BMKG Prediksi Hujan Mulai Turun di Sulsel pada Desember 2026

SulawesiPos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan mulai kembali turun di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Desember 2026, meski fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga April 2027.

Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha Pahlawan, mengatakan masuknya angin monsun Asia pada akhir tahun akan membawa lebih banyak uap air ke wilayah Sulsel.

Kondisi itu diperkirakan mengurangi pengaruh El Nino terhadap curah hujan.

Menurut Rizky, perubahan pola angin tersebut mulai terasa pada periode Desember 2026 hingga awal 2027.

Wilayah Sulsel bagian barat diperkirakan menjadi salah satu kawasan yang lebih dulu mengalami peningkatan curah hujan.

“Kami prediksi pada bulan Desember itu sudah mulai turun hujan, khususnya di wilayah Sulsel bagian barat,” kata Rizky kepada SulawesiPos.com, Jumat (4/9/2026).

Ia menyebut, curah hujan bulanan di wilayah tersebut bahkan diprediksi masuk kategori tinggi pada Desember.

Kondisi basah itu diperkirakan berlanjut hingga Januari dan Februari 2027.

BACA JUGA:  Prakiraan Cuaca Sulsel Hari Ini 4 Juli 2026, Luwu Raya Berpotensi Diguyur Hujan dan Angin Kencang Intai Wilayah Selatan

El Nino Sangat Kuat, Sejumlah Wilayah Sudah Lama Tanpa Hujan

Prediksi hujan tersebut menjadi angin segar di tengah kondisi kekeringan yang kini terjadi di sejumlah wilayah Sulsel.

Fenomena El Nino telah meningkat ke kategori sangat kuat dan berdampak pada panjangnya periode tanpa hujan.

Berdasarkan pemantauan BMKG, wilayah Sulsel bagian barat dan selatan telah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari.

Maros menjadi salah satu wilayah dengan periode tanpa hujan terpanjang. Hari tanpa hujan di wilayah tersebut telah mencapai lebih dari 90 hari.

“Ini memang khususnya di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan bagian selatan, ini sudah tidak turun hujan lebih dari 60 hari,” ujar Rizky.

“Bahkan ada di wilayah Maros itu sudah tidak turun hujan lebih dari 90 hari,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, periode Desember, Januari, dan Februari menjadi fase penting karena angin monsun Asia mulai membawa pasokan uap air ke wilayah Sulsel.

BACA JUGA:  Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan Besok 7 Agustus 2026: Cerah Berawan, Bone dan Sinjai Berpotensi Hujan Ringan

“Jadi sekitar bulan Desember, Januari, Februari, saat angin monsun Asia masuk membawa uap air, maka pengaruh El Nino itu pun akan semakin berkurang,” pungkasnya.

SulawesiPos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan mulai kembali turun di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Desember 2026, meski fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga April 2027.

Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha Pahlawan, mengatakan masuknya angin monsun Asia pada akhir tahun akan membawa lebih banyak uap air ke wilayah Sulsel.

Kondisi itu diperkirakan mengurangi pengaruh El Nino terhadap curah hujan.

Menurut Rizky, perubahan pola angin tersebut mulai terasa pada periode Desember 2026 hingga awal 2027.

Wilayah Sulsel bagian barat diperkirakan menjadi salah satu kawasan yang lebih dulu mengalami peningkatan curah hujan.

“Kami prediksi pada bulan Desember itu sudah mulai turun hujan, khususnya di wilayah Sulsel bagian barat,” kata Rizky kepada SulawesiPos.com, Jumat (4/9/2026).

Ia menyebut, curah hujan bulanan di wilayah tersebut bahkan diprediksi masuk kategori tinggi pada Desember.

Kondisi basah itu diperkirakan berlanjut hingga Januari dan Februari 2027.

BACA JUGA:  Cuaca Makassar Hari Ini 24 Juni 2026: Cerah Berawan Sepanjang Hari, Warga Tetap Waspadai Angin Kencang

El Nino Sangat Kuat, Sejumlah Wilayah Sudah Lama Tanpa Hujan

Prediksi hujan tersebut menjadi angin segar di tengah kondisi kekeringan yang kini terjadi di sejumlah wilayah Sulsel.

Fenomena El Nino telah meningkat ke kategori sangat kuat dan berdampak pada panjangnya periode tanpa hujan.

Berdasarkan pemantauan BMKG, wilayah Sulsel bagian barat dan selatan telah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari.

Maros menjadi salah satu wilayah dengan periode tanpa hujan terpanjang. Hari tanpa hujan di wilayah tersebut telah mencapai lebih dari 90 hari.

“Ini memang khususnya di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan bagian selatan, ini sudah tidak turun hujan lebih dari 60 hari,” ujar Rizky.

“Bahkan ada di wilayah Maros itu sudah tidak turun hujan lebih dari 90 hari,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, periode Desember, Januari, dan Februari menjadi fase penting karena angin monsun Asia mulai membawa pasokan uap air ke wilayah Sulsel.

BACA JUGA:  Cuaca Makassar Hari Ini 12 Juli 2026 Cerah Berawan, Warga Diimbau Waspadai Angin Kencang

“Jadi sekitar bulan Desember, Januari, Februari, saat angin monsun Asia masuk membawa uap air, maka pengaruh El Nino itu pun akan semakin berkurang,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru