Hujan Deras Picu Banjir di Tellu Limpoe Sidrap, Tanggul Jebol hingga Rendam 600 Rumah

SulawesiPos.com – Ratusan rumah warga di Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang terendam banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari (15/5/2026).

Kelurahan Baula menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah.

Sedikitnya sekitar 600 rumah warga terendam dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari genangan setinggi mata kaki hingga lebih dari satu meter di beberapa titik.

Air mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 01.00 Wita setelah sejumlah sungai meluap akibat tingginya debit air.

Warga yang sedang tertidur panik saat air tiba-tiba menggenangi rumah mereka dalam waktu singkat.

Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh. Sejumlah ruas jalan tertutup genangan, akses transportasi terganggu, hingga fasilitas umum ikut terdampak.

Data sementara dari petugas penanganan bencana menunjukkan sekitar 600 kepala keluarga atau kurang lebih 1.800 jiwa terdampak di Kelurahan Baula. Dua sekolah dasar di wilayah Amparita juga ikut terendam sehingga aktivitas belajar dipastikan terganggu.

BACA JUGA: 
Pemerintah Salurkan Bantuan Ratusan Miliar, Aceh Tamiang Dapat Bantuan Tertinggi

Tak hanya Baula, genangan juga meluas ke beberapa wilayah lain di Kecamatan Tellu Limpoe.

Di Kelurahan Toddang Pulu, sekitar 300 rumah warga terdampak banjir. Kondisi diperparah setelah salah satu tanggul dilaporkan jebol sepanjang sekitar lima meter, membuat air semakin cepat masuk ke permukiman warga.

Sementara itu, di Kelurahan Amparita, ratusan rumah ikut terdampak banjir dengan ketinggian air yang berbeda-beda. Area persawahan milik warga juga tak luput dari genangan, menyebabkan petani khawatir terhadap potensi gagal panen.

Di Kelurahan Arateng, puluhan rumah warga turut terendam. Selain itu, sekitar 10 hektare lahan persawahan dilaporkan tergenang air akibat luapan sungai dan buruknya aliran drainase saat hujan deras terjadi.

Meski menyebabkan kerugian material cukup besar, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Warga bersama aparat pemerintah masih terus melakukan pembersihan dan evakuasi barang-barang yang terdampak banjir.

Tim gabungan dari BPBD Sidrap, aparat kecamatan, TNI, Polri, hingga warga setempat langsung turun ke lokasi melakukan penanganan darurat.

BACA JUGA: 
Pemerintah Soroti Banjir dan Longsor di Cisarua, Dorong Penanganan Terintegrasi dari Hulu ke Hilir

Petugas melakukan asesmen kerusakan, membantu warga, serta memperbaiki tanggul yang jebol secara gotong royong.

Bupati Syaharuddin Alrif juga turun langsung meninjau sejumlah titik banjir di Kecamatan Tellu Limpoe.

Dalam keterangannya, ia menyebut tingginya curah hujan menjadi salah satu faktor utama penyebab meluapnya air ke permukiman warga.

“Tingkat intensitas hujannya tinggi. Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Sidrap dan akhirnya debit airnya tinggi, volume airnya tinggi,” katanya.

Selain faktor cuaca ekstrem, ia juga menyoroti persoalan saluran air yang mengalami penyempitan dan penyumbatan sehingga aliran air tidak berjalan maksimal saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Warga diminta kembali mengaktifkan kerja bakti membersihkan selokan dan saluran air guna mengurangi risiko banjir susulan.

“Minta tolong selokan digali, kerja bakti. Minta tolong kerja sama antar-pemerintah, masyarakat, dan tokoh masyarakat,” pungkasnya.

BACA JUGA: 
KOSMAK Desak Kejati Sulsel Tetapkan Syaharuddin Alrif sebagai Tersangka Kasus Bibit Nanas

SulawesiPos.com – Ratusan rumah warga di Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang terendam banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari (15/5/2026).

Kelurahan Baula menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah.

Sedikitnya sekitar 600 rumah warga terendam dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari genangan setinggi mata kaki hingga lebih dari satu meter di beberapa titik.

Air mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 01.00 Wita setelah sejumlah sungai meluap akibat tingginya debit air.

Warga yang sedang tertidur panik saat air tiba-tiba menggenangi rumah mereka dalam waktu singkat.

Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh. Sejumlah ruas jalan tertutup genangan, akses transportasi terganggu, hingga fasilitas umum ikut terdampak.

Data sementara dari petugas penanganan bencana menunjukkan sekitar 600 kepala keluarga atau kurang lebih 1.800 jiwa terdampak di Kelurahan Baula. Dua sekolah dasar di wilayah Amparita juga ikut terendam sehingga aktivitas belajar dipastikan terganggu.

BACA JUGA: 
Napak Tilas Sejarah, Wabup Bone Pimpin Ziarah Makam Raja-Raja Jelang HJB

Tak hanya Baula, genangan juga meluas ke beberapa wilayah lain di Kecamatan Tellu Limpoe.

Di Kelurahan Toddang Pulu, sekitar 300 rumah warga terdampak banjir. Kondisi diperparah setelah salah satu tanggul dilaporkan jebol sepanjang sekitar lima meter, membuat air semakin cepat masuk ke permukiman warga.

Sementara itu, di Kelurahan Amparita, ratusan rumah ikut terdampak banjir dengan ketinggian air yang berbeda-beda. Area persawahan milik warga juga tak luput dari genangan, menyebabkan petani khawatir terhadap potensi gagal panen.

Di Kelurahan Arateng, puluhan rumah warga turut terendam. Selain itu, sekitar 10 hektare lahan persawahan dilaporkan tergenang air akibat luapan sungai dan buruknya aliran drainase saat hujan deras terjadi.

Meski menyebabkan kerugian material cukup besar, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Warga bersama aparat pemerintah masih terus melakukan pembersihan dan evakuasi barang-barang yang terdampak banjir.

Tim gabungan dari BPBD Sidrap, aparat kecamatan, TNI, Polri, hingga warga setempat langsung turun ke lokasi melakukan penanganan darurat.

BACA JUGA: 
Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi Bencana Sumatra, Dipimpin Langsung Mendagri

Petugas melakukan asesmen kerusakan, membantu warga, serta memperbaiki tanggul yang jebol secara gotong royong.

Bupati Syaharuddin Alrif juga turun langsung meninjau sejumlah titik banjir di Kecamatan Tellu Limpoe.

Dalam keterangannya, ia menyebut tingginya curah hujan menjadi salah satu faktor utama penyebab meluapnya air ke permukiman warga.

“Tingkat intensitas hujannya tinggi. Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Sidrap dan akhirnya debit airnya tinggi, volume airnya tinggi,” katanya.

Selain faktor cuaca ekstrem, ia juga menyoroti persoalan saluran air yang mengalami penyempitan dan penyumbatan sehingga aliran air tidak berjalan maksimal saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Warga diminta kembali mengaktifkan kerja bakti membersihkan selokan dan saluran air guna mengurangi risiko banjir susulan.

“Minta tolong selokan digali, kerja bakti. Minta tolong kerja sama antar-pemerintah, masyarakat, dan tokoh masyarakat,” pungkasnya.

BACA JUGA: 
Pemerintah Salurkan Bantuan Ratusan Miliar, Aceh Tamiang Dapat Bantuan Tertinggi

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru