, etika, dan kehati-hatian dalam mengambil keputusan.
Polresta Gowa berharap kegiatan pembinaan di sekolah dapat membantu mencegah kenakalan remaja.
Upaya tersebut, menurut kepolisian, membutuhkan kerja sama antara polisi, pihak sekolah, dan orang tua agar pelajar mendapat pendampingan yang memadai.
Melalui kegiatan tersebut, Polresta Gowa berupaya mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan tertib serta mencegah pelajar terlibat dalam tindakan kriminalitas.


