Melalui studi tiru tersebut, Pemkab Bone diharapkan memperoleh referensi konkret untuk membangun ekosistem Hilirisasi Ayam Terintegrasi di daerah.
Konsep yang ingin dikembangkan mencakup penyediaan pakan berbasis potensi lokal, budidaya ayam, produksi telur, pengelolaan hasil ternak hingga memastikan adanya pasar yang mampu menyerap produksi.
Dengan demikian, potensi padi dan jagung Bone tidak hanya berhenti sebagai komoditas pertanian, tetapi dapat diintegrasikan dengan sektor peternakan untuk menciptakan nilai tambah dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Bagi Pemkab Bone, pengembangan HAT menjadi bagian dari upaya mendorong sektor pertanian dan peternakan agar semakin produktif, terintegrasi, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (kar)

