Keluarga Besar DDI Gelar Silaturrahim Kerja Nasional di Pinrang, Hasan Pinang: DDI Bukan Sekadar Ormas, tetapi Nafas Dakwah dan Pendidikan Umat

SulawesiPos.com – Keluarga besar Darud Da’wah wal Irsyad atau DDI bersiap menggelar Silaturrahim Kerja Nasional (Silatnas) Badan Otonom (Banom) DDI yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Manahilil Ulum DDI, Kaballangan, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, pada 3–5 Juli 2026 mendatang.

Agenda besar tersebut disampaikan langsung oleh Pengurus Besar DDI AG. Dr. Rasyid Ridha Ambo Dalle saat melakukan silaturrahim dengan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman yang didampingi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Sulsel H. Andi Nawir, MM.

Pertemuan itu berlangsung dalam suasana religius dan penuh kekeluargaan karena diawali dengan salat Subuh berjamaah dan tadarus Al-Qur’an bersama di Masjid Aisyah Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan di Jalan Sungai Tangka, Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sulsel menaruh harapan besar kepada DDI sebagai organisasi Islam yang lahir di Sulawesi Selatan sejak tahun 1947 dan telah lama dikenal sebagai salah satu pilar pendidikan, dakwah, dan pembinaan masyarakat di kawasan Indonesia Timur.

DDI sendiri didirikan oleh ulama kharismatik asal Sulawesi Selatan, Abdurrahman Ambo Dalle, yang sepanjang sejarahnya dikenal sebagai tokoh pembaru pendidikan Islam tradisional dengan pendekatan dakwah yang menyejukkan, moderat, dan dekat dengan kehidupan masyarakat akar rumput.

BACA JUGA: 
Live Streaming Ilegal BYON Combat, TikToker Gowa Dijatuhi Denda Rp1 Miliar

Sejak berdiri hampir delapan dekade silam, DDI berkembang menjadi jaringan besar pendidikan Islam yang menaungi ratusan pondok pesantren, madrasah, majelis taklim, perguruan tinggi, hingga lembaga pendidikan anak usia dini yang tersebar di Sulawesi, Kalimantan, Papua, Sumatera, hingga Madura.

Di tengah perubahan sosial dan tantangan globalisasi, DDI tetap mempertahankan identitasnya sebagai gerakan dakwah berbasis pesantren yang menekankan keseimbangan antara ilmu agama, pembentukan akhlak, dan penguatan kehidupan sosial masyarakat.

Gubernur Andi Sudirman juga membuka peluang sinergi yang lebih luas dengan DDI dalam pembangunan bidang keagamaan dan pendidikan Islam di Sulawesi Selatan.

“DDI memiliki akar sejarah yang kuat dan infrastruktur pendidikan yang besar sehingga diharapkan terus melahirkan kader-kader ulama, pendidik, dan tokoh masyarakat sebagaimana yang telah dilakukan selama ini,” ungkap Gubernur Sulsel dalam suasana audiensi yang berlangsung hangat dan penuh penghormatan.

Turut hadir mendampingi Pengurus Besar DDI antara lain KH. Muhammad Yahya, Dr. Hasan Pinang, S.Ag., M.Ag. selaku Ketua Alumni DDI, Prof. Dr. Nurlaelah Abbas sebagai Ketua Permata DDI, Dr. H. Basit Alwi selaku Ketua Lazis DDI, Drs. Sudirman Hadisya sebagai Ketua Steering Committee, Dr. Saparuddin dari panitia pelaksana, serta Imran Kahar selaku Ketua Lembaga Dakwah DDI Makassar.

BACA JUGA: 
Remaja di Gowa Jadi Korban Tembakan Peluru Jelly, Mata Terluka Parah Saat Nongkrong Usai Tarawih

Panitia menargetkan sedikitnya 1.500 peserta dari berbagai wilayah Indonesia akan hadir dalam Silatnas tersebut, terutama dari Sulawesi, Kalimantan, Papua, Sumatera, dan Madura.

Ketua Alumni DDI, Dr. Hasan Pinang, S.Ag., M.Ag., menegaskan bahwa Silatnas kali ini bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan momentum memperkuat arah pengabdian DDI terhadap umat dan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.

“DDI bukan hanya organisasi kemasyarakatan, tetapi gerakan sosial, pendidikan, dan dakwah yang hidup bersama denyut masyarakat sehingga Silatnas ini menjadi ruang memperkuat persaudaraan, pengabdian, dan visi kebangsaan yang berakar pada nilai-nilai Islam,” ujar Hasan Pinang.

Ia juga menambahkan bahwa semangat “DDI Mengabdi Tanpa Batas” merupakan pesan moral agar kader-kader DDI tetap hadir di tengah masyarakat melalui pendidikan, dakwah, pelayanan sosial, dan penguatan akhlak generasi muda.

“Di tengah perubahan sosial yang sangat cepat, DDI harus tetap menjadi cahaya yang menenangkan umat, menjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi sekaligus mampu menjawab tantangan modernitas dengan pemikiran yang terbuka dan mencerahkan,” lanjut Hasan Pinang.

BACA JUGA: 
Antrean BBM di Makassar Masih Terlihat, Pemerintah Tegaskan Harga Tetap dan Stok Aman

Menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Gubernur Sulsel, panitia dan Steering Committee kemudian menggelar rapat teknis bersama Kepala Biro Kesra Setda Sulsel H. Andi Nawir di Masjid Rumah Jabatan Gubernur pada Kamis, 24 Mei 2026, guna mematangkan kesiapan pelaksanaan kegiatan.

Silatnas tersebut akan mengangkat tema besar “DDI Mengabdi Tanpa Batas” yang diharapkan melahirkan berbagai rumusan strategis untuk memperkuat peran DDI dalam bidang pendidikan, dakwah, ekonomi umat, dan pembangunan karakter masyarakat Indonesia di masa depan. (Ali)

SulawesiPos.com – Keluarga besar Darud Da’wah wal Irsyad atau DDI bersiap menggelar Silaturrahim Kerja Nasional (Silatnas) Badan Otonom (Banom) DDI yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Manahilil Ulum DDI, Kaballangan, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, pada 3–5 Juli 2026 mendatang.

Agenda besar tersebut disampaikan langsung oleh Pengurus Besar DDI AG. Dr. Rasyid Ridha Ambo Dalle saat melakukan silaturrahim dengan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman yang didampingi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Sulsel H. Andi Nawir, MM.

Pertemuan itu berlangsung dalam suasana religius dan penuh kekeluargaan karena diawali dengan salat Subuh berjamaah dan tadarus Al-Qur’an bersama di Masjid Aisyah Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan di Jalan Sungai Tangka, Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sulsel menaruh harapan besar kepada DDI sebagai organisasi Islam yang lahir di Sulawesi Selatan sejak tahun 1947 dan telah lama dikenal sebagai salah satu pilar pendidikan, dakwah, dan pembinaan masyarakat di kawasan Indonesia Timur.

DDI sendiri didirikan oleh ulama kharismatik asal Sulawesi Selatan, Abdurrahman Ambo Dalle, yang sepanjang sejarahnya dikenal sebagai tokoh pembaru pendidikan Islam tradisional dengan pendekatan dakwah yang menyejukkan, moderat, dan dekat dengan kehidupan masyarakat akar rumput.

BACA JUGA: 
Diduga Sarat Nepotisme, Aparat Desa Dominasi Usulan Penerima Bantuan Bedah Rumah di Nagauleng

Sejak berdiri hampir delapan dekade silam, DDI berkembang menjadi jaringan besar pendidikan Islam yang menaungi ratusan pondok pesantren, madrasah, majelis taklim, perguruan tinggi, hingga lembaga pendidikan anak usia dini yang tersebar di Sulawesi, Kalimantan, Papua, Sumatera, hingga Madura.

Di tengah perubahan sosial dan tantangan globalisasi, DDI tetap mempertahankan identitasnya sebagai gerakan dakwah berbasis pesantren yang menekankan keseimbangan antara ilmu agama, pembentukan akhlak, dan penguatan kehidupan sosial masyarakat.

Gubernur Andi Sudirman juga membuka peluang sinergi yang lebih luas dengan DDI dalam pembangunan bidang keagamaan dan pendidikan Islam di Sulawesi Selatan.

“DDI memiliki akar sejarah yang kuat dan infrastruktur pendidikan yang besar sehingga diharapkan terus melahirkan kader-kader ulama, pendidik, dan tokoh masyarakat sebagaimana yang telah dilakukan selama ini,” ungkap Gubernur Sulsel dalam suasana audiensi yang berlangsung hangat dan penuh penghormatan.

Turut hadir mendampingi Pengurus Besar DDI antara lain KH. Muhammad Yahya, Dr. Hasan Pinang, S.Ag., M.Ag. selaku Ketua Alumni DDI, Prof. Dr. Nurlaelah Abbas sebagai Ketua Permata DDI, Dr. H. Basit Alwi selaku Ketua Lazis DDI, Drs. Sudirman Hadisya sebagai Ketua Steering Committee, Dr. Saparuddin dari panitia pelaksana, serta Imran Kahar selaku Ketua Lembaga Dakwah DDI Makassar.

BACA JUGA: 
Bentrokan Dua Kelompok Pemuda di Jalan AP Pettarani Makassar, Lalu Lintas Sempat Lumpuh

Panitia menargetkan sedikitnya 1.500 peserta dari berbagai wilayah Indonesia akan hadir dalam Silatnas tersebut, terutama dari Sulawesi, Kalimantan, Papua, Sumatera, dan Madura.

Ketua Alumni DDI, Dr. Hasan Pinang, S.Ag., M.Ag., menegaskan bahwa Silatnas kali ini bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan momentum memperkuat arah pengabdian DDI terhadap umat dan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.

“DDI bukan hanya organisasi kemasyarakatan, tetapi gerakan sosial, pendidikan, dan dakwah yang hidup bersama denyut masyarakat sehingga Silatnas ini menjadi ruang memperkuat persaudaraan, pengabdian, dan visi kebangsaan yang berakar pada nilai-nilai Islam,” ujar Hasan Pinang.

Ia juga menambahkan bahwa semangat “DDI Mengabdi Tanpa Batas” merupakan pesan moral agar kader-kader DDI tetap hadir di tengah masyarakat melalui pendidikan, dakwah, pelayanan sosial, dan penguatan akhlak generasi muda.

“Di tengah perubahan sosial yang sangat cepat, DDI harus tetap menjadi cahaya yang menenangkan umat, menjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi sekaligus mampu menjawab tantangan modernitas dengan pemikiran yang terbuka dan mencerahkan,” lanjut Hasan Pinang.

BACA JUGA: 
Antrean BBM di Makassar Masih Terlihat, Pemerintah Tegaskan Harga Tetap dan Stok Aman

Menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Gubernur Sulsel, panitia dan Steering Committee kemudian menggelar rapat teknis bersama Kepala Biro Kesra Setda Sulsel H. Andi Nawir di Masjid Rumah Jabatan Gubernur pada Kamis, 24 Mei 2026, guna mematangkan kesiapan pelaksanaan kegiatan.

Silatnas tersebut akan mengangkat tema besar “DDI Mengabdi Tanpa Batas” yang diharapkan melahirkan berbagai rumusan strategis untuk memperkuat peran DDI dalam bidang pendidikan, dakwah, ekonomi umat, dan pembangunan karakter masyarakat Indonesia di masa depan. (Ali)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru