SulawesiPos.com – Tiga benda yang diduga merupakan bahan peledak yang ditemukan buruh bangunan saat menggali pondasi rumah di Kelurahan Masumpu, Kabupaten Bone, kini memasuki tahap akhir penanganan.
Setelah dievakuasi oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Sat Brimob Batalyon C Pelopor, tiga benda yang diduga terdiri dari satu granat manggis dan dua granat nanas tersebut dijadwalkan dimusnahkan melalui proses disposal di Lapangan Tembak Desa Lemoape, Kecamatan Palakka, Kamis (24/9/2026).
Sebelumnya, ketiga benda tersebut ditemukan Rano Ihsan, seorang buruh bangunan, saat menggali tanah untuk pondasi rumah di Jalan Andi Ali Petta Cenrana, Kelurahan Masumpu, Kecamatan Tanete Riattang, Rabu (23/9/2026).
Rano awalnya menggunakan linggis untuk menggali tanah. Namun, linggisnya tiba-tiba mengenai benda keras yang mencurigakan. Setelah diperiksa, ia mendapati tiga benda yang bentuknya menyerupai bahan peledak.
“Saya lagi gali tanah untuk pondasi, tiba-tiba ada benda terkena linggis. Saat saya lihat ternyata seperti bom, jadi saya laporkan ke warga,” ujar Rano.

Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian. Tim Jibom Sat Brimob Batalyon C Pelopor yang dipimpin Danyon C Pelopor Kompol Rudi Mandaka bersama personel Polres Bone dan Polsek Tanete Riattang langsung mendatangi lokasi.
Petugas melakukan sterilisasi sebelum memeriksa dan mengevakuasi benda tersebut. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan ketiganya masih dalam kondisi aktif sehingga penanganan dilakukan dengan prosedur khusus. Setelah berhasil dievakuasi, ketiga benda tersebut dibawa ke Mako Brimob untuk diamankan sebelum proses pemusnahan.
Dipusatkan di Lemoape
Lapangan Tembak Desa Lemoape dipilih sebagai lokasi disposal. Tempat tersebut sebelumnya juga pernah digunakan untuk pemusnahan bahan peledak oleh personel Jibom karena berada jauh dari permukiman warga.
Pemusnahan bahan peledak di Lemoape bukan kali pertama dilakukan. Pada 2023, Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Sulsel juga melakukan disposal ratusan detonator dan bahan peledak lainnya di lokasi tersebut.
Untuk temuan terbaru ini, proses disposal dilakukan sebagai tindak lanjut pengamanan tiga benda yang ditemukan di lokasi pembangunan rumah.
Sementara itu, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui asal-usul ketiga bahan peledak tersebut hingga berada di dalam tanah di lokasi pembangunan rumah.
Masyarakat kembali diingatkan untuk tidak menyentuh, mengangkat, atau memindahkan benda yang dicurigai sebagai bahan peledak.
Jika menemukan benda mencurigakan, warga diminta segera menjauh dari lokasi dan melaporkannya kepada aparat kepolisian agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki kemampuan khusus. (kar)


