Ibunda Ferdy Sambo Dimakamkan di Patane Keluarga, Tradisi Luwu-Toraja Iringi Prosesi Pemakaman

SulawesiPos.com – Prosesi pemakaman Ridha Sampetondok, ibunda Ferdy Sambo, berlangsung di tengah tradisi masyarakat Luwu-Toraja di Batusitanduk, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Jumat (2/10/2026).

Jenazah Ridha dimakamkan di Patane, tempat pemakaman keluarga Sampetondok yang berada tepat di belakang rumah orang tua almarhumah. Prosesi pemakaman diikuti keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Camat Walenrang Ikram Ramin mengatakan, lokasi pemakaman tersebut merupakan Patane keluarga Sampetondok yang berada di belakang rumah orang tua Ridha.

“Dikebumikan di pemakaman Patane keluarga, belakang rumahnya ji orang tuanya almarhum,” kata Ikram kepada media.

Salah satu bagian prosesi yang menarik perhatian adalah saat peti jenazah dibawa menuju Patane. Warga menandu peti berwarna putih menggunakan bambu melalui jalan yang menanjak menuju lokasi pemakaman.

Peti tersebut diangkat dan ditandu secara beraturan oleh warga, diiringi sorak-sorai hingga tiba di Patane. Sesampainya di lokasi, keluarga tampak menangis dan memegang peti jenazah sebelum prosesi pemakaman dilanjutkan.

BACA JUGA:  Lindsey Graham, Senator Partai Republik yang Berpengaruh dan Pendukung Utama Serangan terhadap Iran, Wafat pada Usia 71 Tahun

Pemakaman Ridha dilakukan mengikuti tradisi masyarakat asli Luwu-Toraja. Di Patane tersebut juga terdapat makam anggota keluarga Sampetondok, termasuk anak Ridha, almarhumah Dian Marina Sambo.

Ferdy Sambo Tak Hadir di Pemakaman

Ridha Sampetondok meninggal dunia di Rumah Sakit Hermina Makassar pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 23.00 Wita. Ia wafat dalam usia 80 tahun setelah mengalami sakit.

Kabar duka tersebut disampaikan pihak keluarga, termasuk Kolonel Purnawirawan Amsal Sampetondok yang merupakan adik almarhumah.

Sebelum diberangkatkan ke Luwu, jenazah Ridha disemayamkan di kediaman keluarga di Kompleks Keuangan Makassar.

Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans dengan pengawalan kendaraan PJR Polda/Polres Pelabuhan menuju Kabupaten Luwu.

Rombongan sempat melewati Toraja Utara dan beristirahat di rumah keluarga besar Sambo di Tokurapu’, Rantepao.

Sejumlah pejabat dan tokoh daerah turut melepas rombongan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Walenrang.

Dalam prosesi pelepasan di Batusitanduk, Wakil Bupati Luwu Dhevy Pawindu menyampaikan belasungkawa.

Sejumlah tokoh masyarakat, anggota DPRD, pimpinan OPD serta mantan pejabat lingkup Pemda Luwu turut hadir memberikan penghormatan terakhir.

BACA JUGA:  Delegasi Arab Saudi Hadiri Pemakaman Ali Khamenei, Sampaikan Belasungkawa Resmi Raja Salman

Ibadah pemakaman dipimpin Pdt Reni dari Gereja Toraja Jemaat Batusitanduk.

Leo Sambo, anak pertama Ridha, menyampaikan bahwa kepergian ibunya sempat membuat keluarga tidak percaya. Namun, keluarga akhirnya menerima kepergian tersebut dengan ikhlas.

Leo juga menyebut, Ferdy Sambo tidak dapat hadir secara langsung dalam pemakaman karena masih menjalani masa pidana di lembaga pemasyarakatan.

“Yah dia sangat bersedih tidak hadir langsung dalam Pemakaman Ibunda kami,” ujar Leo.

Menurut Leo, pertemuan terakhir Ridha dengan Ferdy dan menantunya, Putri, berlangsung pada Juli 2026. Saat itu, Leo mendampingi ibunya menjenguk keduanya di lapas.

Ridha juga sempat mendampingi anak-anak Ferdy saat menghadiri pelantikan cucunya, Tribrata Sambo, sebagai perwira muda di Istana Presiden pada 2026.

Leo mengatakan, ibunya memiliki kebanggaan tersendiri karena pernah hadir di Istana Presiden dalam dua momen berbeda.

Pertama ketika Ferdy dilantik sebagai anggota Akpol pada 1994 dan kedua saat cucunya, Tribrata, dilantik sebagai perwira Akpol pada 2026.

BACA JUGA:  Aktor Senior Diding Boneng Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun

Keluarga menyampaikan terima kasih atas simpati dan dukungan yang diberikan kerabat serta sahabat atas meninggalnya Ridha.

Dukungan tersebut juga terlihat dari banyaknya karangan bunga yang dikirimkan untuk keluarga, termasuk yang ditujukan kepada Ferdy Sambo.

Adik almarhumah, Amsal Sampetondok, mengatakan dukungan duka cita berupa karangan bunga dari sahabat Ferdy Sambo yang berada di sekitar Kompleks Keuangan Makassar mencapai sekitar 500 buah.

“Turut berduka cita saja mau di apa, dukungan duka cita dari rekan, sahabat, teman Ferdy Sambo sangat banyak melalui papan karangan bunga duka mencapai kurang lebih 500-an. Perhatian simpati teman sahabatnya buat FS sangat besar,” tandas Amsal.

