Kebakaran Gunung Lakawan diketahui mulai terjadi pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 20.00 WITA. Tim gabungan kemudian dikerahkan untuk memantau sekaligus melakukan upaya pengendalian api.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Enrekang Amiruddin mengatakan, berdasarkan pendataan terakhir, luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 500 hektare.
“Data terakhir yang kami miliki luas lahan (Gunung Lakawan) yang terbakar kurang lebih mencapai 500 hektare,” ungkap Amiruddin kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).
Selain Enrekang, kebakaran juga melanda lahan warga dan area milik TNI Angkatan Udara (AU) di Kabupaten Pinrang.
Kebakaran terjadi di Desa Malimpung dan Desa Padangloang, Kecamatan Patampanua, pada Kamis (27/8/2026) sore.
Berdasarkan pendataan terakhir BPBD Pinrang, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 150 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Pinrang Rhommy RM Manule membenarkan area yang terdampak mencakup lahan milik warga dan sebagian lahan TNI AU.
“Iya, betul. 150 hektar, termasuk lahan TNI Angkatan Udara,” kata Rhommy kepada SulawesiPos.com, Sabtu (29/8/2026).
Rhommy menjelaskan kebakaran awalnya terjadi di lahan warga sebelum kobaran api merembet ke area yang merupakan lahan milik TNI AU.
“Lahan yang terbakar masuk dua desa, yakni Desa Malimpung dan Desa Padangloang,” ujarnya.
Kebakaran Lahan di Makassar
Di Kota Makassar, kebakaran lahan juga terjadi di kawasan Eks Stadion Mattoanging pada Sabtu siang, 8 Agustus 2026.
Rumput dan sampah di area terbuka terbakar hingga petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan penanganan.
Informasi kejadian tersebut turut dipublikasikan melalui kanal media sosial resmi Pemerintah Kota Makassar.
Dalam keterangannya, Pemkot Makassar menyebut rumput dan sampah terbakar di kawasan Eks Stadion Mattoanging dan petugas Damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Sejumlah unggahan yang merekam kejadian di lokasi menyebut api diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah.
Kobaran kemudian merembet ke area yang dipenuhi rumput tinggi dan kering.

