Proyek Sekolah Rakyat Sulsel Jadi Lokasi Sertifikasi Massal Tenaga Konstruksi di Bone

SulawesiPos.com – Pemerintah Kabupaten Bone terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi.

Hal itu ditandai dengan dibukanya kegiatan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) bagi 200 pekerja konstruksi pada proyek pembangunan Sekolah Rakyat Sulawesi Selatan di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin dan merupakan bagian dari Program Dukungan Manajemen Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar.

Sertifikasi ini diikuti tenaga kerja konstruksi strategis jenjang 1 hingga 7 yang terlibat dalam proyek APBN, APBD, maupun BUJK swasta.

Para peserta tetap bekerja di titik masing-masing, sementara asesor turun langsung melakukan penilaian keterampilan dan wawancara kompetensi di lapangan.

Kepala Seksi Pelaksanaan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Ahmad N. Damopoli, mengatakan metode tersebut dilakukan agar proses sertifikasi tidak menghambat progres pembangunan proyek.

“Peserta kurang lebih 200 orang dari berbagai jabatan kerja konstruksi. Para asesor akan mendatangi langsung lokasi kerja masing-masing peserta untuk melihat keterampilan dan melakukan wawancara terkait kompetensi,” ujarnya.

BACA JUGA: 
Ekonomi Bone Tumbuh 6,03 Persen, Tertinggi Dalam Enam Tahun Terakhir

Plh Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Afandi Andi Basri, menegaskan sertifikasi menjadi langkah penting dalam menjaga mutu pekerjaan konstruksi sekaligus meningkatkan profesionalisme tenaga kerja.

Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat di Bone merupakan bagian dari program strategis nasional dalam mendukung Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Yang dibangun bukan hanya fasilitas pendidikan, tetapi juga harapan masyarakat kurang mampu agar memperoleh akses pendidikan yang layak,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Moh. Hasbi Assidiqi, menekankan pentingnya sertifikat kompetensi sebagai pengakuan resmi negara terhadap kemampuan tenaga kerja konstruksi.

“Ke depan dunia konstruksi semakin kompetitif. Tenaga kerja harus memiliki legalitas kompetensi agar diakui sebagai tenaga profesional,” jelasnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Bone, Kasdar, menambahkan bahwa sertifikasi tenaga kerja konstruksi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.

BACA JUGA: 
Bawa Misi Besar, 39 Kafilah Bone Siap Harumkan Nama Daerah di MTQ Sulsel, ⁠Optimis Rebut Kembali Juara Umum

Ia juga mengingatkan seluruh pekerja agar disiplin menggunakan alat pelindung diri demi keselamatan kerja di lapangan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menegaskan pembangunan tidak hanya berbicara soal fisik infrastruktur, tetapi juga pembangunan kualitas manusia.

“Pembangunan bukan hanya soal jalan, gedung, atau jembatan. Yang paling utama adalah bagaimana membangun sumber daya manusianya. Karena itu kami sangat mendukung tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan bersertifikat,” tegasnya.

Wabup juga menyebut pembangunan Sekolah Rakyat merupakan investasi masa depan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Yang kita bangun di sini bukan sekadar gedung sekolah, tetapi masa depan anak-anak kita. Saya mengajak seluruh pekerja menjadikan pekerjaan ini sebagai bentuk ibadah dan kontribusi nyata untuk bangsa,” tuturnya.

Pemkab Bone sendiri menargetkan ke depan minimal terdapat 10 tenaga kerja konstruksi tersertifikasi di setiap desa dan kelurahan sebagai langkah memperkuat daya saing tenaga kerja lokal di berbagai proyek pembangunan. (kar)

BACA JUGA: 
Tembus Kementerian, Wabup Bone Dorong Revitalisasi Bola Soba 

SulawesiPos.com – Pemerintah Kabupaten Bone terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi.

Hal itu ditandai dengan dibukanya kegiatan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) bagi 200 pekerja konstruksi pada proyek pembangunan Sekolah Rakyat Sulawesi Selatan di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin dan merupakan bagian dari Program Dukungan Manajemen Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar.

Sertifikasi ini diikuti tenaga kerja konstruksi strategis jenjang 1 hingga 7 yang terlibat dalam proyek APBN, APBD, maupun BUJK swasta.

Para peserta tetap bekerja di titik masing-masing, sementara asesor turun langsung melakukan penilaian keterampilan dan wawancara kompetensi di lapangan.

Kepala Seksi Pelaksanaan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Ahmad N. Damopoli, mengatakan metode tersebut dilakukan agar proses sertifikasi tidak menghambat progres pembangunan proyek.

“Peserta kurang lebih 200 orang dari berbagai jabatan kerja konstruksi. Para asesor akan mendatangi langsung lokasi kerja masing-masing peserta untuk melihat keterampilan dan melakukan wawancara terkait kompetensi,” ujarnya.

BACA JUGA: 
Antisipasi Permainan Harga, Wabup Bone Perintahkan Tim TPID Maksimalkan Operasi Pasar

Plh Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Afandi Andi Basri, menegaskan sertifikasi menjadi langkah penting dalam menjaga mutu pekerjaan konstruksi sekaligus meningkatkan profesionalisme tenaga kerja.

Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat di Bone merupakan bagian dari program strategis nasional dalam mendukung Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Yang dibangun bukan hanya fasilitas pendidikan, tetapi juga harapan masyarakat kurang mampu agar memperoleh akses pendidikan yang layak,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Moh. Hasbi Assidiqi, menekankan pentingnya sertifikat kompetensi sebagai pengakuan resmi negara terhadap kemampuan tenaga kerja konstruksi.

“Ke depan dunia konstruksi semakin kompetitif. Tenaga kerja harus memiliki legalitas kompetensi agar diakui sebagai tenaga profesional,” jelasnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Bone, Kasdar, menambahkan bahwa sertifikasi tenaga kerja konstruksi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.

BACA JUGA: 
Bawa Misi Besar, 39 Kafilah Bone Siap Harumkan Nama Daerah di MTQ Sulsel, ⁠Optimis Rebut Kembali Juara Umum

Ia juga mengingatkan seluruh pekerja agar disiplin menggunakan alat pelindung diri demi keselamatan kerja di lapangan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menegaskan pembangunan tidak hanya berbicara soal fisik infrastruktur, tetapi juga pembangunan kualitas manusia.

“Pembangunan bukan hanya soal jalan, gedung, atau jembatan. Yang paling utama adalah bagaimana membangun sumber daya manusianya. Karena itu kami sangat mendukung tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan bersertifikat,” tegasnya.

Wabup juga menyebut pembangunan Sekolah Rakyat merupakan investasi masa depan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Yang kita bangun di sini bukan sekadar gedung sekolah, tetapi masa depan anak-anak kita. Saya mengajak seluruh pekerja menjadikan pekerjaan ini sebagai bentuk ibadah dan kontribusi nyata untuk bangsa,” tuturnya.

Pemkab Bone sendiri menargetkan ke depan minimal terdapat 10 tenaga kerja konstruksi tersertifikasi di setiap desa dan kelurahan sebagai langkah memperkuat daya saing tenaga kerja lokal di berbagai proyek pembangunan. (kar)

BACA JUGA: 
Tembus Kementerian, Wabup Bone Dorong Revitalisasi Bola Soba 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru