SulawesiPos.com – Universitas Hasanuddin (Unhas) terus mendorong hilirisasi hasil riset dengan menggandeng UMKM Sentra Foods di Kabupaten Pinrang untuk mengembangkan produk olahan perikanan bernilai tambah. Melalui Program SINERGI (Skema Hilirisasi Riset Berbasis Transfer Teknologi), kolaborasi tersebut difokuskan pada komersialisasi produk frozen food berbasis teknologi surimi ikan guna meningkatkan daya saing industri pengolahan hasil perikanan sekaligus memperluas peluang pasar.
Program yang kini memasuki tahun kedua itu diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Abu Bakar Tawali dengan mengusung tema Scale-up Proses Produksi Frozen Food Berbasis Modifikasi Teknologi Surimi Ikan Skala Komersial untuk Meningkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan.
Dalam implementasinya, Unhas menggandeng Sentra Foods, pelaku UMKM di Kabupaten Pinrang yang bergerak di bidang pengolahan hasil perikanan, sebagai mitra dalam penerapan teknologi hingga tahap komersialisasi produk.
Teknologi modifikasi surimi yang dikembangkan menjadi solusi atas persoalan fluktuasi pasokan ikan saat musim panen.
Melalui teknologi tersebut, ikan segar diolah menjadi surimi sebagai bahan baku setengah jadi yang dapat disimpan dalam kondisi beku sehingga bisa digunakan kapan saja tanpa mengurangi kualitas produk.
Pendekatan ini juga diharapkan mampu menjaga konsistensi mutu bahan baku bagi industri pengolahan, sehingga produksi dapat berlangsung sepanjang tahun dengan kualitas yang lebih seragam.
Sebagai bagian dari pelaksanaan tahun kedua program, tim peneliti telah melakukan uji coba produksi berbagai produk olahan, seperti otak-otak, bakso ikan, nugget ikan, dan pempek, di Sentra Foods pada 19-20 Juli 2026.
Selain transfer teknologi, program tersebut juga mencakup pelatihan proses produksi, strategi pemasaran menggunakan pendekatan Segmentation, Targeting, Positioning (STP) dan Marketing Mix, penyusunan standar operasional produksi, penyempurnaan desain kemasan dan label, hingga penyusunan model bisnis bagi mitra usaha.
Saat ini, tim peneliti bersama Sentra Foods juga tengah mendampingi proses pengurusan izin edar BPOM sebagai salah satu tahapan penting agar produk dapat dipasarkan secara lebih luas.
Ketua tim program, Prof. Dr. Ir. Abu Bakar Tawali, mengatakan Program SINERGI dirancang untuk memastikan hasil riset perguruan tinggi tidak berhenti sebagai karya akademik semata, tetapi dapat diterapkan secara nyata di dunia industri.
“Melalui kolaborasi dengan Sentra Foods, kami berharap produk frozen food berbasis surimi dapat berkembang menjadi produk unggulan yang meningkatkan daya saing industri pengolahan hasil perikanan, membuka peluang usaha baru, serta memberikan nilai tambah bagi komoditas perikanan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha menjadi langkah strategis dalam mempercepat hilirisasi inovasi sekaligus memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.
Program SINERGI ini mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui skema Hilirisasi Riset Prioritas, yang bertujuan mempercepat pemanfaatan hasil riset untuk kebutuhan industri dan masyarakat.


