SulawesiPos.com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) gabungan kembali berhasil mengidentifikasi satu jenazah korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Korban diketahui bernama Hasbi (41), sehingga jumlah korban yang telah berhasil diidentifikasi hingga kini menjadi tiga orang.
Identitas Hasbi dipastikan kurang dari 24 jam setelah kantong jenazah bernomor PM 62 B 03 Selayar diterima di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel pada Jumat (24/7/2026).
Hasil pemeriksaan menunjukkan data postmortem korban cocok dengan data antemortem bernomor 015.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Sulsel Kombes Pol dr. M. Haris mengatakan, Hasbi merupakan warga Labuan Marege, Desa Baji Minasa, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar.
“Korban teridentifikasi sebagai Hasbi (41), warga Labuan Marege, Desa Baji Minasa, Kecamatan Pasimasunggu, Selayar,” ujar Haris saat konferensi pers di Makassar, Jumat malam.
Menurut Haris, proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan sejumlah data forensik yang dimiliki tim DVI.
“Korban teridentifikasi melalui sidik jari, data medis, dan properti,” katanya.
Ia menjelaskan, proses identifikasi melibatkan Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel, Pusdokkes Polri, Tim Identifikasi Polda Sulsel, serta Departemen Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
Sementara itu, anggota Tim DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol dr. Fauzi mengatakan, barang-barang yang masih melekat pada tubuh korban turut membantu mempercepat proses identifikasi.
Menurutnya, properti seperti pakaian, perhiasan, jam tangan, hingga tanda pengenal menjadi salah satu unsur penting yang dicocokkan bersama data sidik jari dan rekam medis milik korban.
Setelah identitas dipastikan, jenazah Hasbi langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Prosesi serah terima dilakukan oleh jajaran Biddokkes dan Bidang Humas Polda Sulsel, sebelum jenazah diberangkatkan menggunakan ambulans menuju Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba.
Selanjutnya, peti jenazah diseberangkan menggunakan kapal feri menuju Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar, untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.
Sebelumnya, tim DVI juga telah mengidentifikasi dua korban lainnya, yakni Hasriati (44), warga Dusun Garassi, Kecamatan Pasimasunggu Timur, serta Bau Intang (50), warga Putabangun, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa terjadi saat kapal yang mengangkut 76 penumpang berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar. Kapal dilaporkan mengalami gangguan mesin sebelum diterjang gelombang tinggi dan tenggelam di perairan barat Pulau Polassi.
Hingga operasi pencarian resmi dihentikan pada Jumat (24/7/2026) sore, sebanyak 14 penumpang KM Nurul Salsa masih belum ditemukan.


