Pemprov Sulsel Dorong Penguatan Basarnas di Selayar Pasca-Tragedi KM Nurul Salsa

SulawesiPos.com – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melaporkan perkembangan proses pencarian dan evakuasi korban kapal tenggelam KM Nurul Salsa kepada Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Kantor Basarnas RI, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Sudirman juga mendorong penguatan upaya pencarian dan pertolongan dengan melibatkan seluruh kekuatan yang ada, serta mengajukan peningkatan kapasitas pangkalan Basarnas di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Tim SAR gabungan sebelumnya telah berhasil mengevakuasi dua jenazah yang diduga korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar pada 15 Juli 2026.

Jenazah tersebut diserahkan kepada Tim DVI Polda Sulawesi Selatan untuk diidentifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, sementara 16 korban lainnya masih dalam pencarian.

Laporan Progres dan Desakan Penguatan SAR

Andi Sudirman menjelaskan bahwa laporan tersebut bertujuan untuk memastikan upaya evakuasi terus berlanjut dengan sinergi antara Basarnas, TNI-AL, Polri, dan Pemerintah Daerah.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menghadapi insiden serupa di masa mendatang.

BACA JUGA:  Basarnas Perketat Pengawasan Jalur Mudik di Bone, Personel Disiagakan di Titik Strategis

“Kami melaporkan progres pencarian dan evakuasi korban kapal tenggelam KM Nurul Salsa. Laporan juga untuk terus melanjutkan upaya evakuasi dengan segala kekuatan bersama jajaran Basarnas, TNI-AL, Polri dan Pemda,” kata Andi Sudirman dalam keterangannya yang diterima di Makassar.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan secara resmi mengajukan peningkatan kapasitas pangkalan Basarnas di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Penguatan ini mencakup penambahan armada kapal dan fast boat, serta personel yang dapat bersiaga penuh di wilayah kepulauan tersebut.

Pentingnya Kesiapsiagaan di Wilayah Kepulauan

“Kami juga mengajukan peningkatan kapasitas pangkalan Basarnas di Pulau Selayar berikut armada kapal dan fast boat termasuk personel untuk standby di Kabupaten Kepulauan Selayar,” jelasnya.

Menurut Gubernur, penguatan kapasitas Basarnas di wilayah kepulauan sangat krusial untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Hal ini penting mengingat kondisi cuaca ekstrem yang kerap terjadi dan berisiko tinggi bagi nelayan maupun kapal penyeberangan antarpulau.

“Hal ini dilakukan untuk upaya kesiapsiagaan kondisi cuaca ekstrem bagi nelayan dan kapal penyeberangan antarpulau rawan kecelakaan,” ujarnya, didampingi Bupati Kepulauan Selayar Muh Natsir Ali dan Bupati Pangkep.

BACA JUGA:  Dua Korban Terseret Arus Sungai Kalimborang Maros Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

Andi Sudirman berharap pertemuan dengan Kepala Basarnas RI ini mendapat perhatian serius secara nasional. Ia menyoroti tingginya potensi kejadian kecelakaan laut di wilayah kepulauan Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Kepulauan Selayar, Pangkep, dan sejumlah wilayah kepulauan lainnya.

“Semoga dengan pertemuan ini dapat menjadi perhatian nasional mengingat angka kejadian serupa cukup tinggi di wilayah, khususnya kepulauan, baik Selayar, Pangkep maupun wilayah lainnya di Sulsel,” pungkasnya.

SulawesiPos.com – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melaporkan perkembangan proses pencarian dan evakuasi korban kapal tenggelam KM Nurul Salsa kepada Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Kantor Basarnas RI, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Sudirman juga mendorong penguatan upaya pencarian dan pertolongan dengan melibatkan seluruh kekuatan yang ada, serta mengajukan peningkatan kapasitas pangkalan Basarnas di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Tim SAR gabungan sebelumnya telah berhasil mengevakuasi dua jenazah yang diduga korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar pada 15 Juli 2026.

Jenazah tersebut diserahkan kepada Tim DVI Polda Sulawesi Selatan untuk diidentifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, sementara 16 korban lainnya masih dalam pencarian.

Laporan Progres dan Desakan Penguatan SAR

Andi Sudirman menjelaskan bahwa laporan tersebut bertujuan untuk memastikan upaya evakuasi terus berlanjut dengan sinergi antara Basarnas, TNI-AL, Polri, dan Pemerintah Daerah.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menghadapi insiden serupa di masa mendatang.

BACA JUGA:  Andi Sudirman Sebut Musda Golkar Sulsel di Makassar Jadi Terobosan Setelah 10 Tahun

“Kami melaporkan progres pencarian dan evakuasi korban kapal tenggelam KM Nurul Salsa. Laporan juga untuk terus melanjutkan upaya evakuasi dengan segala kekuatan bersama jajaran Basarnas, TNI-AL, Polri dan Pemda,” kata Andi Sudirman dalam keterangannya yang diterima di Makassar.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan secara resmi mengajukan peningkatan kapasitas pangkalan Basarnas di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Penguatan ini mencakup penambahan armada kapal dan fast boat, serta personel yang dapat bersiaga penuh di wilayah kepulauan tersebut.

Pentingnya Kesiapsiagaan di Wilayah Kepulauan

“Kami juga mengajukan peningkatan kapasitas pangkalan Basarnas di Pulau Selayar berikut armada kapal dan fast boat termasuk personel untuk standby di Kabupaten Kepulauan Selayar,” jelasnya.

Menurut Gubernur, penguatan kapasitas Basarnas di wilayah kepulauan sangat krusial untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Hal ini penting mengingat kondisi cuaca ekstrem yang kerap terjadi dan berisiko tinggi bagi nelayan maupun kapal penyeberangan antarpulau.

“Hal ini dilakukan untuk upaya kesiapsiagaan kondisi cuaca ekstrem bagi nelayan dan kapal penyeberangan antarpulau rawan kecelakaan,” ujarnya, didampingi Bupati Kepulauan Selayar Muh Natsir Ali dan Bupati Pangkep.

BACA JUGA:  Jalan Luwu-Toraja Utara Mulai Dipreservasi, Proyek Rp239,73 M Ditarget Pangkas Waktu Tempuh 2-3 Jam

Andi Sudirman berharap pertemuan dengan Kepala Basarnas RI ini mendapat perhatian serius secara nasional. Ia menyoroti tingginya potensi kejadian kecelakaan laut di wilayah kepulauan Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Kepulauan Selayar, Pangkep, dan sejumlah wilayah kepulauan lainnya.

“Semoga dengan pertemuan ini dapat menjadi perhatian nasional mengingat angka kejadian serupa cukup tinggi di wilayah, khususnya kepulauan, baik Selayar, Pangkep maupun wilayah lainnya di Sulsel,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru