Karhutla Sulsel Picu Ancaman Polusi Udara, Dinkes Ingatkan Warga Waspadai Gangguan Napas

SulawesiPos.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak hanya menjadi ancaman terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel mengingatkan warga mewaspadai gangguan pernapasan seiring potensi penurunan kualitas udara.

Kepala Dinkes Sulsel Evi Mustikawati Arifin mengatakan kondisi tersebut perlu diantisipasi, terutama di tengah kemarau dan fenomena El Nino yang meningkatkan risiko terjadinya karhutla di sejumlah wilayah.

Evi mengimbau masyarakat melakukan sejumlah langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan polusi udara.

“Untuk menyikapi peningkatan risiko karhutla serta potensi penurunan kualitas udara di wilayah Sulawesi Selatan, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan beberapa upaya pencegahan,” katanya di Makassar, Kamis (8/10/2026).

Salah satu langkah yang dianjurkan yakni menggunakan masker ketika berada di luar rumah maupun tempat ramai.

Masker dinilai dapat membantu mengurangi paparan partikel dan polutan yang terdapat di udara.

Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan pembersih tangan (hand sanitizer).

BACA JUGA:  Skrining TBC di Lapas dan Rutan Sulsel, Dinkes Temukan 320 Terdiagnosis Aktif

Selain itu, Evi mengingatkan warga menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut serta hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam.

Warga Diminta Jaga Kondisi Tubuh

Menghadapi kondisi udara yang berpotensi menurun, masyarakat juga dianjurkan memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi dengan cukup minum air agar terhindar dari dehidrasi.

Dalam kondisi cuaca panas, masyarakat diminta melindungi diri dari paparan sinar matahari secara langsung.

Perlindungan dapat dilakukan dengan menggunakan payung atau topi serta memilih pakaian yang longgar dan menyerap keringat.

Untuk menjaga daya tahan tubuh, Evi mengingatkan masyarakat mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tetap melakukan olahraga ringan, serta memastikan waktu tidur yang cukup.

Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan gangguan kesehatan yang muncul setelah terpapar polusi udara.

“Segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan akibat polusi udara,” ujarnya.

Karhutla Sulsel Masih Diwaspadai

Ancaman karhutla di Sulsel masih menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah kondisi El Nino dan musim kemarau.

BACA JUGA:  El Nino Picu Risiko Karhutla Sulsel, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulsel Kasman mengatakan karhutla dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi iklim, faktor alam, hingga faktor non-alam.

“Kalau kita berbicara karhutla ini, selain mungkin pengaruh El Nino, kemarau panjang, tentu juga ada faktor-faktor lainnya. Bisa faktor alam bisa non-alam,” katanya.

Pemprov Sulsel bersama TNI, Polri dan sejumlah unsur terkait masih melakukan penanganan karhutla di sejumlah wilayah.

Tim gabungan juga terus memantau titik-titik yang berpotensi mengalami kebakaran.

Hingga saat ini, seluruh kejadian karhutla yang ditangani tim gabungan di lapangan disebut masih dapat dikendalikan.

“Semua tertangani. Sementara itu, edukasi kepada masyarakat juga terus kami perkuat. Di tengah kondisi El Nino saat ini, kami mengajak warga untuk membuka lahan dengan cara-cara tanpa membakar,” ujar Kasman.

Dengan potensi karhutla dan penurunan kualitas udara tersebut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan sekaligus menjaga kondisi kesehatan, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

BACA JUGA:  112 Karhutla Terjadi di Sulsel Sepanjang 2026, Enrekang Catat Area Terbakar Terluas

SulawesiPos.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak hanya menjadi ancaman terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel mengingatkan warga mewaspadai gangguan pernapasan seiring potensi penurunan kualitas udara.

Kepala Dinkes Sulsel Evi Mustikawati Arifin mengatakan kondisi tersebut perlu diantisipasi, terutama di tengah kemarau dan fenomena El Nino yang meningkatkan risiko terjadinya karhutla di sejumlah wilayah.

Evi mengimbau masyarakat melakukan sejumlah langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan polusi udara.

“Untuk menyikapi peningkatan risiko karhutla serta potensi penurunan kualitas udara di wilayah Sulawesi Selatan, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan beberapa upaya pencegahan,” katanya di Makassar, Kamis (8/10/2026).

Salah satu langkah yang dianjurkan yakni menggunakan masker ketika berada di luar rumah maupun tempat ramai.

Masker dinilai dapat membantu mengurangi paparan partikel dan polutan yang terdapat di udara.

Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan pembersih tangan (hand sanitizer).

BACA JUGA:  Campak Merebak di Sulsel, Kemenkes Tetapkan KLB di Tujuh Daerah

Selain itu, Evi mengingatkan warga menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut serta hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam.

Warga Diminta Jaga Kondisi Tubuh

Menghadapi kondisi udara yang berpotensi menurun, masyarakat juga dianjurkan memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi dengan cukup minum air agar terhindar dari dehidrasi.

Dalam kondisi cuaca panas, masyarakat diminta melindungi diri dari paparan sinar matahari secara langsung.

Perlindungan dapat dilakukan dengan menggunakan payung atau topi serta memilih pakaian yang longgar dan menyerap keringat.

Untuk menjaga daya tahan tubuh, Evi mengingatkan masyarakat mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tetap melakukan olahraga ringan, serta memastikan waktu tidur yang cukup.

Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan gangguan kesehatan yang muncul setelah terpapar polusi udara.

“Segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan akibat polusi udara,” ujarnya.

Karhutla Sulsel Masih Diwaspadai

Ancaman karhutla di Sulsel masih menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah kondisi El Nino dan musim kemarau.

BACA JUGA:  Cegah Keracunan MBG, KPPG Makassar Perketat Rantai Pasok Bahan Baku hingga Gandeng BBPOM

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulsel Kasman mengatakan karhutla dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi iklim, faktor alam, hingga faktor non-alam.

“Kalau kita berbicara karhutla ini, selain mungkin pengaruh El Nino, kemarau panjang, tentu juga ada faktor-faktor lainnya. Bisa faktor alam bisa non-alam,” katanya.

Pemprov Sulsel bersama TNI, Polri dan sejumlah unsur terkait masih melakukan penanganan karhutla di sejumlah wilayah.

Tim gabungan juga terus memantau titik-titik yang berpotensi mengalami kebakaran.

Hingga saat ini, seluruh kejadian karhutla yang ditangani tim gabungan di lapangan disebut masih dapat dikendalikan.

“Semua tertangani. Sementara itu, edukasi kepada masyarakat juga terus kami perkuat. Di tengah kondisi El Nino saat ini, kami mengajak warga untuk membuka lahan dengan cara-cara tanpa membakar,” ujar Kasman.

Dengan potensi karhutla dan penurunan kualitas udara tersebut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan sekaligus menjaga kondisi kesehatan, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

BACA JUGA:  El Nino Bikin Lahan Kering, BMKG Sulsel Tegaskan Tak Bisa Menyebabkan Api

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru