Satgas BBM Bone Jadi Rujukan, BupAAS Siapkan CCTV di Semua SPBU

SulawesiPos.com – Pemerintah Kabupaten Bone memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Langkah itu dilakukan untuk memastikan distribusi BBM berjalan tertib, tepat sasaran, sekaligus mencegah antrean panjang di sejumlah SPBU.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengikuti rapat evaluasi dan monitoring penyaluran BBM bersubsidi bersama Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman secara daring, Senin (14/9/2026).

Rapat tersebut diikuti seluruh bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan.

Di Kabupaten Bone, kegiatan berlangsung di Baruga La Tea RI Duni. Hadir Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin, Ketua DPRD Bone A. Tenri Walinonong, Dandim 1407 Bone Letkol Inf Laode Muhammad Idrus, Kabag Ops Polres Bone Amir Mahmud, serta para pemilik SPBU se-Kabupaten Bone.

Dalam rapat tersebut, Bupati Andi Asman menilai keberadaan Satgas BBM Bersubsidi di Bone memberikan dampak positif terhadap pengawasan distribusi BBM.

Bahkan, menurutnya, kinerja Satgas BBM Bersubsidi Bone mendapat apresiasi dari berbagai kalangan dan mulai menjadi rujukan dalam pengendalian penyaluran BBM bersubsidi.

BACA JUGA:  Rp33,7 Miliar untuk Konektivitas Desa, Bupati Bone Resmikan Jalan Beton Timurung–Telle–Allamangeng Patue

“Kabupaten Bone menjadi rujukan terkait Satgas BBM bersubsidi. Makanya satgas harus memiliki dokumentasi,” ujar Andi Asman.

Ia mengatakan, sejauh ini penyaluran BBM bersubsidi di Kabupaten Bone telah tertangani dengan baik. Namun, pengawasan tetap akan diperkuat untuk memastikan kondisi di lapangan benar-benar aman dan lancar.

Satgas BBM Bersubsidi, kata dia, untuk sementara tetap menjalankan tugas hingga situasi penyaluran BBM dinilai kondusif.

Satgas Di-Rolling ke Semua SPBU

Bupati Bone juga menyiapkan pola pengawasan yang lebih ketat. Setiap bulan, anggota Satgas BBM Bersubsidi akan di-rolling ke seluruh SPBU yang ada di Kabupaten Bone.

Sistem tersebut diharapkan mencegah kejenuhan petugas sekaligus memastikan pengawasan dilakukan secara merata.

Andi Asman juga menegaskan seluruh anggota Satgas wajib mengenakan atribut atau rompi khusus ketika menjalankan tugas di lapangan.

Para pemilik SPBU diminta ikut mendukung kerja Satgas, terutama dalam mengatur antrean dan memastikan proses penyaluran BBM berlangsung tertib.

“Kita minta kerja sama pemilik SPBU. Kalau semua tertib, antrean tidak akan panjang dan penyaluran bisa tepat sasaran,” tegasnya.

BACA JUGA:  Interaksi Langsung dengan Warga, Bupati Bone Puji Keberhasilan Cenrana Tekan Stunting

Semua SPBU Bakal Dipantau CCTV

Tak berhenti pada pengawasan personel, Pemkab Bone juga menyiapkan sistem pemantauan berbasis teknologi.

Bupati Andi Asman berencana memasang kamera pengawas atau CCTV di seluruh SPBU di Kabupaten Bone.

CCTV tersebut nantinya menjadi bagian dari sistem monitoring pemerintah untuk melihat kondisi SPBU secara langsung sekaligus mengevaluasi kinerja petugas Satgas.

“CCTV ini untuk mengetahui kinerja para satgas serta untuk mengetahui kondisi di lapangan secara langsung,” jelasnya.

Dengan sistem tersebut, pemerintah tidak hanya mengandalkan laporan petugas, tetapi juga dapat memantau situasi di SPBU secara lebih cepat dan objektif.

Satgas Subsidi Merah Putih Disiapkan

Selain mempertahankan Satgas BBM Bersubsidi, Bupati Bone juga mengungkapkan rencana pembentukan Satgas Subsidi Merah Putih.

Satgas ini nantinya memiliki cakupan pengawasan yang lebih luas, termasuk mengawal berbagai bentuk bantuan dan sistem penyaluran BBM bersubsidi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Bone membangun sistem pengawasan subsidi yang lebih terintegrasi.

BACA JUGA:  Bupati Bone Dorong Sistem Rujukan Pasien Lebih Cepat dan Terintegrasi

Andi Asman berharap penguatan personel, koordinasi dengan pengelola SPBU, serta dukungan teknologi melalui CCTV dapat membuat penyaluran BBM bersubsidi di Bone semakin tertib.

“Jangan ada penyalahgunaan,” menjadi salah satu prinsip yang terus ditekankan pemerintah dalam menjaga agar BBM bersubsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

Pemkab Bone pun memastikan evaluasi akan terus dilakukan, sehingga persoalan antrean panjang dan potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi dapat ditekan. (kar)

SulawesiPos.com – Pemerintah Kabupaten Bone memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Langkah itu dilakukan untuk memastikan distribusi BBM berjalan tertib, tepat sasaran, sekaligus mencegah antrean panjang di sejumlah SPBU.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengikuti rapat evaluasi dan monitoring penyaluran BBM bersubsidi bersama Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman secara daring, Senin (14/9/2026).

Rapat tersebut diikuti seluruh bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan.

Di Kabupaten Bone, kegiatan berlangsung di Baruga La Tea RI Duni. Hadir Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin, Ketua DPRD Bone A. Tenri Walinonong, Dandim 1407 Bone Letkol Inf Laode Muhammad Idrus, Kabag Ops Polres Bone Amir Mahmud, serta para pemilik SPBU se-Kabupaten Bone.

Dalam rapat tersebut, Bupati Andi Asman menilai keberadaan Satgas BBM Bersubsidi di Bone memberikan dampak positif terhadap pengawasan distribusi BBM.

Bahkan, menurutnya, kinerja Satgas BBM Bersubsidi Bone mendapat apresiasi dari berbagai kalangan dan mulai menjadi rujukan dalam pengendalian penyaluran BBM bersubsidi.

BACA JUGA:  Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok, Pemkab Bone Bentuk 50 Kios Pangan

“Kabupaten Bone menjadi rujukan terkait Satgas BBM bersubsidi. Makanya satgas harus memiliki dokumentasi,” ujar Andi Asman.

Ia mengatakan, sejauh ini penyaluran BBM bersubsidi di Kabupaten Bone telah tertangani dengan baik. Namun, pengawasan tetap akan diperkuat untuk memastikan kondisi di lapangan benar-benar aman dan lancar.

Satgas BBM Bersubsidi, kata dia, untuk sementara tetap menjalankan tugas hingga situasi penyaluran BBM dinilai kondusif.

Satgas Di-Rolling ke Semua SPBU

Bupati Bone juga menyiapkan pola pengawasan yang lebih ketat. Setiap bulan, anggota Satgas BBM Bersubsidi akan di-rolling ke seluruh SPBU yang ada di Kabupaten Bone.

Sistem tersebut diharapkan mencegah kejenuhan petugas sekaligus memastikan pengawasan dilakukan secara merata.

Andi Asman juga menegaskan seluruh anggota Satgas wajib mengenakan atribut atau rompi khusus ketika menjalankan tugas di lapangan.

Para pemilik SPBU diminta ikut mendukung kerja Satgas, terutama dalam mengatur antrean dan memastikan proses penyaluran BBM berlangsung tertib.

“Kita minta kerja sama pemilik SPBU. Kalau semua tertib, antrean tidak akan panjang dan penyaluran bisa tepat sasaran,” tegasnya.

BACA JUGA:  Turnamen Sepakbola BerAmal Cup Ajang Pemanasan Jelang Porprov 2026

Semua SPBU Bakal Dipantau CCTV

Tak berhenti pada pengawasan personel, Pemkab Bone juga menyiapkan sistem pemantauan berbasis teknologi.

Bupati Andi Asman berencana memasang kamera pengawas atau CCTV di seluruh SPBU di Kabupaten Bone.

CCTV tersebut nantinya menjadi bagian dari sistem monitoring pemerintah untuk melihat kondisi SPBU secara langsung sekaligus mengevaluasi kinerja petugas Satgas.

“CCTV ini untuk mengetahui kinerja para satgas serta untuk mengetahui kondisi di lapangan secara langsung,” jelasnya.

Dengan sistem tersebut, pemerintah tidak hanya mengandalkan laporan petugas, tetapi juga dapat memantau situasi di SPBU secara lebih cepat dan objektif.

Satgas Subsidi Merah Putih Disiapkan

Selain mempertahankan Satgas BBM Bersubsidi, Bupati Bone juga mengungkapkan rencana pembentukan Satgas Subsidi Merah Putih.

Satgas ini nantinya memiliki cakupan pengawasan yang lebih luas, termasuk mengawal berbagai bentuk bantuan dan sistem penyaluran BBM bersubsidi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Bone membangun sistem pengawasan subsidi yang lebih terintegrasi.

BACA JUGA:  Air Mata Bahagia Penjaga Eks Lapas Bone, Hadiah Umrah Datang Dari Bupati Bone

Andi Asman berharap penguatan personel, koordinasi dengan pengelola SPBU, serta dukungan teknologi melalui CCTV dapat membuat penyaluran BBM bersubsidi di Bone semakin tertib.

“Jangan ada penyalahgunaan,” menjadi salah satu prinsip yang terus ditekankan pemerintah dalam menjaga agar BBM bersubsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

Pemkab Bone pun memastikan evaluasi akan terus dilakukan, sehingga persoalan antrean panjang dan potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi dapat ditekan. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru