SulawesiPos.com – Kabupaten Bone menyiapkan pelaksanaan Kemah Moderasi Beragama tingkat kecamatan yang akan dipusatkan di Bakungnge, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, sebagai wadah pembinaan generasi muda berbasis nilai toleransi, kebersamaan, dan penguatan kemampuan keagamaan.
Program yang tengah dirancang Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone itu disebut menjadi yang pertama digelar pada level kecamatan. Selain menanamkan nilai moderasi beragama, kegiatan ini juga disiapkan untuk menjaring bibit-bibit unggul yang nantinya mewakili Kabupaten Bone pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bone, Dr Ahmad Yani SAg MAg, mengatakan kemah tersebut tidak hanya diarahkan untuk membangun karakter peserta, tetapi juga menjadi ruang pembinaan prestasi keagamaan.
“Bone menjadi daerah pertama yang akan melaksanakan Kemah Moderasi Beragama tingkat kecamatan. Kegiatan ini tidak hanya membangun semangat kebersamaan dan moderasi, tetapi juga menjadi ajang penjaringan bibit generasi yang nantinya akan mewakili Bone pada MTQ,” ujarnya kepada SulawesiPos, kemarin.
Kolaborasi Kemenag dan Pemkab Bone
Pelaksanaan program itu dirancang melalui kolaborasi antara Kementerian Agama Kabupaten Bone dan Pemerintah Kabupaten Bone. Sinergi tersebut diharapkan membuat kemah moderasi beragama tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi berkembang menjadi program pembinaan berkelanjutan.
Dalam konsep yang sedang disusun, kegiatan kemah akan diisi sejumlah perlombaan, di antaranya lomba tilawah Al-Qur’an, tartib Al-Qur’an, dan cerdas cermat. Sejumlah cabang lain juga masih dalam tahap perancangan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kemenag Bone menargetkan lahirnya generasi muda yang kuat secara keagamaan dan siap bersaing di ajang yang lebih tinggi.
“Kita berharap, melalui kegiatan ini, lahir generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki karakter moderat, toleran, serta mampu menjadi duta Kabupaten Bone di berbagai ajang keagamaan tingkat daerah maupun nasional,” tukasnya.
Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, Kemah Moderasi Beragama di Ponre diharapkan menjadi model pembinaan yang dapat diadopsi daerah lain di Indonesia.