SulawesiPos.com – Prosesi pemakaman Ridha Sampetondok, ibunda Ferdy Sambo, berlangsung di tengah tradisi masyarakat Luwu-Toraja di Batusitanduk, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Jumat (2/10/2026).

Jenazah Ridha dimakamkan di Patane, tempat pemakaman keluarga Sampetondok yang berada tepat di belakang rumah orang tua almarhumah. Prosesi pemakaman diikuti keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Camat Walenrang Ikram Ramin mengatakan, lokasi pemakaman tersebut merupakan Patane keluarga Sampetondok yang berada di belakang rumah orang tua Ridha.

“Dikebumikan di pemakaman Patane keluarga, belakang rumahnya ji orang tuanya almarhum,” kata Ikram kepada media.

Salah satu bagian prosesi yang menarik perhatian adalah saat peti jenazah dibawa menuju Patane. Warga menandu peti berwarna putih menggunakan bambu melalui jalan yang menanjak menuju lokasi pemakaman.

Peti tersebut diangkat dan ditandu secara beraturan oleh warga, diiringi sorak-sorai hingga tiba di Patane. Sesampainya di lokasi, keluarga tampak menangis dan memegang peti jenazah sebelum prosesi pemakaman dilanjutkan.

BACA JUGA:  Dunia Pendakian Berduka, Pendaki 14 Gunung Tertinggi Dunia Nirmal Purja Ditemukan Meninggal di Broad Peak Pakistan

Pemakaman Ridha dilakukan mengikuti tradisi masyarakat asli Luwu-Toraja. Di Patane tersebut juga terdapat makam anggota keluarga Sampetondok, termasuk anak Ridha, almarhumah Dian Marina Sambo.

Ferdy Sambo Tak Hadir di Pemakaman

Ridha Sampetondok meninggal dunia di Rumah Sakit Hermina Makassar pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 23.00 Wita. Ia wafat dalam usia 80 tahun setelah mengalami sakit.

Kabar duka tersebut disampaikan pihak keluarga, termasuk Kolonel Purnawirawan Amsal Sampetondok yang merupakan adik almarhumah.

Sebelum diberangkatkan ke Luwu, jenazah Ridha disemayamkan di kediaman keluarga di Kompleks Keuangan Makassar.

Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans dengan pengawalan kendaraan PJR Polda/Polres Pelabuhan menuju Kabupaten Luwu.

Rombongan sempat melewati Toraja Utara dan beristirahat di rumah keluarga besar Sambo di Tokurapu’, Rantepao.

Sejumlah pejabat dan tokoh daerah turut melepas rombongan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Walenrang.

Dalam prosesi pelepasan di Batusitanduk, Wakil Bupati Luwu Dhevy Pawindu menyampaikan belasungkawa.

Sejumlah tokoh masyarakat, anggota DPRD, pimpinan OPD serta mantan pejabat lingkup Pemda Luwu turut hadir memberikan penghormatan terakhir.

BACA JUGA:  Putra Ferdy Sambo Resmi Jadi Perwira Polri, Pernah Viral usai Selamatkan Remaja Hanyut di Aceh

Ibadah pemakaman dipimpin Pdt Reni dari Gereja Toraja Jemaat Batusitanduk.

Leo Sambo, anak pertama Ridha, menyampaikan bahwa kepergian ibunya sempat membuat keluarga tidak percaya. Namun, keluarga akhirnya menerima kepergian tersebut dengan ikhlas.

Leo juga menyebut, Ferdy Sambo tidak dapat hadir secara langsung dalam pemakaman karena masih menjalani masa pidana di lembaga pemasyarakatan.

“Yah dia sangat bersedih tidak hadir langsung dalam Pemakaman Ibunda kami,” ujar Leo.

Menurut Leo, pertemuan terakhir Ridha dengan Ferdy dan menantunya, Putri, berlangsung pada Juli 2026. Saat itu, Leo mendampingi ibunya menjenguk keduanya di lapas.

Ridha juga sempat mendampingi anak-anak Ferdy saat menghadiri pelantikan cucunya, Tribrata Sambo, sebagai perwira muda di Istana Presiden pada 2026.

Leo mengatakan, ibunya memiliki kebanggaan tersendiri karena pernah hadir di Istana Presiden dalam dua momen berbeda.

Pertama ketika Ferdy dilantik sebagai anggota Akpol pada 1994 dan kedua saat cucunya, Tribrata, dilantik sebagai perwira Akpol pada 2026.

BACA JUGA:  Politisi PDIP Sulsel dr Fadli Ananda Sampaikan Duka atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra

Keluarga menyampaikan terima kasih atas simpati dan dukungan yang diberikan kerabat serta sahabat atas meninggalnya Ridha.

Dukungan tersebut juga terlihat dari banyaknya karangan bunga yang dikirimkan untuk keluarga, termasuk yang ditujukan kepada Ferdy Sambo.

Adik almarhumah, Amsal Sampetondok, mengatakan dukungan duka cita berupa karangan bunga dari sahabat Ferdy Sambo yang berada di sekitar Kompleks Keuangan Makassar mencapai sekitar 500 buah.

“Turut berduka cita saja mau di apa, dukungan duka cita dari rekan, sahabat, teman Ferdy Sambo sangat banyak melalui papan karangan bunga duka mencapai kurang lebih 500-an. Perhatian simpati teman sahabatnya buat FS sangat besar,” tandas Amsal.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru